---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk BESI MERAH PUTIH AKUI LAKUKAN TEROR LIQUICA (MateBEAN, 16/2/99), Komandan Besi Merah Putih, Manuel Sousa mengakui, milisinya melakukan aksi kekerasan di Maubara, Liquica. Manuel juga mengakui pasukannya juga menghadang dan menahan Gustavo Mota, Wakil Ketua DPRD, Liquica. "Ia tokoh pro-referendum. Sudah jadi pejabat dan makan rupiah, namun masih melawan Indonesia," katanya. Kepala Desa Fatuboro, Paulus Sorian Lopes, yang rumahnya hancur dan mobilnya dirampas juga diakui sebagai korban aksi pasukan Besi Merah Putih. Menurut Manuel, Paulus adalah pendukung Falintil dan CNRT (Dewan Nasional Perlawanan Rakyat Timor). Selain rumah Paulus, sejumlah rumah kepala desa di Maubara juga dihancurkan rumahnya. Manuel Almaida (Kades Fatufou), Fernando Luis da Silva (Kades Maubaralisa), Laurendo Lopes (Kades Gisu), Paulus Sorian Lopes (Kades Fatuboro), Emilio (Kades Gurleur), Vitor Lobo (Kades Lisadida), dan Suze Alfonso (Kades Loes) telah menyelamatkan diri ke Kota Dili. Mereka mengaku telah kehilangan rumah karena dibongkar paksa. Manuel Sousa, dan kelompoknya melancarkan aksi kekerasan termasuk melakukan pencegatan bis yang melintas di jalan raya Liquica-Atambua (NTT). Manueal dan kelompoknya mengaku marah karena CNRT memungut iuran Rp 2.500 per keluarga terhadap setiap penduduk desa. Bagi yang memberikan sumbangan diberikan kartu CNRT. "Kami siap perang," ujarnya lagi. Namun aksi kelompok Merah Putih akhirnya dihentikan pasukan Brimob yang didatangkan dari Dili. Kendati begitu, ratusan pengungsi yang lari ke Dili karena aksi Besi Merah Putih ini masih bertahan di Dili. Perwakilan HAM Dili, Florentino Sarmento mengatakan, korban aksi Besi Merah Putih di Liquica mencapai ribuan orang. Sekarang ini diperkirakan sekitar 600 - 700 orang mengungsi ke Kota Dili. Sisanya mengamankan diri di kabupaten lainnya termasuk ke Kabupaten Belu di NTT, karena tak punya keluarga di Dili. Sejumlah korban mengisahkan, kelompok Merah Putih melancarkan aksi penghadangan di jalan umum, merusak rumah penduduk, dan kebun kelompok pro-kemerdekaan disertai teror dan ancaman pembunuhan. Dalam melakukan aksi penghadangan, kelompok pro-integrasi membawa senjata tradisional, parang, pedang, panah dan senjata buatan tangan mirip senjata laras panjang dengan pelontar dari karet. Jumlah mereka di Kecamatan Maubara diperkirakan mencapai ribuan orang yang tersebar di tujuh desa, Fatufou, Fatuboro, Vaginea, Maubaralisa, Lisadela, Quisu dan Guguleur. Dalam setiap aksinya, mereka menggunakan ikat kepala berwarna merah putih. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok. Ada yang bertugas memeriksa penumpang setiap kendaraan yang lewat, dan ada yang mengobrak-abrik rumah penduduk. Kades Fatufao, Manuel Almaida menyebutkan, kelompok yang menyerang rumahnya datang menggunakan kendaraan pejabat Liquica. Penyerangan ke rumahnya terjadi 5 Februari lalu, sekitar jam sembilan malam. Saat itu, ia telah meninggalkan rumah karena telah mendapat informasi dirinya dincar kelompok pro-integrasi. Sehingga, hanya istrinya, Gabriela da Costa yang menyaksikan rumah mereka diobrak abrik. Almaida mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 90 juta, karena selain rumah, mobil mikrolet, antena parabola dan perabot lainnya disikat pelaku. "Kami tidak tahu apa dosa kami sehingga diperlakukan begini. Kalau diantara kita sudah begini, bagaimana dengan masyarakat pendatang. Saya curiga, kelompok pro-integrasi mencurigai kami sebagai pendukung referendum," tutur Almaida yang sampai saat ini belum pernah mengungkapkan sikap politiknya. Nasib serupa dialami Kades Maubaralisa, Fernando Luis da Silva dan lima Kades lainnya. Fernando mengaku mengungsi ke Fatuhada, Dili karena merasa terancam.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 10:43:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
