----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


FAISAL TANJUNG USULKAN PEMBERLAKUAN SOB

        JAKARTA (SiaR, 16/2/99), Dalam Rakor Polkam, Selasa (9/2) Menko
Polkam Faisal Tanjung dan Menteri Kehakiman Muladi mengusulkan pada Habibie
agar diberlakukan kondisi SOB. Namun Habibie menolak karena cemas jika
kondisi itu hanya menguntungkan kubu Wiranto.

        Tampaknya upaya pemerintah untuk meningkatkan wibawa aparat dengan
menakut-nakuti rakyat sipil lewat operasi penangkapan preman yang acap
dilakukan dirasa masih kurang, hingga Menhankam/Pangab Wiranto mengeluarkan
perintah baru dengan memberikan mandat tembak di tempat bagi petugas di
lapangan. Tapi ternyata di balik pernyataan tersebut terjadi konflik antara
kubu Wiranto dkk versus Habibie-Tanjung.

      Menurut sumber SiaR di kalangan perwira tinggi ABRI, ancaman dengan
perintah tembak di tempat itu salah satunya dialamatkan bagi para operator
kelompok Adi Sasono. Antara lain Moh. Jumhur Hidayat, Eggy Sujana dan
Syahganda Nainggolan yang diduga pada beberapa kejadian turun ke lapangan
guna mengobarkan isu antar-golongan dan sentimen agama.

        Hal ini berkaitan dengan adanya sinyalemen bahwa Wiranto dianggap
tak becus menjaga keamanan dan mengungkap pelaku kerusuhan belakangan ini,
hingga citra ABRI menjadi sedemikian buruknya apalagi di saat hujatan sedang
banyak dialamatkan pada institusi militer ini.

      Citra buruk untuk ABRI yang tidak becus menangani keamanan ini yang
dijadikan Habibie dan beberapa menteri terdekatnya sebagai kartu truf dengan
menggulirkan isu pemisahan jabatan Pangab dan Menhankam. Namun ternyata,
sebagai pihak yang terdesak Wiranto berusaha mengamankan posisi kunci dengan
melakukan de-Faisalisasi dan membersihkan semua ABRI hijau loyalis Faisal
dan Fachrul Razi dalam sejumlah posisi penting. Seperti posisi Kasum ABRI
dari Fahrul Razi diganti Letjen Sugiono dan posisi Pangab yang disiapkan
untuk Susilo Bambang Yudoyono yang sekarang menjabat Kaster. Konon ini
merupakan strategi kubu Wiranto agar tak kecolongan.

        Menurut sumber SiaR, hal ini membuat Menko Polkam Faisal Tanjung
mengusulkan jalan tengah dengan melakukan kondisi SOB untuk memulihkan
keamanan dan kondisi dengan konsesi pemisahan jabatan Menhankam dan Pangab.
Namun ternyata usulan itu langsung ditolak oleh Presiden Habibie dengan
kecemasan kondisi itu akan membuat kubu Wiranto lebih powerfull dan bisa
mengatur semua hal.

        Agaknya ungkapan jika gajah-gajah sedang musim kawin atau sedang
berkelahi tetap saja rumput yang mati terinjak-injak berlaku dalam hal ini.
Entah kelompok ABRI yang dikategorikan Merah Putih atau ABRI Hijau sedang
berkelahi atau bulan madu tetap saja akan ada perintah tembak di tempat
seenaknya. Hal ini diungkap Munir dari Kontras yang mengatakan, "Proses
penembakan tersebut hanya alasan untuk melegitimasi kekerasan negara dan
mem-by pass proses hukum seenaknya, yang akhirnya justru memangkas wibawa
hukum itu sendiri."***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 11:36:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke