----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PARTAI PRODUK ORDE BARU DIDESAK MENDAFTAR

        JAKARTA (SiaR, 16/2/99), Partai-partai politik (parpol) produk Orde Baru,
termasuk Golkar, didesak untuk segera mendaftarkan diri ke Departemen
Kehakiman, kemudian ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagaimana parpol baru.
Desakan yang mulanya disuarakan para aktivis parpol itu akhirnya diamini
Menkeh Muladi, di Jakarta, Senin (15/2) kemarin seusai membuka Musyawarah
Nasional (Munas) Kelima Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri).

        Dasar desakan tersebut, selain parpol dan Golkar legitimasi yuridisnya
berdasarkan UU No.5 tahun 1985 yang telah gugur dengan sendirinya
berdasarkan UU Politik baru produk MPR/DPR, Januari 1999 ini, juga dalam
kenyataannya sudah mengubah lambang dan nama partai. PPP mengubah lambangnya
dari bintang menjadi Ka'bah, sedangkan Golkar mengubah namanya menjadi
Partai Golkar.

        Meskipun Muladi tidak menyebut secara khusus bagi PDI pimpinan Budi
Hardjono, tapi salah seorang anggota Panitia Persiapan Pembentukan KPU
(P3KPU), Eep Saefulloh Fatah menyarankan agar PDI Budi Hardjono mendaftarkan
diri di Depkeh dan P3KPU. Menurut Eep, massa riil PDI bagaimanapun milik PDI
Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri. Dan jika dasarnya klaim
keberadaan cabang-cabang, maka patut diklarifikasi Dewan Pimpinan Cabang
(DPC) mana yang masih berada di bawah pimpinan Budi.

        Senada dengan Eep, salah seorang Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Mangara
Siahaan menegaskan, yang diklaim pihak Budi Hardjono sebagai kantor-kantor
cabang sesungguhnya hanya lah "papan nama" saja, sedangkan anggotanya
sedikit sekali, kalau tak ingin dikatakan tak ada sama sekali.

        "Budi Hardjono selalu menyebut dalam Pemilu 1997 kemarin mereka memiliki
massa riil sebesar tiga juta lebih. Ah, anda kan tahu, apa sih zaman Pak
Harto yang nggak bisa direkayasa," ujar Mangara.

        Sementara itu, menanggapi desakan Menkeh Muladi dan pihak-pihak parpol,
Golkar dalam waktu dekat berencana untuk mendaftarkan diri ke Depkeh. Hal
ini ditegaskan Ketua Umum DPP Golkar, Akbar Tanjung kepada pers belum lama
ini. Sedangkan salah seorang Ketua Golkar Theo Sambuaga dalam seminar The
Second Asia-German Editors Forum, di Jakarta, Senin (15/2) kemarin, yakin
partainya dapat meraih 40 persen suara dalam Pemili, Juni 1999 mendatang.

        Seusai mendaftar di Depkeh, pada awal April mendatang, Golkar
berencana melakukan pendeklarasian partai bertempat di Stadion Utama
Senayan, dengan target massa 150 ribu orang.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 12:12:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke