---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Cupet alias pikiran sempit, alias dongo atau dungu alias IQ rebah atau otak mampet adalah gejala yang selalu singgah di masyarakat negara terbelakang. Cupet mungkin ada hubungannya dengan tingkat kemakmuran, jelas juga bertalian dengan tingkat pendidikan, tapi cupet terbesar biasanya terjadi bila Masyarakat pra-intelek berada dalam kekuasaan pimpinan germo yang menjual propaganda melalui bentukan emosional yang bernama Agama dan rasa kebangsaan. Untuk memilah manusia cupet atau bukan itu gampang, Manusia dikatagorikan cupet bila belahan otak kanan nya tidak bekerja. sehingga kemampuan rasionalnya mampet . Manusia cupet itu jelas bego dan super goblok, Menyebar ke segala lapisan masyarakat dan agama, Dari Kyai tolol macam Abdul Qadir Jaelani, sampai Kristen Barbar macam Beny Murdani, dari gang GPA ( gerakan pemuda Anshor ) yang tahun 60 an membantai sekian banyak cina di Jawa Timur, sampai penduduk Kristen tolol di Ambon yang membantai orang muslim baru baru ini. Cupet jelas ABRI, para idiot berseragam ini sebenarnya harus di teliti oleh dokter dan psikater, apakah otak mereka benar benar bekerja atau mereka sudah gila? karena mereka tidak pernah berhenti membuat ketololan demi ketololan. Dari prajurit yang makan beras kutuan sampai perwira yang berleha leha mengumpulkan duit dan melalang dunia. Seperti juga si Alengka, penulis wayang yang kebanyakan mimpi tentang negara adil makmur bawah kekuasaan Pandawa dan membela kesatuannya yang berjiwa setan mati matian, dia juga termasuk manusia cupet yang tidak bisa melihat kenyataan, dalam tulisan selalu membawa tokoh tokoh militer dunia seolah olah perwira ABRI itu sekelas dengan Mc Arthur , Napoleon, dan George Washington. Barangkali dia mesti belajar banyak dari liang kubur sana, bahwa Mc Arthur itu tidak pernah membunuh bangsanya sendiri, Napoleon itu adalah French Emperor yang walaupun tidak demokratis juga tidak pernah membantai rakyatnya sendiri dan George Washington itu adalah pemimpin militer yang mencopot atribut militernya ketika menjadi Presiden pertama, menjadikan dirinya "pemimpin konstitusi" dan menolak dicalonkan kembali sebagai presiden demi konstitusi. Bila si Alengka yang bangkit dari kematian gara gara senang pujian mau dianggap ksatria, lebih baik bagi dia untuk berhenti dari ABRI dan kembali menjadi manusia.Karena cuma seorang ksatria yang mau mundur dan mengakui bahwa korps kesatuannya memang biang kerok dan salah berantakannya negeri ini. Cupet adalah para penyembah Wiranto dan para jendral lainnya. Menyerobot kursi di DPR tanpa ikut pemilihan adalah cara cara diktator yang melawan konstitusi mau menang sendiri tanpa mendegar suara orang banyak dan undang undang yang dibuat bersama sama. Cupet juga yang berangan angan mendirikan negara Islam. Usaha bodoh ini persis dengan seorang anak gang yang mimpi sedang mimpi basah bergumul dengan cindy crawford di kamar Beverly Hills hotel, begitu bangun dia memang basah tapi si Cindy berada 12 ribu miles dari pelukan, Negara Islam tidak akan pernah demokratis karena negara yang dipimpin oleh ulama dan hukum hukum yang represif menekan hak hak manusia dengan alasan agama adalah negara neo diktatorial seperti rusia dibawah stalin, Iran dibawah Khomeini, Cina dibawah Mao dan Cuba dibawah Castro. Cupet juga yang memimpikan sebuah revolusi tanpa berjuang. Tanpa berkorban revolusi tidak akan pernah ada, Cupet juga yang memuja tokoh reformasi dan terlalu berharap banyak pada mereka. Ingat bahkan pada revolusi yang sukses selalu terdapat penyelewengan baru, tiran dan barbarian baru seperti kejatuhan Russian czar yang digantikan Stalin,Kejatuhan King Louis ,menghasilkan French Emperor baru, kejatuhan Charles I mengorbitkan Cromwell yang powernya justru lebih kuat dari monarki yang dia tumbangkan. Sekarang sudah saya tampar para cupet, Saya harap mereka bangun sebelum terlambat.. Semoga otak mereka bekerja kembali.. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 21:06:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
