----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Dini S.Setyowati:

Di bawah ini terjemahan kata pengantar dan analisa Bogoslovski
(1972),  atas roman karangan Nikolai Gavrilovich Chernishevsky
yang berjudul "Harus Bagaimana" (1862).

                                1

      PADA  suatu hari di bulan Februari 1863, seorang pegawai
berpakaian sederhana, menyeberangi Jalan Nevski Prospek, salah
satu  jalan  di  St. Petersburg. Ia tiba-tiba terhenti  ketika
dilihatnya  segulungan  kertas di pojok  trotoar.  Sejurus  ia
senang  karena  mengira  ada sesuatu yang  berharga  di  dalam
gulungan  itu.  Tapi  rasa kecewa seketika melandanya,  ketika
ternyata  gulungan  itu hanyalah sebuah naskah  yang  berjudul
agak aneh: "Harus Bagaimana?".
      Sebentar ia menunggu, siapa tahu si pemilik akan  segera
datang mencarinya.
      Tapi  karena tidak ada seorang pun yang datang, gulungan
naskah itu dibawanya pulang. Sambil berjalan ia bertanya  pada
diri sendiri, harus diapakan naskah itu.
      Peristiwa itu terjadi pada tanggal 3 Februari.
      Satu  hari  berikut,  di kantor  polisi  St.  Petersburg
dipasang pengumuman:

      TELAH  KEHILANGAN  NASKAH PADA  HARI  MINGGU  TANGGAL  3
FEBRUARI JAM 14:00 DI ANTARA JALAN ANU DAN JALAN INI.   NASKAH
BERJUDUL  "HARUS  BAGAIMANA?". BARANGSIAPA TELAH     MENEMUKAN
NASKAH  BERHARGA  ITU, DIHARAP MENYERAHKANNYA   PADA  NEKRASOV
DENGAN  ALAMAT  ...., DAN AKAN DIHADIAHI  UANG   SEBESAR  LIMA
PULUH RUBEL PERAK.

      Naskah yang dimaksud di dalam pengumuman tersebut adalah
manuskrip  dari  jilid-jilid  pertama  sebuah  roman  karangan
Chernisevski,  yang  tidak  lama  kemudian  menjadi  terkenal.
Sedangkan  si  penulis sendiri, ketika itu sudah  tujuh  bulan
mendekam  sebagai  tahanan di benteng Petro Pavlov.  Di  dalam
tempat  tahanan ini juga roman itu ditulis. Ketika itu  komisi
penyelidik perkara Chernisevski sedang menyusun rencana  untuk
merekayasa  satu  proses tertutup: mencari  saksi-saksi  palsu
untuk  mengacaukan  fakta, merekayasa bukti-bukti  dan  surat-
surat  fiktif,  mereka-reka alibi agar tercipta "alasan-alasan
yuridis"  guna  menghancurkan pemimpin gerakan  pembebasan  di
Rusia tahun 1860-an itu.
                                *
     Chernisevski mulai menulis romannya sejak bulan kelima di
tahanan di benteng tersebut, yaitu tanggal 14 Desember 1862  -
saat  legendaris berkaitan dengan pemberontakan Kaum  Desember
melawan  kekuasaan Tsar. Ia menulis di celah-celah  kesempitan
waktu:  antara  saat-saat interogasi, mogok makan  (bertepatan
ketika   Nekrasov  kehilangan  naskah  tersebut,  Chernisevski
sedang  melancarkan  mogok  makan  yang  berikut),  dan   juga
penyusunan teks-teks pleidoi.
       Naskah itu dititipkan pada seorang perwira polisi  agar
diteruskan kepada Nekrasov, dengan permintaan agar bisa terbit
sesuai   dengan   peraturan-peraturan  sensor  yang   berlaku.
Nekrasov,  yang  juga sahabat dekat Chernisevski,  ketika  itu
bekerja  sebagai redaktur majalah "Masa Kini".  Sebelum  roman
karyanya  itu  selesai ditulis seluruhnya, Chernisevski  sudah
tidak tahan menunggu penerbitannya. Untuk itu Nekrasov sendiri
telah  membawa  naskah  tersebut ke percetakan  "Wolf".  Dalam
perjalanan itu lah, ketika menyeberangi Jalan Nevski  Prospek,
naskah itu terjatuh.
     Dengan hati gundah Nekrasov masuk rumah.
      "Ada musibah besar terjadi," katanya pada istrinya. "Aku
kehilangan naskah!"
      Empat hari telah berlalu. Pengumuman tentang naskah yang
hilang telah tiga kali dipasang ulang. Tapi reaksi belum  juga
datang.
      "Ah,  memang  sudah benar-benar hilang."  Kata  Nekrasov
putus  asa.  Dalam hati ia menyesal, mengapa tidak  menawarkan
hadiah lebih besar pada si penemu.
      Tapi,  setelah  liwat hari kelima, ketika  itu  Nekrasov
sedang  makan  siang  di "Klub Inggris." Seseorang  memberikan
kepadanya katabelece: "Naskah sudah ditemukan".

                                2

      KEGIATAN  sastra  dan  publisistik Chernisevski  dimulai
bersamaan  dengan  pecahnya Perang  Krim.  Di  sinilah  tampak
betapa busuk dan tak berdayanya Rusia feodal. Pada saat itu di
dalam  negeri semakin meluas pemberontakan petani, yang  sudah
terlalu  jenuh dengan praktek-praktek perbudakan,  eksploitasi
yang  kejam,  dan  tekanan kekuasaan yang tiran.  Di  kalangan
rakyat  rasa  benci terhadap kekuasaan tsar semakin  mendalam,
dan  karenanya  semangat pemberontakan menjadi semakin  besar.
Takut   kebangkitan   "Pugachov  Baru"(*),   kalangan   istana
Aleksander II sejak 1857 menyiapkan yang disebut undang-undang
"pembebasan tani dari atas", yaitu "pembebasan" demi  perkenan
Tsar.
      Reformasi  itu  diciptakan oleh kaum  burjuis  dan  tuan
tanah.  Sebelum  masa reformasi, juga sebelum dan  sesudahnya,
Chernisevski dan kawan-kawan - yaitu tokoh-tokoh kaum demokrat
revolusioner - terus menerus menyuarakan tuntutan berjuta-juta
kaum  yang  tertindas. Mereka tampil membelejeti  pamrih  tuan
tanah  dan  juga  kaum liberal, yang mendukung  reformasi  dan
mencoba menyembunyikan pamrih sebenarnya, yang tersembunyi  di
balik semboyan reformasi itu.
      Setiap  pemikiran bebas selalu dihalangi  dengan  setiap
langkah  sensor  Tsar.  Tapi Chernisevski  pandai  menghindari
cegatan-cegatan sensor. Meliwati tulisan-tulisannya  ia  terus
menerus  memasukkan  pemikiran-pemikiran  revolusioner.   Tiap
karyanya  mengandung nafas seruan perjuangan  untuk  kebebasan
tanah  air dan kebahagiaan rakyat, dan untuk bangkit  berjuang
melawan tirani Tsar dan feodalisme.
       Karangan-karangannya  mengisi  halaman-halaman  majalah
"Masa   Kini",   sebuah  penerbitan  berskala  nasional   yang
menyuarakan  kekuatan  kaum  revolusioner  demokratis.   Dalam
tulisan-tulisannya  Chernisevski tidak  hanya  tampil  sebagai
sastrawan  kritis,  tapi  ia  juga  menulis  sebagai  pengamat
ekonomi,  filsafat, sejarah dan politik. Karena itu ia  selalu
mendapat  serangan dari kubu jurnalis reaksioner  di  kalangan
kaum liberal dan tuan tanah.
       Awal  tahun  1860-an merupakan tahun-tahun  yang  sangat
subur  bagi  gerakan revolusioner, tapi merupakan  tahun-tahun
yang  sangat  sulit  bagi  majalah "Masa  Kini".  Kelangsungan
hidupnya  terancam, kantor redaksi tidak henti-henti  menerima
peringatan  penguasa,  dan  bahkan berkali-kali  diancam  akan
ditutup.
      Pada tanggal 14 bulan Desember 1861 Mikhailov ditangkap.
Ia  penulis yang mempunyai hubungan dekat dengan redaksi "Masa
Kini", seorang sastrawan beletri, penyair, dan penerjemah.  Ia
dibuang  dan dihukum dua belas setengah tahun kerja  paksa  di
Siberia,  karena tuduhan telah menghasut generasi  muda  untuk
bangkit melawan kekuasaan.
     Tanggal 14 Desember memang telah ditetapkan rezim sebagai
hari  bulan  pembalasan dendam terhadap "Kaum Dekabris",  yang
telah  memberontak  pada tanggal dan bulan tersebut.  Demikian
juga   pada  tanggal  inilah  seruan-seruan  Mikhailov   untuk
kebangkitan generasi muda telah terbit dan disiarkan.
     Seruan Mikhailov itu ditutup dengan kalimat:

      "Kalian harus siap ambil bagian dengan memainkan peranan
masing-masing.  Carilah pemimpin yang  berbakat  dan  bersedia
mempertaruhkan segala-galanya, serta yang bisa membawa  kalian
ke jalan perjuangan yang luhur. Jika perlu juga siap mati demi
tanah-air, dan terwujudnya cita-cita mereka yang telah menjadi
kurban 14 Desember."

       Penguasa   terus  menerus  berusaha  meredam   kegiatan
Chernisevski.  Sejak  musim gugur 1861  apartemennya  diawasi.
Laporan-laporan  ke kantor polisi penuh nama-nama  dan  alamat
orang-orang yang datang-pergi ke-dari apartemen itu. Para tuan
tanah   mendesak   agar  orang  seperti  Chernisevski   segera
ditangkap, diamankan dan bahkan kalau perlu disingkirkan  dari
Rusia. Orang seperti dia selalu akan membahayakan keamanan dan
ketertiban.
      Pembersihan  den  penggeledahan rumah-rumah  orang  yang
dicurigai  sudah  menjadi agenda rutin. Karena  itu  kemarahan
rakyat  terhadap  tuan tanah dan sistem  feodal  telah  terasa
mengancam  tumpah,  dan  bakal  timbul  sebagai  pemberontakan
revolusioner  yang  luas dan hebat. Kaum tani  yang  menyadari
diri  telah  ditipu  penguasa dengan  reformasi  tidak  henti-
hentinya melancarkan perlawanan di sana sini.
     Seluruh negeri menjadi kacau balau.
      Sejak  Mei 1862 api kebakaran mengamuk di segala penjuru
kota.  Banyak istana, rumah, dan pasar tenggelam dalam kobaran
api.  Pada malam hari semua pemandangan seperti menjadi lautan
yang menyala-nyala.
     Pada suatu hari amuk kebakaran disulut di berbagai tempat
sekaligus.  Udara  menjadi sesak oleh  asap  dan  bau  hangus.
Beribu-ribu  manusia kehilangan rumah dan harta benda,  karena
dimakan  api  dan dijarah rayah para perampok.  Mereka  datang
menyerang  berbondong-bondong seperti rombongan gipsi.  Hilir-
mudik  orang-orang  hiruk  pikuk kian  ke  mari  tak  menentu.
Jendela  dan  pintu  rumah  tertutup  rapat.  Patroli  meronda
seluruh kota.
     Berita-berita tentang pembakaran-pembakaran baru tersebar
susul-menyusul sangat cepat. Alat-alat negara yang  sebenarnya
menjadi  agen-agen pembakaran dan kekacauan, berusaha  mencari
kambing  hitam  dari  tengah-tengah kaum revolusioner.  Terus-
menerus.   Tujuan  dan  tuduhan provokasi  mereka  itu  sangat
terang benderang: Membangun citra buruk pada gerakan mahasiswa
dan  kaum  muda,  serta  menciptakan fundasi  bagi  pembenaran
tindakan represif dari pihak rezim.

      Tindakan represi susul-menyusul. Sekolah-sekolah  malam,
bibliotik  dan percetakan ditutup. Menyusul sesudah  itu  juga
klub  catur yang didirikan atas prakarsa Chernisevski mendapat
giliran.  Dalam  hal ini sesungguhnya penguasa  tidak  keliru.
Klub  ini  memang menjadi tempat rendes vous kaum cendekiawan,
penyair, sastrawan, wartawan, guru dan pendidik, mahasiswa dan
pemuda,  tapi bahkan juga para perwira militer. Bermain  catur
sebenarnya  bukan tujuan yang pokok. Yang pokok  ialah  saling
bertemu  dan  berdiskusi, serta mengambil  sikap  dan  langkah
bersama.
       Laporan   bagian  intelijen  mengatakan,   Chernisevski
memainkan  peranan utama sebagai organisator sekaligus  orator
dalam  pertemuan-pertemuan itu. Dari sinilah penguasa  melihat
dan  menyimpulkan  tentang kemungkinan pecahnya  pemberontakan
rakyat,  dan  sehubungan  dengan itu  tentang  usaha  menindas
setiap   bentuk  pemikiran  bebas  yang  tumbuh  di   kalangan
masyarakat.
      Dalam  keadaan seperti itu, majalah "Masa Kini" dilarang
terbit selama delapan bulan. Chernisevski menulis surat kepada
sahabatnya,   Nekrasov,  yang  ketika  itu  ada   di   Moskow.
Pertimbangan  dan  alasan apa sebenarnya yang  telah  dipakai,
sehingga   penguasa  harus  mengambil  tindakan  lebih   keras
terhadap  "Masa Kini." Chernisevski sadar benar,  bahwa  nasib
yang  menimpa  "Masa Kini" merupakan salah  satu  akibat  dari
tulisan-tulisannya  tentang masalah  tani,  yang  sudah  sejak
tahun  1850  dikemukakannya. Sejak itu  pengaruh  Chernisevski
memang  sangat besar di kalangan luas kaum revolusioner,  yang
terdiri  dari  berbagai  macam elemen, sesuai  dengan  situasi
golongan  intelektuil  ketika itu. Tiap karangannya  diarahkan
untuk membelejedi maksud sebenarnya reformasi Tsar, yang tidak
lain hanyalah kedok perampokan dan penindasannya terhadap kaum
tani.
      Karena  itu  "Masa Kini" menjadi organ yang  dicari-cari
pembaca yang haus informasi. Majalah ini terbit samizdat,  dan
beredar  dari  tangan ke tangan. Tuan tanah dan  kaum  liberal
semakin  membenci  Chernisevski. Hari-hari bebas  Chernisevski
karenanya  bisa  dihitung dengan jari  tangan  belaka.  Polisi
tinggal  menunggu  alasan  untuk  menangkapnya.  Dan  akhirnya
alasan itu datang.
      Pada  permulaan  bulan Juli 1862  sebuah  surat  seorang
penulis dari London, Gerzen, jatuh ke tangan agen-agen  polisi
rahasia.  Dalam  surat  ini  ditulis  tentang  rencana  Gerzen
mencetak  majalah  "Masa Kini" di London.  Surat  inilah  yang
dipakai sebagai alasan penangkapan Chernisevski, karena dengan
demikian terbukti ia telah melanggar larangan Pemerintah.

      Chernisevski ditangkap 7 Juli 1862, dan langsung dibuang
ke  Benteng  Petro Pavlovski, tempat tahanan bagi orang  orang
yang  tersangkut perkara politik. Di sini Chernisevski ditahan
selama  dua tahun, terus-menerus di dalam sel isolasi, sebelum
hukuman dijatuhkan kepadanya.
     Gerzen sebenarnya seorang penyair Rusia keturunan Jerman,
yang  melarikan  diri  ke Inggris. Dengan tertangkapnya  surat
Gerzen  polisi  berusaha mendapatkan dokumen-dokumen  penting,
untuk  membuktikan  kegiatan  Chernisevski  menyusun  kekuatan
oposisi  di luar negeri. Soal inilah yang dituduhkan kepadanya
pada   kesempatan  interogasi  pertama.  Chernisevski  menolak
mentah-mentah   tuduhan   itu.   Dalam   proses    selanjutnya
Chernisevski  bahkan melihat, bahwa sesungguhnya polisi  tidak
mempunyai bukti dan informasi apa-apa yang menyangkut kegiatan
bawah tanah yang dilakukannya.
       Dalam  surat-suratnya  yang  dikirim  kepada  Tsar  dan
Gubernur Moskow, dengan tajam dan berani ia menunjukkan usaha-
usaha  penguasa  untuk  sengaja mengulur-ulur  proses.  Ketika
bukti-bukti  ternyata  tidak  ditemukan,  akhirnya  pemerintah
terpaksa  membungkus perkara penangkapan Chernisevski  sebagai
kurban  provokasi.  Seseorang yang bisa  dituduh  mengkhianati
Chernisevski ditangkap.

      Siang  dan malam di dalam tahanan terasa sangat panjang.
Ya!  Apa  yang bisa dikerjakan oleh tahanan? Membaca, merokok,
tidur,  menulis  surat untuk menenangkan  keluarga  di  rumah.
Diceritakan,  misalnya,  bahwa ia cukup  makan,  sehat,  tidur
enak, pakaian cukup hangat, sering berjalan-jalan keluar,  dan
sebagainya ...
      Hari  demi  hari  Chernisevski semakin yakin,  bahwa  ia
sedang  menghadapi  pertempuran  yang  tak  imbang  dan   akan
berjalan lama. Tapi ia tidak menjadi putus asa karenanya,  dan
tidak  jatuh  ke  dalam apatisme. Walaupun dalam  kondisi  dan
situasi  fisik  dan  moril  yang  berat,  Chernisevski   tetap
mengabdikan diri pada pekerjaannya. Ia mula-mula menerjemahkan
karangan  seorang  sejarawan Jerman,  Schlesser,  dan  menulis
karangan-karangan ilmiah. Tidak lama sesudah  itu  timbul  ide
padanya untuk menulis roman sosial filosofis.***(bersambung)
_______________________________
(*)   Yemelyan   Ivanovich  Pugachov   (1726-1775),   pemimpin
pembrontakan  Kozak dan tani di Rusia (Pembrontakan  Pugachov,
1773-1775).

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Feb 1999 jam 00:31:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke