----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PEMERINTAH DIDUGA BANTU BANK NUSA NASIONAL

        JAKARTA (SiaR, 17/2/99),  Kalangan perbankan nasional mencium bau
tak sedap dalam lolosnya Bank Nusa Nasional (BNN), bank milik Aburizal
Bakrie dari Bank kategori C. Dengan bantuan pemerintah itu, maka BNN lolos
dari likuidasi. Dugaan itu muncul ketika BNN dalam waktu sebulan saja mampu
mendongkrak capital adequacy ratio atau rasio kecukupan modal dari minus 210
persen jadi minus 24 persen.

        "Kalau tak dapat suntikan dana segar tak mungkin. Dengan CAR yang
meningkat lebih dari 100 persen itu setidaknya BNN telah memperoleh suntikan
sebesar lebih dari Rp 2 trilun" ujar seorang bankir.

        Masalahnya, kata bankir itu, dari mana BNN memperoleh uang sebanyak
itu? Pertanyaan ini menjadi perbincangan ramai di kalangan perbankan
akhir-kahir ini. Soalnya, Bakrie tak mungkin memiliki uang sebanyak itu
untuk menyuntik banknya. Pinjamannya di luar negeri pun harus ditunda-tunda
pembayarannya karena konglomerasi Bakrie mengalami kesulitan likuiditas.
"BNN tak mungkin disuntik investor asing," ujar seorang bankir.

        Sebuah sumber yang bisa dipercaya mengatakan, BNN disuntik dana oleh
pemerintah dengan menggunakan dana jaring pengaman sosial (JPS) sebesar Rp
1,5 trilyun. "Adi Sasono menyuntik BNN dengan dana JPS yang dimiliki
koperasi," ujar sumber itu.

        Tak jelas mengapa Bakrie dibantu secara diam-diam, juga tak jelas
status suntikan dana itu. Kalau menggunakan prosedur yang benar, BNN harus
masuk ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu disuntik bantuan
likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Prosedur yang berlaku terhadap Bakrie
tentu saja melanggar hukum perbankan, apalagi dana yang dipakai untuk
menyuntik bank itu untuk kepentingan kesejahteraan rakyat kecil. Tak jelas
mengapa Adi Sasono mau mengkhianati programnya yakni Ekonomi Kerakyatan yang
seharusnya menghindari hal-hal seperti itu.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Feb 1999 jam 11:41:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke