---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PENDUKUNG PRABOWO NILAI HABIBIE MEMFITNAH JAKARTA (SiaR, 17/2/99), Para pendukung Letjen Prabowo, menilai pernyataan Habibie di hadapan Kongres II Editor Asia-Jerman beberapa hari lalu dianggap oleh sejumlah kalangan sebagai fitnah. Karena itu mereka mendesak agar Prabowo yang kini bermukim di sebuah apartemen di Yordania mengadukan Habibie ke polisi. Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Habibie akhirnya mengakui Pangkostrad Letnan Jendral (Purn) Prabowo melakukan pengepungan Istana Merdeka dan rumahnya sehari setelah ia dilantik jadi presiden, Mei tahun lalu. SiaR juga pernah memberitakan, bahwa sekompi pasukan Kopassus mengepung Istana Merdeka dan rumah kediaman Habibie sehari setelah Habibie dilantik, 22 Mei 1998. Namun pasukan Kopassus itu akhirnya bisa diusir dari sekitar Istana oleh pasukan Marinir. Sumber SiaR di Markas Besar TNI-AL pernah mengatakan, Panglima ABRI, Jendral Wiranto memerintahkan Komandan Marinir Mayjen (Mar) Soeharto untuk mengusir pasukan Kopassus dari sekitar Istana dan rumah Habibie. Pasukan Marinir kemudian memang bergerak menuju Istana dan pasukan Kopassus akhirnya mengundurkan diri. Dua tokoh yang dikenal dekat dengan Prabowo, Direktur Institute of Policy Studies (IPS) Fadli Zon dan Ketua Partai Bulan Bintang Farid Prawira- negara mendesak Habibie untuk memberikan kejelasan mengenai bagaimana latarbelakang pengonsentrasian pasukan itu. "Saya tidak membela Prabowo, tetapi kalau saya Prabowo, saya akan menuntut Presiden Habibie karena itu sudah masuk fitnah," kata Fadli Zon. "Presiden Habibie seharusnya mencek terlebih dahulu kebenaran cerita itu, sebelum menyampaikan kepada publik. Ia kan bisa minta pandangan dari orang-orang yang terlibat pada hari itu. Saya percaya mereka merupakan prajurit Sapta Marga yang tidak berani untuk bertindak macam-macam," bela Farid yang tampaknya berupaya mati-matian membela tokoh panutannya itu. Menurut Fadli Zon dan Farid Prawiranegara, konsentrasi pasukan itu dilakukan Prabowo untuk mengamankan tempat strategis, bukan untuk tujuan lain. Menurut mereka, memang ada prosedur tetap, yaitu pembagian tugas dari jajaran pasukan ABRI di bawah koordinasi Panglima Komando Operasi untuk mengamankan Jakarta. Dalam pembagian tugas itu ditetapkan bahwa pasukan Kostrad bertanggung jawab untuk mengawasi sejumlah lokasi strategis, pasukan Kopassus menjaga kediaman presiden dan wakil presiden, serta pasukan Korps Marinir yang bertanggung jawab menjaga semua kedutaan besar. "Sepanjang yang saya ketahui, ada prosedur tetap yang dikeluarkan Kepala Staf Umum ABRI Letjen TNI Fachrul Razi dan diketahui Pangab Jenderal Wiranto. Itu merupakan bagian dari hasil pertemuan di Markas Kostrad 14 Mei 1998," ujar Farid. Pertemuan itu sendiri, menurut Farid, dilakukan setelah beberapa anggota masyarakat bertemu Prabowo untuk menanyakan keterlibatan Panglima Kostrad Prabowo (saat itu -Red) dalam Insiden Trisakti. "Saya hadir dalam pertemuan dengan anggota masyarakat dan kemudian pulang setelah selesai. Saya tidak mengikuti pertemuan selanjutnya. Keesokan harinya saya memperoleh informasi dari Mayjen Muchdi PR (Komandan Jenderal Kopassus), Mayjen Sjafrie Sjamsuddin (Pangdam Jaya/ Pangkoops), dan Mayjen Suharto (Komandan Korps Marinir) tentang pembagian tugas itu," jelas Farid. Pertemuan di Kostrad ini yang oleh TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) pernah direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut guna mengetahui dalang kerusuhan Mei 1998. Namun rekomendasi TGPF ini sampai sekarang tidak ditindak lanjuti karena terbentur langkah kompromi pemerintah Habibie untuk tetap berbaik hati dengan keluarga Cendana saat itu. "Sekarang tampaknya hal itu akan diabaikan Habibie, demi popularitasnya di mata masyarakat. Terutama berkaitan dengan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden lagi. Di luar negeri ia dapat nama dengan mengangkat isu Timtim. Sedangkan di dalam negeri ia akan kesankan bukanlah hal yang mudah untuk duduk sebagai presiden sekarang ini. Ia ingin bilang bahwa pernah dilawan juga oleh kelompok status quo," kata sumber SiaR. Namun sumber lain mensinyalir, pernyataan Habibie tersebut merupakan dukungan moral terhadap langkah-langkah Wiranto untuk membersihkan Kopassus. Seperti diberitakan SiaR, Wiranto belakangan ini membentuk satgas khusus yang dipimpin oleh seorang kolonel Kopassus untuk melakukan pembersihan terhadap pengikut setia Prabowo di jajarannya. Karena ada dugaan keras bahwa kerusuhan di berbagai tempat belakangan ini adalah hasil operasi pengikut Parbowo, terutama dari kelompok bekas prajurit Kopassus yang membentuk sebuah geng tentara bayaran di Cikarang. Sementara itu, Pangab Jendral TNI Wiranto dan KSAD Jendral TNI Subagyo yang dijumpai para wartawan ibukota melakukan aksi gerakan tutup mulut tentang aksi insubordinasi sejumlah pasukan yang dipimpin menantu mantan presiden Soeharto itu.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Feb 1999 jam 11:49:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
