---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 06/II/18-24 Februari 99 ------------------------------ HABIBIE BERPOLITIK DI BANK (EKONOMI): Bank Nusa Nasional (BNN) ditolong Habibie dari likuidasi. Ada deal apa antara keduanya? Empat puluh bank akan ditutup akhir Februari ini. Nama-namanya memang belum diumumkan, namun bank-bank mana kira-kira yang akan ditutup sudah bisa diperkirakan. Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia membuat peringkat terhadap ratusan lebih bank nasional. Ada tiga kategori yakni kategori A,B dan C. Bank yang berada di kategori C inilah yang belakangan terancam ditutup karena tak mampu menyuntikkan dana segar agar peringkatnya naik dari bank kategori B. Kendati begitu, bank-bank di kategori B juga tak seluruhnya aman. Soalnya, mereka yang berada di kategori B namun berada di level bawah, artinya rasio kecukupan modalnya masih juga minus, juga terancam likuidasi jika dana rekapitalisasi tak menjangkau mereka. Siapa saja bank dan berapa jumlahnya baru bisa diputuskan setelah DPR menetapkan Rancangan Anggaran dan Belanja Negara 1999/2000. Kalau DPR menyetujui dana rekapitalisasi seluruhnya maka akan ada banyak bank yang bisa diselamatkan. Namun jika anggaran rekapitalisasi dipotong, akan ada banyak bank yang ditutup karena tak akan cukup membiayai rekapitalisasi perbankan nasional. Nah, belakangan, para pemilik bank yang berada di kategori C berusaha keras mencari dana segar untuk bank mereka agar lolos dari jeratan. Bank Bira misalnya dalam iklannya di Harian Bisnis Indonesia mengaku bahwa banknya telah disuntik investor asing. Bank-bank lainnya pun merusaha semampunya, seperti Bank Putera yang disuntik Texmaco dan Bank Lautan Berlian disuntik bank Hongkong. Akan halnya Bank BNN, bank milik Aburizal Bakrie ini tiba-tiba melesat dari bank kategori C ke kategori B. Namun, kalangan perbankan nasional mencium bau tak sedap dalam kasus lolosnya Bank BNN ini dari bank kategori C. Sumber Xpos di kalangan perbankan memberikan versi bagaimana Bank BNN bisa mencari dana segar sebesar triliunan rupiah hingga capital adequacy ratio (CAR, rasio kecukupan modal) bank itu naik lebih dari 190%. Bayangkan dalam waktu sebulan saja Bank BNN mampu mendongkrak CAR-nya dari minus 210% jadi minus 24%. Kalangan perbankan mengatakan dengan CAR yang meningkat 190% itu setidaknya Bank BNN telah memperoleh suntikan lebih dari Rp2 trilun.Dari mana Aburizal Bakrie memperoleh suntikan dana? Melompatnya Bank BNN ke kategori B ini jadi perbincangan di kalangan perbankan, bahkan di kalangan partai politik akhir-akhir ini. Pinjaman Bakrie di luar negeri pun tak terbayar karena konglomerasi Bakrie mengalami kesulitan likuiditas. Dan, BNN tak mungkin disuntik investor asing karena membutuhkan dana triliunan rupiah. Bank-bank lainnya yang disuntik investor asing hanya berkisar Rp40 miliar hingga Rp150 miliar. Informasi uang diperoleh Xpos menyebutkan Presiden B.J. Habibie memerintahkan agar Bank BNN disuntik dana sebesar Rp1,5 triliun, di luar dana program rekapitalisasi perbankan. BANK SWASTA NASIONAL KATEGORI C PER 30 SEPTEMBER 1998 +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ NAMA BANK CAR % ----------------------------------------------- Bank PSP -606,10 Bank Indotrade -208,30 Bank Uppindo -233,00 Bank Nusa Nasional (BNN) *) -210.00 (-24,61) Bapindo -136,40 Bank Bira *) -123,10 (-24,97) Bank Dewa Rutji -111.80 Uni Bank *) -104,72 Bank Aspac -101,83 BPD Maluku - 71,10 Bank Exim - 68,05 Bank Lautan Berlian - 68,02 Bank Dana Asia - 55,20 Bank Budi International - 48,96 Bank Papan Sejahtera - 43,90 Bank Dagang Negara - 41,00 Bank Orient - 40,91 Bank Tata - 34,45 Bank Hastin - 29,50 Bak Sahid Gajah Perkasa - 28,28 Bank Putra Multikarsa - 27,03 Bank Ganesha - 26,05 Bank Harda Interational - 18,60 Bank Tamara Tbk *) - 15,17 Bank Patriot na Bank Mashil Tbk na Bank Sewu na Bank Aken na Bank Alfindo na Bank Baja International na Bank Dagang & Industri na Bank Dana Hutama na Bank Intan na Bank Yama na +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Keterangan: *) sudah naik ke kategori B dengan CAR di dalam kurung Na: tak tersedia data Habibie, menurut informasi itu, memerintahkan sejumlah menterinya, termasuk di antaranya Menteri Koperasi/Pengusaha Kecil dan Menengah untuk membantu Bank BNN. Alhasil, Bank BNN memperoleh suntikan dana sebesar Rp2 triliun. Bank BNN membutuhkan dana sekitar Rp 5,06 triliun agar mencapai CAR 4% dan masuk ke kategori A. Jadi suntikan dana itu memang cukup mendongkrak bank itu masuk kategori B. Nah, status suntikan ini pun tak jelas benar dan asal dana itu pun juga tak disebutkan. Namun kalangan perbankan memperkirakan dana sebesar itu diambilkan dari dana jaring pengaman sosial dan dana program-program peningkatan ekonomi rakyat. Nampaknya, ada deal antara Habibie dan Bakrie. Deal apakah gerangan? Itu yang belum jelas. Namun hubungan Bakrie-Habibie belakangan ini memang akrab. Misalnya, Bakrie bersama-sama perusahaan minyak Singapura diberi proyek pengapalan gas dan minyak Pertamina yang dulu dikuasai Tommy Soeharto dan Bambang Trihatmodjo. Namun setidaknya, kalau dibaca dari advetorial Bank BNN di Harian Bisnis Indonesia, Rabu, 16 Februari lalu, nampaknya salah satu syarat yang harus dilakukan Bakrie, Bank BNN harus menyisihkan dana itu untuk kredit tani dan usaha kecil. Tentu saja suntikan dana sebesar itu melanggar hukum karena tak melalui presedur rekapitalisasi yang diatur Bank Indonesia. Seharusnya, Bank BNN harus masuk dulu ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu disuntik bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Namun BPPN memang direncanakan akan dihapus setelah membantu sejumlah bank yang diambilalih pemerintah seperti BCA dan Bank Danamon. Jadi sebenarnya tak ada harapan bagi Bank BNN untuk lolos karena program penyelamatan bank oleh BPPN sudah tak ada lagi. Yang ada adalah program rekapitalisasi. Nah, untuk bisa ikut program ini, Bank BNN harus masuk ke kategori B dan menyerahkan bussines plan. Kalau tak mampu ya ditutup. Kebaikan hati Habibie nampaknya harus dibalas Bakrie dengan dukungan politiknya terhadap Habibie. Bulan lalu, Habibie juga telah menolong Lippo Bank dari kesulitan dengan rekapitalisasi di bawah tangan. Lippo disuntik sebesar Rp3 triliun agar Habibie bisa punya lobi ke Presiden Bill Clinton. Dukungan Amerika penting untuk pencalonan Habibie di Pemilu, Juni mendatang. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Feb 1999 jam 11:35:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
