---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 06/II/18-24 Februari 99 ------------------------------ TIMOR TIMUR DIOBOK-OBOK (POLITIK): Timtim makin keruh dengan masuknya ratusan orang-orang tak dikenal. Akan ada pembantaian dalam waktu dekat? Bendito Fortunato Pires, 25 tahun, warga kampung Bairopite, Dili tewas tertembus peluru yang menembus kepalanya. Bendito tewas setelah terjadi keributan antar faksi. Menurut para saksi mata sejumlah provokator bersenjata api memasuki wilayah itu dengan mobil terbuka dan melepaskan sejumlah tembakan. Massa pro-kemerdekaan yang tingal di daerah itu keluar dengan memegang senjata tajam. Namun, dor, Bendito roboh dan tewas. Insiden Bairopite membuat masyarakat Dili cemas karena provokator mulai bergerak. Hingga kini tak diketahui siapa gerombolan yang melepaskan tembakan dan menggunakan kendaraan terbuka plat merah itu. Bairopite sebenarnya tempat yang cukup aman. Di sana ada kompleks Brimob dan komplek satuan Kopasgat TNI-AU. Di wilayah itu pula terdapat perumahan Bairopite yang mayoritas penghuninya kaum pendatang dari Jawa, NTT dan Sulawesi Selatan. Kecemasan warga Dili beralasan. Selain telah terjadi ketegangan di kalangan warga Dili sendiri, belakangan ratusan pemuda tak dikenal turun dari kapal penumpang di pelabuhan Dili. Mereka rata-rata bertubuh tegap. Ada yang menduga orang-orang ini didrop untuk membuat kekacauan di Dili. Memang setelah "pendaratan" itu terjadilah insiden Bairopite yang menewaskan Bendito. Kejadian macam begini, nampaknya akan makin marak di hari-hari mendatang. Peluru yang menembus kepala Bendito pun masih misterius. Brimob yang dituduh menembak Bendito membatah keras. Kadispen Kepolisian Kadispen Kepolisian Daerah Timor Timur (Timtim) Kapten (Pol) Drs Widodo menolak aparatnya melakukan penembakan terhadap Bendito. Jenasah Bendito Selasa (16/2) kemarin dimakamkan di pemakaman umum Santa Cruz dengan diiringi ribuan orang Timtim. Suasana Dili pun jadi lebih tegang, meski sama sekali tak ada gangguan keamanan. Ribuan massa pro-kemerdekaan Timor Timur membentuk arak-arakan panjang prosesi pemakaman pemuda asal Viqueque itu dengan berpakaian serba hitam. Sejumlah pemuda tampak membentuk barisan keamanan dan membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. Prosesi dikawal dengan iringan sejumlah sepeda motor dan bentangan spanduk besar bertuliskan "Hentikan Kekerasan di Timor Timur". Kalangan pro-kemerdekaan nampaknya makin terdesak, apalagi Kelompok Mati Hidup untuk Integrasi (Mahidi) milisi bentukan ABRI dan Garda Muda Penegak Integrasi (Gadapaksi) mulai ringan menarik picu senjata api yang dibagikan ABRI. Mahidi dan Gadapaksi, yang ratusan anggotanya pernah memperoleh latihan militer di Markas Komado Kopassus, Cijantung, Jakarta, memang telah siap berperang dan siap memenangkan peperangan. Dili memang benar-benar dikuasai milisi pro-integrasi, apalagi ABRI benar-benar mendukung mereka. Akan halnya pendukung kemerdekaan di Dili seperti CNRT, Ojektil dan organisasi-organisasi kecil lainnya, sama sekali tak memiliki senjata api. Para pimpinan CNRT bahkan harus bersembunyi dan berpindah-pindah untuk menghindari tindak kekerasan dari orang-orang pro-integrasi. Munculnya kekuatan pro-integrasi ini memang agak mengherankan mengingat selama ini praktis peta kekuatan politik di Timtim dikuasai para pemuda pro-kemerdekaan. Selain dukungan ABRI dan bekal senjata api, gerakan milisi prointegrasi diduga juga akan didukung oleh "sukarelawan" yang turun dari kapal itu. Ihwal provokator ini dibantah Kapolda Timtim, Kol (Pol) G.M Timbul Silaen. Polisi, kata Silaen, belum menemukan indikasi masuknya provokator ke wilayah bekas jajahan Portugis itu. "Informasi masuknya ratusan provoktor dari luar Timtim hanyalah isu yang bertujuan untuk meresahkan masyarakat," katanya kepada pers di Dili. Namun, pantauan Xpos di Dili menunjukkan, masyarakat Timtim, khususnya warga Dili makin resah akibat merebaknya isu bahwa sedikitnya sekitar 250 orang provokator telah masuk kota, mereka diduga masuk dengan menggunakan KM Dobonsolo dan KM Awu. Isu yang makin gencar tersebut mendorong masyarakat untuk mengungsikan keluarga maupun harta benda yang dimilikinya. "Kami tidak ingin mengambil risiko sebagaimana kejadian di Ambon maupun di daerah lainnya, karenanya kami terpaksa mengungsikan keluarga dan harta benda ke Atambua," ujar Mali Mau, salah seorang warga Dili asal Atambua. Wilayah yang dikuasai prointegrasi tak hanya Dili, ibukota Timtim itu, namun juga Maubara, kota kecamatan yang jaraknya sekitar 60 kilometer arah barat Dili. Maubara adalah kota di tepi pantai, masuk dalam wilayah Kabupaten Liqiuca dan merupakan kota strategis yang dilalui jalan propinsi Dili-Atambua (Nusa Tenggara Timur). Kelompok Besi Merah Putih, organisasi baru yang dipimpin Manuel Sousa, tokoh pro-integrasi setempat, melakukan pencegatan, pengrusakan rumah para pendukung kemerdekaan di Maubara. Sejumlah rumah kepala desa dihancurkan dan isinya dijarah. Timtim seperti diambang anarki. Para milisi prointegrasi sudah siap dengan senjata di tangan. Falintil, sayap militer CNRT yang memiliki senjata, masih tertahan di hutan karena terhadang pasukan ABRI. Nampaknya beberapa pembunuhan politik akan terjadi dalam waktu dekat ini di Dili. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Feb 1999 jam 13:19:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
