---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Saya adalah Mamahid (Mantan mahasiswa ikatan dinas) yang termasuk terdampar ditempat belajar,karena sejak awal saya tidak menyetujui dengan apa yang dinamakan "Super Semar" sehingga lebih dari 30 tahun saya dan teman2 lainnya menjadi manusia tanpa kewarganegaraan dinegara "Blok Sosialis di Eropa Timur" dan baru sesudah proses demokratisasi negara dimana kami tinggal,kami minta kewarganegaraan setempat. Saya beragama Katolik,dan dalam tahun 60an saya tiap tahun diundang untuk menghadiri pertemuan mahasiswa2 Indonesia yang beragama Katolik yang sedang belajar di Eropa Timur yang diadakan baik di Jerman Barat (saat itu),Perancis,Belanda atau Belgia. Tahun 1964 saya berkenalan dengan Romo Mangun,yang waktu itu sedang kuliyah Arsitektur di Aachen,kami berkenalan disalah satu desa kecil,desa Embueren,Kreis Lingen di Muensterland di Jerman Utara,didekat perbatasan Belanda,dimana Romo Mangun mencarikan kerja musim panas untuk saya,dan dalam kesempatan itu juga mengadakan misa digereya setempat dan selama 3 hari banyak kami bertukar pikiran. Terachir saya bertemu dengan Romo Mangun pada bulan September 1965, dan sampai sekarang saya masih ingat segala wejangannya dan karena itu saya selalu menganggap Romo Mangun sebagai pebimbing rohani saya,dan saya sangat bangga karena itu. Ber-kali2 saya mencoba menghubungi beliau sedemikian caranya supaya tidak merugikannya,karena saya termasuk orang yang mbalelo,tetapi tanpa hasil. Dua minggu yang lalu saya ingin mengirim surat untuk Romo Mangun liwat E-mail Solidamor,saya akan menyesal seumur hidup karena tidak saya lakukan. Juga tahun yl. ketika setelah 35 tahun saya mendapat kesempatan untuk meninjau Tanah Air,saya mencari Romo di Yogyakarta, ternyata juga gagal,karena saat itu Romo ada di Boyolali. Romo Mangun, kulo matur nuwun dene Romo Mangun sampun dados penuntun rohani kulo,lan kulo ugi bahagia sanget saget kalebet tiyang ingkang tepang kaliyan panjenengan . SUGENG TINDAK ROMO ! Terjemahannya : Romo Mangun,saya berterimakasih bahwa Romo Mangun telah menjadi Pelindung jiwa saya,dan juga saya sangat berbahagia,bahwa saya termasuk salah seorang yang kenal dengan Romo. SELAMAT JALAN ROMO ! F.X.Sokiman ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 02:56:23 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
