----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

20 TOKOH OPM AKAN TEMUI PANGDAM
Diantarnya Terhadap Kepala Staf Umum Mathias Wenda

Sumber : Cenderawasih Pos, 16 Februari 1999

Niat Pangdam VIII/trikora Mayjen TNI Amir Sembiring untuk mengadakan dialog
dengan tokoh OPM (organisasi Papua Merdeka), makin transparan. Bahkan saat
ini
sebanyak 20 orang tokoh OPM pimpinan Mathias Wenda tengah berada di
Jayapura.

Namun, kapan kepastian dialog antara Pangdam dengan 20 tokoh utusan OPM
tersebut belum dapat dipastikan. Mengingat saat ini Pangdam berada di luar
daerah.

Sementara keterangan yang diperoleh Cenderawasih Pos ke 20 orang tim
delegasi
OPM utusan Mathias Wenda telah d tiba di Jayapura semalam. Dan sementara
mereka
menginap di Hotel Ermasita. Belum di ketahui, apakah dari 20 tamu ini sudah
terdapat Mathias wenda belum di ketahui pasti. Yang jelas sesuai data yang
peroleh satu dari tamu itu disebut-sebut sebagai pejabat Kasum (Kepala Staf
Umum versi Mathias Wenda). Keterangan yang diperoleh , ke 20 utusan Mathias
Wenda datang ke Jayapura berdasarkan surat undanganb Pangdam VIII/Trikora
dalam
rangka berdialog, sebagaimana yang direncanakan semula.

Petugas Hotel Ermasita yang dihubungi Cenderawasih Pos semalam, membenarkan
keberadaan 20 tamu tersebut. Tamu tersebut di antar langsung komandan sala
satu
non organik. Seorang sumber membenarkan jika ke-20 tamu akan bertemu
langsung
dengan Pangdam hanya kapan waktunya belum bisa dipastikan. ''Pokoknya nanti
mas
pantau saja, besok mungkin mereka akan melaporkan diri,'' jawabnya teralik
telepon dari Hotel Ermasita. Ditanya apa dari ke 20 tamu itu terdapat nama
Mathias Wenda, dikatakan tidak ada.

Hanya saja Kapendam VIII/Trikora Letkol Inf Herry Risdiyanto dan Karo
Pemerintahan Pemda Irja Drs PS Ukung  dokonfirmasi secara terpisa semalam,
mengatakan tidak tahu menahu kedatangan 20 tamu tersebut. Meskipun demikian,
kata kapendam bila itu benar utusan OPM yang ingin berdialo dengan panglima,
itu sangat positif dan telah direncanakan sejak awal. Karena kenyataan
dengan
kenyataan ini menunjukan adanya keterbuakaan. Sehingga kita bisa
mempertemukan
perbedaan pendapat selama ini. (don/lia)

==================================================================
Pembagian Royalti FI Permainan Elit Politik

Sumber  : Cenderawasih Pos, 16 Februari 1999

Jayapura, Cepos,

Setujuan PT Freeport Indonesia Company (FIC) membayar royalti tambahan ke
pemerintah Indonesia, atas pembangunan volume produksi di atas 200 ribu ton
biji tambang perhari dan berlaku mulai 1 januari 1999 akan berdampak negatif
pada anak cucu bangsa Indonesia.

''Masyarakat tidak akan menerima hal itu, sebab masyarakat lokal juga akan
berpikir  bahwa penambahan produksi di atas 200 ribu ton biji tambang per
hari,
maka anak cucu kita tidak akan menikmatinya. Karena hal itu sebagai ulah
elit
pengusaha asing dan elit pemerintah kita,'' jelas pelaksana harian (Plh)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jayapura paul baut kepada Cenderawasih Pos,
kemarin.

Menurut dia, kekhawartiran masyarakat Irja khususnya masyarakat yang
bermukim
di kawasan penambangan Tembagapura ini perlu dimaklumi. Sebab, peningkatan
penambangan produksi di atas 200 ton biji tembaga per hari, pemerintah
Indonesia juga mendapat iming-iming kenaikan tambahan 200 persen Royalti
dari
PT FIC.

Masyarakat pedalama di puncak Gresbergst Tembagapura, kemungkinan ada rasa
tidak tahu, bagaimana proses itu, tetapi masyarakat kecil tersebut selama
ini
tertekan dan tidak tahu bagaimana proses riyalti dan keuntungan yang diraih
dari segala urusan yang mengenai tambang di Tembagapura ujar Paul baut.

Yang diketahui oelh lapisan masyarakat kata dia, adalah transparansi
mengenai
pembagian royalti itu. Kekayaan yang diambil oleh pengusaha asing dan
pengusaha
Indonesia, akan berdampak pada kerusakan lingkungan. ''Inikan bisa
menimbulakan
kerawanan juga di irja karena masyarakat sendiri akan saling
curiga-mencurigai
yang mana  akan bernampak pada tantanan hidup masyarakat juga dong,''
katanya.

Sementara perhitungan masih dilakukan, rakyat pedalaman Tembagapura tidak
tahu,
sementara setelah perhitungan habis, PT FIC mulai mengambil alih semua
dengan
habis-habisan mengambil bijih tambang yang sangat banyak. Tampa melihat
faktor
lingkungan yang nantinya berdampak pada, kelangsunan idup bangsa terkecil di
dunia.

Oroentasi dari PT FIC adalah memperkaya diri sendir, sebab tidak ada satu
pun
pengusaha yangmau rugi setelah membayar royalti yang cukup besar. Sementara
orientasi rakyat adalah ingin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
''Ini
akan tidak bersatu, mana ada pengusah seperti FIC mau rugi, anggak ada.
Karenanya seharusnya FIC juga memperhatikan kelangsungan hidup berbangsa di
tempat penambangan. Sementara unutk rakyat Irian Jaya sendiri hanya bisa
diperkirakan pada pembagian royalti yang selama ini menjadi keributan,
padahal
tidak menyadari bagaimana nanti setelah massa kontrak FIC habis terus
kekayaan
alam kita habis juga, anak cucu kita tidak dapat menikmati. Ditambah
kehancuran
lingkungan hidup yang jelas akan ditinggalkan oleh pengusaha itu,'' katanya.

Karena itu, seharunya pemerintah jangan memikirkan royalti yang besar saja,
tampa melihat ke depan. Sebab kekayaan alam itu akan habis di ambil
semuanya.
Anak cucu bangsa tidak dapat menikmati lagi. ''dan pengusaha tidak mau
peduli
lagi sama kita setelah habis kontraknya,'' katanya. (mul)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 02:55:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke