----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Kalangan DPR dan Mentamben menuntut diadakannya tender ulang atas
penunjukan PT.  Asuransi Tugu Pratama  sebagai penanggung atas obyek
asuransi Pertamina dan K.P.S. (Kontraktor Production Sharing) yang telah
dilakukan  oleh Dirut Pertamina  Martiono Hadianto  melalui surat
edarannya  No: 58/facs/c0000/99.

Yang menjadi pertanyaan adalah ..bukankah TUGU telah membayar klaim
semacam Kilang Cilacap  yang ratusan ribu dollar atau bahkan jutaan  dan
Asuransi Tugu Pratama adalah milik Pertamina..?

Untuk mengetahui letak monopoli nya seharusnya kita mengetahui permainan
bisnis ini  tidak cuma gembar gembor yang tidak ilmiah.
Bisnis Asuransi Migas dulunya dikelola oleh Salah satu asuransi BUMN
dan atas ide seorang mantan  anggota MPR yg didukung oleh group Cendana
membentuk asuransi TUGU PRATAMA yg  sebelumnya dari TUGU HONGKONG
berfungsi sebagai  pialang  dalam penempatan bisnis asuransi Pertamina.
Semenjak saat itu Tugu selalu memonopoli bisnis Pertamina bahkan dgn
dukungan BOB Hasan telah memonopoli bisnis Asuransi marine cargo untuk
export kayu lapis dari Indonesia.mellui  APKINDO .(asiasi perkayuan
Indonesia )

Sekedar informasi bahwa tahun 1998 premi yg dibayarkan oleh KPS sejumlah
USD 75 juta  sedangkan seharusnya premi itu USD 22,5 juta ,itupun TUGU
telah mendapatkan  reinsurance commission sebesar 30 persen ...,belum
lagi bisnis Pertamina sendiri  ....waaooow.
Jadi jangan heran bila Dirut Pertamina akan tetap mempertahankan bisnis
itu untuk ditempatkan di Tugu Pratama.

Yang menjadi masalahadalah  hingga kini  tidak ada  ahli -ahli Asuransi
Migas di Indonesia ..meski Tugu menugaskan orangnya di London mereka
tidak lebih dari budak perusahaan seperti MINET ,Energex...dll.
Sehingga bila ini berlanjut jangan harap ada transfer technology kpd
bangsa kita.sebab fungsi Tugu tidak lebih dari maklar yg makan komisi
karena risiko yg katanya ditahan oleh TUGU hanya sebesar 2%,makanya
kalau dibilang bahwa Tugu telah membayar Klaim kilang Cilacap ...it's
big joke.....' yg bayar adalah Reasuradur diluar negeri .

Sudah saatnya Para anggota DPR  dan Mentamben membenahi ini semua jika
tidak beban pertamina akan semakin berat dan akibatnya Negara dirugikan
dan rakyat yg menderita.

Sonni

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 03:04:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke