----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: plucky duck

Saya ingin menanggapi sesuai dengan secuil pengetahuan saya

> USD 100,000,- . Kurs dollar saat itu katakan 10,000
> rupiah per USD. Pejabat pemerintah minta agar
> kontraktor bersedia hanya dibayar dengan kurs 5,000
> rupiah per USD. Kontraktor setuju dengan pembayaran
> itu (daripada tidak dibayar samasekali), sedangkan
> sang pejabat tetap membudgetkan dengan kurs10,000
> atau bisa saja dengan 8,000 rupiah per USD dan
> perbedaan budget dan aktual pembayaran masuk
> kantong dengan aman. Kalau tetap dibudgetkan

Setahu saya kontrak (kalau sudah jadi kontrak) selalu dibelikan valasnya,
jadi tidak mungkin hal nego seperti itu terjadi
dan kalau ada selisih kurs seperti itu kan ada klaulsul ttg hal tsbt

saya kira anda hanya dengar dengar saja.
kalaupun ingin bermain caranya tidaklah sekasar itu!

> - pengaruh fundamentalis Islam yang terus bermimpi
> mendirikan Negara Islam Indonesia hanya karena
> bangsa Indonesia mayoritas beragama Islam dan
> mempunyai kecenderungan memperuncing konfilk
> antar agama dan menggunakan teror dan kekerasan
> untuk mencapai tujuannnya

saya kira sah sah saja mendirikan negara dalam bentuk apapun asal sesuai
dengan
kehendak rakyat banyak

ingat bung kita kan ingin menjadi negara demokrasi!

> - pengaruh kultur dekadensi moral Barat dengan
> kebebasan yang diartikan salah (kebebasan sex,
> pengaruh kekerasan dalam film Barat, budaya
> pemakain ekstasy dan sejenisnya) walaupun tentunya
> banyak budaya barat yang punya pengaruh positif
> seperti budaya berpikir kritis, pengormatan terhadap
> HAM, dan juga kultur kesetaraan, dan konsep
> demokrasi.

kebebasan sex?
silahkan anda bandingkan kawin dibawah umur dengan kebebasan sex barat

saya kira kultur kekerasan bukan monopoli budaya film barat
lihat saja kebringasan massa yg main hakim sendiri, menjarah dll

saya baru tahu bahwa pemakaian ekstasy dan obat terlarang adalah budaya
barat
kalau begitu mengapa gudang pembuatan heroin, opium dlsbnya  ada ditimur?
seperti di segitiga emas (kamboja burma thailand), afghanistan, iran dsbnya?

dan lagipula
you're a grown up
you've yr own mind
nobody can told you what to do

dengan maraknya
> berbagai protes dari Cina perantauan diseluruh dunia
> dengan apa yang terjadi di Indonesia pada tanggal
> 13-14 Mei 1998 ada indikasi yang kuat bahwa Cina
> perantauan di Indonesia bukan / belum merupakan
> bagian yang integral dari bangsa Indonesia tapi lebih
> merupakan bagian yang integral dari 'International
> Chinese Society' yang melakukan gerakan menuju
> 'Chinese concur the world' suatu obsesi dari bangsa
> Cina untuk menguasai dunia).

Saya jadi bingung melihat anda ini,
ketika terjadi kerusuhan tidak ada seorangpun didalam negeri yang mengecam
kejadian tersebut, rata rata semuanya berbicara the chinese indonesian
deserve it
itulah akibatnya hidup eksklusif, tidak berbaur dsbnya

baru setelah ada tekanan dari luar, muncullah para sok  pahlawan asasi
kesiangan yang berbicara seakan-akan mengutuk peristiwa kerusuhan walaupun
ujung-ujungnya masih juga "the chinese" asked for it

sampai artikel majalah panji terbarupun masih mengatakan demikian
cina indonesia harus memetik pelajaran dari penjarahan perampokan pembakaran
krn mereka tidak berbaur.

sekarang silahkan anda gunakan kata berbaur dan ekslusif  tersebut untuk
para pengungsi korban kerusuhan dipelbagai pelosok indonesia yg rusuh

saya baru tahu ada gagasan chinese concur the world...
kalau anda belajar sejarah
dari dulu sampai sekarang suku bangsa china tidak pernah dapat bersatu
lihat saja sejarah panjang penjajahan yang dialami bangsa china
dan dengan begitu banyak dialek bahasa dan ciri kedaerahan
saya kira hal tersebut tidaklah akan mungkin terjadi

saya memperkirakan pikiran seperti ini (mirip seperti anti semit tetapi yg
ini sasarannya chinese) masih melekat erat dikalangan pribumi indonesia,
saya mohon tinggalkan cara pemikiran pengelompokan berdasarkan ras dan
prasangka buruk

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 05:14:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke