----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


DEMO PRO-SOEHARTO MINTA  HUJATAN  DI STOP

        JAKARTA (SiaR,19/2/99), Sekitar 1.500 demonstran pro-Soeharto Rabu
(17/2) lalu mengadakan aksi di Kejagung. Mereka menuntut dihentikannya
hujatan dan proses penyidikan terhadap Soeharto. Para demonstran itu mengaku
tanpa malu malu dibayar antara Rp 7.500 hingga Rp 15.000.

        Agaknya upaya kelompok Soehartois untuk membuat demo tandingan tetap
dilakukan agar proses pengadilan terhadap mantan Presiden Soeharto
dihentikan. Para demonstran yang kebanyakan anak baru gede (ABG) itu
menamakan diri Angkatan Muda Anti-Anarki (AMAR) dan Front Pemuda Pelajar
Anti-Revolusi (FPPAR). Demonstrasi yang diikuti oleh  pemuda  yang rata-rata
berpostur anak sekolah menengah itu juga diikuti beberapa ibu dan bapak.

        Ribuan pengunjuk rasa itu menumpang 20 Kopaja dan Metromini jurusan
Tanjung Priok dan Kemayoran. Lainnya menggunakan 4 buah Bis Hiba Utama.
Sekitar pk 10.30 WIB mereka langsung memadati pintu gerbang Kejagung yang
masih terkunci dan terhalangi pagar kawat berduri. Para pengunjuk rasa
membeberkan spanduk dengan ogah-ogahan, berisi tuntutan mereka. Salah
seorang bapak bernama Darman, mengaku hanya sekadar ikut saja dan lumayan
katanya diberi upah Rp 15.000, tanpa mengetahui siapa yang memberi uang
tersebut. "Yang jelas kendaraan sudah disiapkan dan kami hanya naik dan
janjinya nanti akan diberi uang," kata bapak yang sehari hari bekerja
sebagai tukang loak tersebut. Seorang pemuda 18 tahunan juga mengatakan,
"Saya ikut kesini juga nggak ada tujuan apa-apa, cuma ikut-ikutan saja."

        Demikian juga penuturan seorang ibu yang sempat diwawancara reporter
Cakrawala/Anteve mengaku; "Lumayan dapat 15 ribu ribu perak, buat jajan
anak-anak," katanya polos.

        Meski sebagian besar pengunjuk rasa itu pemuda usia anak sekolah
namun tidak seperti demonstran biasanya yang tampak bersemangat dan
cenderung garang tetapi kali ini bahkan sering terlihat malu-malu dan tidak
bersemangat. Saat 6 orang delegasinya diterima Kepala Pusat Operasi Intel
Kejagung, Sudibyo Saleh SH salah seorang jurubicara yang mengaku bernama
Yusril Indra membacakan sejumlah tuntutan. Antara lain agar Kejagung segera
mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap Soeharto ke masyarakat. Dengan
demikian elit politik yang haus kekuasaan tak bisa mempolitisirnya.

        "Katakan lah jika tidak ada bukti, ya tolong diumumkan," ujarnya
salah seorang jurubicara.  Pemuda tersebut juga mengancam, "Kami akan
memobilisir masa pendukung kami yang berjumlah 10 ribu di Jakarta ini untuk
demo lagi jika tuntutan kami tidak diperhatikan."

        Seorang petugas keamanan di Kejagung yang hanya bersenjatakan rotan
mengaku sempat panik, karena mengira mahasiswa berdemo lagi. Namun setelah
melihat spanduk spanduk yang dibentangkan rombongan pendemo, mereka segera
terlihat santai dan kembali kembali tertawa-tawa.

      Pk 11.00 WIB rombongan ini meninggalkan Kejagung. Aksi demo kelompok
pendukung Soeharto ini merupakan aksi demo kelompok pro-Soeharto yang ke dua
setelah yang pertama dilakukan  saat pemeriksaan Tutut di Kejagung. Aksi ini
dikoordinir oleh YAKMI yang berkantor di kawasan Pamulang.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 11:45:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke