----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


KORBAN TEWAS DI DILI BERTAMBAH LAGI

        DILI (MateBEAN, 19/2/99),  Hanya sehari setelah terbunuhnya Benedito
Bernado Pires (25), pemuda pro-referendum di Desa Bairo Pite, Dili,  Juanico
(18), penduduk Desa Liquisa, seorang pemuda prointegrasi tewas ditangan
pemuda proreferendum di Desa Fatubou, Kecamatan Maubara, Kabupaten Liquisa,
Senin (15/2) lalu. Korban tewas akibat tusukan dan bacokan senjata tajam
setelah dikeroyok puluhan pemuda pro-referendum.

        Insiden ini bermula dari penyanderaan oleh pemuda pro-referendum
terhadap Paulino da Silva, seorang pemuda pro-integrasi. Mendengar kejadian
itu, Juanico, anak dari Antoni Gomes, anggota Milsuk Kodim Liquisa,
mengumpulkan beberapa orang rekannya. Setelah terkumpul sekitar sepuluh
orang, Juanico Gomes bersama kawan-kawan berangkat menuju ke Desa Fatubou,
lokasi penyenderaan. Namun, sebelum rombongan tiba di lokasi, sekelompok
pemuda pendukung kemerdekaan melakukan penghadangan, sehingga perkelahian
tidak terhindarkan lagi.
Perkelahian yang menggunakan senjata tajam berupa tombak, parang dan panah
tersebut berjalan tak seimbang. Juanico Gomes, pelajar SMU Negeri Liquisa,
akhirnya tewas terkena tombak dan parang.

        Korban Juanico Gomes dimakamkan hari Rabu (17/2) di pemakaman umum
Liquisa. Perseteruan antara kelompok pro-integrasi dan pro-kemerdekaan makin
tajam. Sementara imbauan para pimpinan organisasi yang ada agar
masing-masing pihak menahan diri tampaknya kurang diindahkan.

        Soal insiden lain, sebuah sumber MateBEAN menyebutkan, pada 16 Pebruari
lalu pihak Besi Merah Putih merencanakan penyerangan ke Liquica, untuk
selanjutnya masuk ke Dili. Karena rute yang akan dilalui dijaga ketat oleh
kelompok prokemerdekaan, maka mereka memilih lewat gunung. Kelompok ini
menempuh jalan dari Vatuvou. Namun di Lebu-ha'e, Desa Vatuvou - mereka
bertemu dengan sekelompok orang yang mereka  duga adalah kawan mereka
sendiri. Mereka juga mengikatkan bendera Merah Putih di leher dan kepala
mereka, sama seperti yang dipakai Besi Merah Putih.

        Kelompok ini dari kejauhan melambai-lambaikan tangan. Kelompok Besi
Merah Putih pun mendekat, namun ternyata semua itu hanya jebakan. Selain
yang menyamar tadi, tiba-tiba banyak orang yang bersembunyi di balik
semak-belukar bersenjatakan panah, parang, samurai, ketapel, muncul dan
menyerang Besi Merah Putih.

        Korban dari Besi Merah Putih berjatuhan. Joanico Gomes, siswa SMU I
Liquica, tewas. Paulino dan Piter, anggota Besi Merah Putih lainnya luka
parah dan kini dirawat di rumah sakit militer Wirahusada. Bentrokan yang
memakan korban jiwa nampaknya akan terus terjadi di Timor Timur. Sedangkan
ABRI hingga saat ini terkesan membiarkannya.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 12:23:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke