---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Milisi pro-otonomi bersenjata api bergerak di kota Dili Tindak kekerasan oleh kelompok pro-otonomi masih terus berlanjut. Kali ini korbannya adalah seorang pedagang sayur berusia 25 tahun, Benendito de Jesus. Ia tewas ditembak di depan anggota Brimob di depan kompleks Perumnas Bairro-Pite (kurang lebih 50 meter dari Asrama Brimob A, Dili Barat), tanggal 14 Februari 1999, pukul 16.15 waktu setempat. Peluru, yang sempat diidentifikasi bermerk NK-1978, menembus kepala yang mengakibatkan korban langsung tewas di tempat. Berikut informasi dan hasil investigasi Yayasan HAK. Hari minggu (14/2/1999), Francisco Carvalho datang ke rumah salah seorang kerabatnya di Ailok Laran, desa Motael, Dili. Disebutkan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk menumpang nonton acara pertandingan tinju Oscar de Lahoya yang disiarkan oleh TV. TV miliknya kebetulan sedang rusak. Kerabat yang didatanginya tidak menerima dan keberatan atas kedatangan Francisco Carvalho. Tuan rumah menentang sikap politik Francisco Carvalho yang pro-otonomi. Terjadi percekcokan diantara mereka. Pada saat itulah Cancio Carvalho, adik Francisco Carvalho, dan pimpinan milisi pro-otonomi MAHIDIN, tiba dengan sebuah mobil Pick Up (Kijang) berwarna Merah bersama beberapa orang. Cancio dan rombongannya baru saja mengunjungi rumah Francisco Carvalho dan diberitahu bahwa Francisco sedang pergi ke rumah seorang kerabat. Cancio datang ke tempat itu untuk menyusul Francisco Carvalho. Tiba ditempat, mendengar percekcokan antara abangnya dengan orang lain, Cancio Carvalho langsung mengambil senjata laras panjang jenis SKS dan melepaskan tembakan satu kali ke udara. Penduduk sekitar daerah yang mendengar suara tembakan senapan ramai datang untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Melihat orang ramai berdatangan, Cancio Carvalho dan beberapa orang yang datang bersamanya (diduga anggota MAHIDIN) melarikan diri dengan mobil mereka. Massa yang semakin banyak berdatangan mengejar rombongan yang melarikan diri itu. Anggota kelompok Mahidin melarikan mobil menuju di Asrama Brimob dan masuk ke dalam. Polisi yang sedang menjalankan tugas jaga dan anggota MAHIDIN kemudian menghadang penduduk yang mengejar. Sesaat kemudian, terdengar suara tembakan beberapa kali dari arah Asrama Brimob. Benendito de Jesus, seorang penjual sayur, yang kebetulan sedang berada di depan Asrama Brimob diterjang peluru. Sebutir peluru menghantam kepala Bendito de Jesus. Ia mati di tempat. Jenazah korban sempat diotopsi oleh dokter Virna Maria Gusmao dan dokter dari Polda Timor Timur. Rumah Sakit Umum Dili, pada tanggal 15 Februari 1999, dari pukul 10.30 sampai 15.00 waktu setempat. Menurut rencana, korban akan dimakamkan pada tanggal 16 Februari sekitar pukul 08.00 pagi. Dalam proses otopsi tim dokter memeriksa bagian kepala yang terkena tembakan, tanpa memeriksa tubuhnya secara keseluruhan. Seorang warga sipil mati dengan kepala ditembus peluru didepan beberapa anggota Brimob. Bahwa kejahatan berlangsung dan disaksikan oleh aparat keamanan tidak membuat kasus itu segera bisa ditangani. Sampai informasi ini diturunkan, proses hukum yang "wajib" ditegakkan oleh "aparat penegak hukum" belum dijalankan. Kepolisian menyatakan bahwa sampai saat ini belum ditemukan siapa pelaku yang melepaskan tembakan yang mengakibatkan tewasnya Bendito de Jesus. "TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA TANPA PEMBEBASAN DI TIMOR LESTE" FORTILOS Forum Solidaritas Untuk Rakyat Timor Timur Jl. Siaga II No.31, Pejaten Barat, Jakarta 12510 Telp. (021)79192763 Fax. (021)79192519 e-mail: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 23:29:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
