----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

3:20 AM
Tulisan " Mencari  Tuhan " itu ternyata mengundang masalah.
Beberapa teman se iman yang " alim " kekanak kanakan
mencoba melancarkan kampanye menyerang saya dengan
hujatan bahwa saya bukanlah seorang muslim alias seorang
dari agama lain yang mencoba megacaukan Islam. Bahkan seorang
mas ABRI sampai berteriak " Masya Allah " sebelum mendamprat
saya sebagai komunis ( saya anjurkan pada dia ,lain kali menyebutkan
" Masya Wiranto " karena Tuhan nya  Abri  itu adalah pimpinan
atau Pangti ) Dan seorang penganut Seven Day Adventist  yg
tersinggung karena agamanya cuma dibilang sempalan dan " cultism "
mengirimkan emailnya pada saya berusaha mengingatkan bahwa
saya salah paham . Lucunya justru di milis Riska yang bernapaskan
Islam, tulisan itu tidak mengundang polemik . Bahkan mendapatkan
beberapa respon positif .

Seharusnya saya memang mengingatkan bahwa saya menulis
bukan untuk menyenangkan satu pihak dan mengecewakan pihak
lainnya. Bagi saya setuju atau tidaknya anda pada tulisan saya
tidak menjadi soal. Saya toh bukan badut yang dibayar untuk
menyenangkan hati anda. Dan jelas juga saya bukan pelacur yang
sedang berusaha memuaskan emosi anda dengan kesamaan paham
dan pemikiran.

So , Agama apapun  yang anda anut, anda tidak perlu merasa
terpojokan karena tulisan saya cuma berupa evaluasi, sebuah
kritik tanpa ada maksud menghina agama manapun.

Bila mau lebih berterus terang, sebenarnya di hati semua
orang selalu ada keragu raguan, sejumlah tanda tanya tentang
agamanya sendiri atau Tuhan. Ada orang yang ragu ragu
kemudian berhenti untuk bertanya tanya, ada juga yang terus
menerus berpikir dan mencoba mencari jawaban. Dan saya
mungkin ada di golongan manusia terakhir ini..

Kemenangan Science

Peradaban maju yang kita nikmati sekarang ini adalah
hasil jerih payah dari science bukan religion.Dan bila
anda mau jujur agama memang sebenarnya
tidak pernah membawa anda kemana mana, kecuali
ketenangan psikologis karena anda percaya akan adanya
Tuhan sambil mengharapkan tempat yg layak setelah mati nanti.

Hampir setiap hari science menghasilkan penemuan
yang berguna bagi umat manusia. Dari dunia medis seperti
pengembangan obat obatan untuk memerangi penyakit,
melipat gandakan dan memperbaiki mutu suplai makanan,
memperpanjang umur manusia dengan advanced nutrition.
Sampai dengan kemudahan hidup dengan adanya tehnology
informasi, pada saat yang sama tidak ada hari yang lewat
di muka bumi ini tanpa adanya pertentangan dan pembunuhan
sesama manusia karena "religious convictions"

Alibi seperti ini jelas susah anda tolak.Dan kalau anda
berjiwa besar, maka anda akan manggut manggut pada
saat membaca tulisan saya yang anda baca lewat di layar
komputer via  " tehnology " yang di temukan science itu dengan
lapang dada. Religion dalam hal ini memang tidak berdaya,
itulah akibatnya di kolom beberapa newspaper di Amerika
saya membaca betapa para penulis anti religion  yg menTuhan
kan science menyudutkan kaum agamais dengan sewenang
wenang dengan mengatakan agama tidak menghasilkan apa
apa sedang science jelas memperkaya dan mempermudah
peradaban.

Kritik Untuk Agama.

Ingin sekali saya menolak kenyataan bahwa science dalam hal
ini memang telah menang .Dan karena saya merasa juga dalam
lingkaran orang yang beragama, saya tidak bisa memojokan
science, sebelum saya melakukan sejumlah otokritik terhadap
dogma  yang kita anut bersama sama.

Terhadap Bible saya meragukan pernyataan:
-Umur bumi tidak lebih dari 5000 tahun
-Umur Adam , Ibrahim, Musa rata rata diatas 500 tahun.
-Penciptaan alam semesta cuma 7 hari?
-Mem "bapak"an Tuhan seolah olah Tuhan ini laki laki?
 ingat setiap berdoa mereka bilang " Father in Heaven "
-Loth yang melakukan incest dengan 2 anaknya sendiri.
-Banjir Nuh.

Terhadap Al Quran saya menyangsikan:
- Kontradiksi antara Tuhan yang maha pengampun
dengan Tuhan yang maha adil.
( Dalam konteks pengadilan, seorang hakim yang adil
tidak akan mendahulukan insting " maaf dan ampun"
dalam menyelenggarakan sidang , sebab bila itu dilakukan
 maka  vonis yg di hasilkan Hakim itu sudah
tidak adil karena tercemar emosional yang subjektif )
-Surga dalam Quran sangat terasa komikal dan surealis
( sungai madu, susu, perawan dan perjaka tampan )
-Muhammad dalam Quran terlalu tinggi posisinya
seolah dia menjadi wakil Allah.Padahal Muhammad
adalah manusia biasa yang bertugas sebagai
penyampai omongan Tuhan.


Opss...saya mesti ke Airport.
sudah jam 4 pagi..

Saya sambung lagi minggu depan...


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Feb 1999 jam 11:02:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke