----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: iwans

Jum'at sore, 19 Februari 1999 diadakan jumpa pers di Jakarta dan pada
kesempatan itu diedarkan pernyataan pers dari Letjen TNI Purn. Prabowo
Subianto. Berikut kutipannya :

                          Saya ingin menyampaikan tanggapan saya atas
berbagai pernyataan
                          akhir-akhir ini, terutama yang menyangkut
tentang peranan saya dalam
                          pengerahan pasukan pada rangkaian kejadian
antara 12 Mei 1998 sampai
                          dengan 22 Mei 1998 di Ibukota, sebagai
berikut:

                          1. Semua pengerahan dan penempatan pasukan
yang berada di bawah
                          komando saya pada saat yang dimaksud (tanggal
12 Mei 1998 sampai
                          dengan 22 Mei 1998) telah dilaksanakan sesuai
dengan prosedur yang berlaku,
                          dilaksanakan sepenuhuya dibawah kendali
Panglima Komando Operasi Jaya,
                          yaitu Pangdam Jaya, Komandan Garnisun Ibukota.

                          Semua pengerahan pasukan dilaporkan kepada
komando atas. Laporan situasi
                          di laporkan terus-menerus kepada komando atas,
dan pengendalian pengerahan
                          pasukan dilaksanakan melalui sebuah Posko yang
diselenggarakan oleh
                          Komando Operasi Jaya, dimana semua Asisten
Operasi dari seluruh Komando
                          Utama Operasi yang berada di jajaran Garnisun
Ibukota hadir sendiri atau
                          mengirim wakilnya.

                          2. Saya selaku Panglima Kostrad tidak memiliki
wewenang komando
                          operasional atas apapun. Terhadap pasukan
Kostrad pun saya tidak memiliki
                          wewenang komando operasional. Tugas Panglima
Kostrad hanya menyiapkan
                          dan menyediakan pasukan secepat mungkin kepada
komando pengguna dalam
                          hal ini adalah Komando Operasi Jaya, sesuai
dengan petunjuk dari pimpinan
                          ABRI. Hal ini sudah menjadi sistem komando dan
pengendalian di jajaran
                          ABRI sejak belasan tahun.

                          3.Pada rapat yang dipimpin oleh Bapak Panglima
ABRI Jenderal TNI
                          Wiranto pada 14 Mei 1998 sekitar jam 21.30 di
Markas Komando Garnisun
                          Ibukota, telah diberikan tugas pengawasan
kepada beberapa Panglima
                          KOTAMA OPS ABRI yang ada di Ibukota dalam
rangka mendukung
                          tugas PANGKOOPS JAYA. Antara lain Panglima
Kostrad diberi tugas
                          membantu pasukan yang mengamankan obyek-obyek
vital di Ibukota.
                          Komandan Korps Marinir membantu pasukan yang
mengamankan
                          kedutaan-kedutaan besar asing, serta Komandan
Jenderal Kopassus membantu
                          pasukan yang mengamankan Presiden dan Wakil
Presiden.

                          4.Sesuai dengan prosedur tetap pengamanan
Ibukota yang selama ini berlaku
                          dan juga sesuai dengan berbagai
perintah-perintah operasi yang dikeluarkan
                          pada saat itu, dalam keadaan genting pasukan
Kopassus bertanggung jawab
                          atas keamanan dan keselamatan Presiden dan
Wakil Presiden. Hal ini telah
                          berkali-kali dilakukan sebelum kejadian bulan
Mei 1998, yaitu sebagai contoh
                          pada Peristiwa 27 Juli 1996, pasukan Kopassus
ditempatkan mengamankan
                          Istana, kediaman Presiden dan Wakil Presiden.
Dalam rangka pengamanan,
                          posisi pasukan selalu mengelilingi obyek yang
diamankan, di luar lingkaran
                          yang pertama yang dilakukan oleh Pasukan
Pengamanan Presiden.

                          5. Jadi jelas bahwa semua penempatan dan
pengerahan pasukan pada saat-saat
                          yang dimaksud adalah justru untuk mengamankan
semua obyek vital dan
                          terutama keselamatan Presiden dan Wakil
Presiden.

                          6. Menjelang tanggal 20 Mei 1998, telah
tersiar berita bahwa akan ada
                          gerakan massa sebanyak 1 juta orang ke arah
Lapangan Monas. Juga terbetik
                          berita bahwa akan ada gerakan ke arah kediaman
Presiden Soeharto di
                          Cendana. Secara logispun terdapat ancaman
terhadap keselamatan Wakil
                          Presiden di Kuningan. Pada rapat malam hari
tanggal 19 Mei 1998 jam
                          21.00 di Markas Besar ABRI di Medan Merdeka
Barat, oleh Bapak Pangab
                          Jenderal TNI Wiranto yang memimpin rapat
tersebut, ditegaskan dengan
                          sangat jelas dan berkali-kali, bahwa tidak
boleh satu orang pun massa yang
                          masuk ke Lapangan Monas ataupun kediaman
Presiden Soeharto di Jalan
                          Cendana. Karena itu, saya telah mengusulkan
kepada rapat, juga kepada
                          Bapak Pangab langsung penggunaan kawat-kawat
berduri sehingga seandainya
                          memang ada gerakan massa, dapat dihindari
kontak langsung antara aparat
                          dan massa.

                          7. Tidak pemah terlintas dalam pikiran dan
hati saya untak melakukan
                          tindakan yang tidak sesuai dengan konstitusi.
Ratusan perwira dan ribuan
                          prajurit yang pernah saya pimpin di berbagai
satuan menjadi saksi bahwa saya
                          selalu mengajarkan pada setiap kesempatan
santi aji, ceramah, briefing, maupun
                          pada apel-apel dan parade-parade, serta dalam
setiap jam-jam komandan,
                          untuk selalu-menjunjung tinggi Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara
                          Kesatuan Republik Indonesia 1945. Saya selalu
mengajarkan untuk
                          menegakkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Sesungguhnya perwira-perwira
                          dan prajurit-prajurit ABRI yang pernah saya
pimpin hampir semuanya adalah
                          pribadi-pribadi yang dewasa, patriotik, selalu
rela berkorban demi bangsa dan
                          rakyat kita. Sangat sulit bagi mereka untuk
diajak melakukan tindakan yang
                          tidak sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah
Prajurit, terutama untuk
                          melanggar konstitusi yang sah.

                          8.Untuk menjernihkan keadaan, mungkin perlu
dilakukan pengecekan langsung
                          kepada puluhan perwira dan ratusan prajurit
yang ditempatkan di titik-titik
                          penting di Ibukota, terutama yang mengamankan
Presiden dan Wakil Presiden
                          (yang kemudian pada tanggal 21 Mei 1998
menjadi Presiden). Mungkin perlu
                          ditanyakan kepada mereka, apa perintah yang
telah mereka terima, siapa yang
                          memberikan dan sebagainya. Saya yakin akan
jelas bahwa semua penempatan
                          tersebut adalah justru untuk mengamankan dan
menjaga keselamatan Presiden
                          dan Wakil Presiden (yang kemudian menjadi
Presiden pada tanggal 21 Mei
                          1998).

                          9.Saya justru sangat sedih dengan munculnya
persepsi bahwa saya berbuat
                          mengancam keselamatan Presiden B.J. Habibie,
seorang yang sejak lama saya
                          kagumi dan seorang tokoh yang selalu saya
junjung tinggi dan saya bela di
                          banyak kesempatan umum maupun tertutup, di
hadapan ratusan perwira
                          maupun kalangan sipil.

                          Rasanya sulit membayangkan bagi saya untuk
berbuat negatif terhadap seorang
                          yang telah lama saya kagumi, dan yang telah
saya anggap seperti orang tua
                          saya sendiri. Pada tanggal 21 Mei 1998
dinihari, kurang lebih jam 02.00,
                          puluhan tokoh dari kurang lebih 44 ormas,
menanyakan kepada saya tentang
                          sikap saya atas terbetiknya berita bahwa
Presiden Soeharto akan
                          mengundurkan diri.

                          Di hadapan puluhan tokoh tersebut saya
menyampaikan bahwa saya
                          mendukung proses konstitusional, dan secara
konstitusional Bapak Wakil
                          Presiden B.J. Habibie seharusnya menggantikan
Bapak Presiden Soeharto,
                          apabila Bapak Presiden Soeharto berhenti atau
berhalangan. Jadi sungguh
                          menyedihkan bagi diri saya bahwa telah muncul
persepsi yang sangat
                          berlawanan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Saya sungguh berharap bahwa
                          dapat muncul sikap yang arif dan bijaksana
agar dapat diluruskan
                          persepsi-persepsi yang menurut keyakinan dan
hati nurani sangat keliru.

                          10.Seluruh hidup saya sebagai prajurit ABRI
telah saya curahkan untuk
                          kepentingan dan kehormatan bangsa dan negara,
serta keselamatan seluruh
                          rakyat Indonesia. Ratusan perwira dan ribuan
prajurit ABRI yang pernah
                          bertugas bersama saya selama 24 tahun, serta
ribuan pejuang-pejuang sipil yang
                          telah berjuang dan berkorban demi Merah Putih
bersama saya di berbagai
                          tempat saya yakin akan menjadi saksi bagi
saya.

                          Demikian keterangan yang saya buat. Semoga
dapat menjelaskan berbagai
                          masalah yang dipersoalkan.

                          Amman, 19 Februari 1999
                          PRABOWO SUBIANTO
                          Leman Jenderal TNI Purn.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 09:59:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke