----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Ki Ageng Mangir

JAWABAN BUAT TANGGAPAN 'PLUCKY DUCK'

1. Korupsi : Apa yang penulis kemukakan tentang
korupsi dengan memanfaatkan 'exchange rate dolar -
rupiah' adalah kejadian yang betul2 terjadi - apakah anda
percaya atau tidak (penulis tidak akan menulis sesuatu
tanpa dasar walaupun ini menulis di 'internet'), hal ini
secara logika juga dijelaskan sebagai berikut:
- pembukuan (termasuk anggaran belanja) instansi
pemerintah, BUMN, dan perusahaan lokal umumnya
dalam rupiah.
- untuk pengeluaran yang bersifat dollar umumnya
perusahaan melakukan estimasi dollar rate yang akan
berlaku sepanjang tahun berjalan.
- sangat jarang sekali apakah itu instasi pemerintah,
BUMN,  ataupun perusahaan lokal mengalokasikan
dana didepan  (umumnya dianggarkan tapi tidak
dialokasikan secara khusus) untuk pelaksanakan
kontrak dalam dollar (kecuali project yang didanai
oleh pinjaman dari luar negeri).Biasanya untuk proteksi
fluktuasi nilai rate dollar, mereka melakukan proteksi
berupa 'forward cover'.
- kondisi yang umum apabila kontrak dalam dollar dan
akan dibayar dalam rupiah, kondisi yang ada dalam
kontrak adalah 'pembayaran akan dilaksanakan dengan
rupiah sesuai dengan nilai tukar tengah Bank Indonesia
pada hari saat pembayaran dilaksanakan' .
- kesulitan akan terjadi apabila estimasi rate dollar tidak
sesuai dengan estimasi awal (ini yang terjadi pada tahun
1997 dan 1998). Sehingga banyak instasi pemerintah,
BUMN, dan perusahaan lokal kesulitan untuk memenuhi
kewajiban pembayaran kontrak2 mereka dalam dollar
sehingga perlu negosiasi nilai rate yang sesuai dengan
anggaran rupiahnya dan peluang penyelewengan adalah
disini (tidak ada perlunya merubah klausul kontrak untuk
negosiasi rate pembayaran, karena tidak ada perubahan
nilai kontrak yang nilainya tetap dalam dollar).

2. Fundametalis Islam: Masyarakat Indonesia adalah
masyarakat yang heterogen (majemuk) dari sisi terdiri
banyak suku, agama, dan sub-budaya, hal ini yang
mencegah adanya suatu sikap 'ekstrem' yang
mendominasi (keinginan mendominasi dari satu
golongan terhadap golongan yang lain akan merupakan
suatu sumber konflik) Yang diperlukan oleh masyarakat
Indonesia adalah ideologi yang moderat yang bisa
diterima oleh semua  pihak sehingga memperkecil
kemungkinan konflik yang secara natural karena sifat
kemajemukan masyarakat Indonesia tetap selalu rawan
akan konflik antar golongan. Apabila rakyat banyak
menggunakan hak demokrasi melalui pemilihan umum
yang bebas dan jujur tanpa manipulasi, tanpa teror dan
kemudian MPR/DPR hasil pemilu memutuskan untuk
mendirikan Negara Islam Indonesia, saya setuju dengan
anda secara prinsip demokrasi kita harus menerimanya
(walaupun terus terang penulis meragukan bahwa hal ini
akan pernah terjadi)

3. Kebebasan sex : kawin dibawah umur (secara sah)
yang berasal dari adat atau kebiasaan masa lalu sama
sekali tidak bisa disamakan dengan kebebasan sex.

4. Kekerasan : film-film Barat yang mengandung
kekerasan secara psikologis akan berpengaruh negatif
terutama apabila dilihat oleh anak-anak dibawah umur
yang belum bisa menelaah secara 'objective'. Kekerasan
yang terjadi di Indonesia saat ini adalah akibat pergeseran
ataupun gejolak sosial yang sedang terjadi. Antara
keduanya tidak bisa dibandingkan satu sama lain.

5. Ekstasy : walaupun pembuatan heroin, opium dan
sebagainya sebagian berasal dari Timur hal ini
semata-mata bermotif ekonomi (mungkin yang
memodali adalah para mafia Barat). Yang mendasari
pendapat penulis bahwa ekstasy adalah budaya Barat
adalah : Masyarakat Barat cenderung menerima
pemakaian ekstasy ataupun obat terlarang lainnya
dalam batas-batas tertentu (terutama generasi
mudanya) yang karena itu perdagangan benda ini
sangat subur dan sulit diberantas, kecenderungan ini
yang ditularkan dan disebarkan ke generasi muda di
Indonesia. Tentunya apabila anda ikut-ikutan
memakainya, tidak ada yang bisa melarang,
kecuali kesadaran anda sendiri.

6. Cina Perantauan di Indonesia : saya tidak ingin
membuka polemik masalah ini. Anda boleh mempunyai
pendapat anda sendiri yang mungkin saja benar.

Terimakasih atas komentar dan kritiknya.

Ki Ageng Mangir.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 10:00:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke