---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- detikcom. Jakarta. Inilah pernyataan paling anyar dari Ketua DPA AA Baramuli. Menurutnya, penyadap pembicaraan telepon antara Presiden BJ Habibie dan Andi Ghalib sudah diketahui. Baramuli mengutarakan hal itu dalam diskusi 'Mengantisipasi Kerusuhan SARA di Kawasan Timur Indonesia Pasca Ambon', di Hotel Grand Melia, Senin (22/2/1999). "Sebenarnya orang yang melakukan penyadapan sudah diketahui," katanya. "Siapa pak?" tanya wartawan. "Masak nggak tahu. Cari saja sendiri," jawabnya. "Apakah dia intelijen?" "Haa...Bisa jadi," tegasnya. "Sebab, memang Intellah yang paling mungkin melakukan penyadapan," tambahnya. Meski secara tak langsung ucapan Baramuli itu menuduh ABRI, tapi dia mengelak bila dia menuduh institusi ABRI. Ditambahkan oleh jubir informal Presiden ini, bahwa penyadapan tidak mungkin terjadi di rumah Presiden BJ Habibie atau Istana. Ketika wartawan menyahut berarti dia menuduh kebocoran di Kejaksaan, Baramuli pun berkelit. "Itu Anda yang bilang, bukan saya," cetusnya membingungkan. Lelaki yang meroket setelah membongkar kasus Edy Tansil itu menjelaskan, materi percakapan antara Habibie dan Ghalib adalah sesuatu yang wajar, sebuah percakapan antara atasan dan bawahan. "Dan tak cukup bukti bahwa Habibie mengulur pemeriksaan terhadap Soeharto," tegasnya. Di tempat yang sama, Ketua PPMI Eggy Sudjana mengatakan pihaknya tak akan mencalonkan lagi BJ Habibie di pemilu mendatang. Namun, itu dengan catatan bila Habibie gagal mengatasai soal politik dan ekonomi. Mengenai penilaiannya sekarang, dalam beberapa hal pemerintahan BJ Habibie bagus. "Misalnya sekarang banyak perubahan baru, seperti kebebasan pers, kehidupan politik, dan masalah timtim. Tapi yang tak bagus adalah pengadilan terhadap Soeharto," katanya. Apanya yang nggak bagus? "Habibie tak jelas dalam mengadili Soeharto. Tidak tegas. Tak ada progress. Kalau soal ini tak diperhatikan, kami tak setuju Habibie dicalonkan lagi," kata Eggy yang juga anggota Cides. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 10:08:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
