---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk XANANA MINTA ABRI HENTIKAN PERSENJATAI PRO-INTEGRASI DILI (MateBeAN, 23/2/99), Pemimpin CNRT Kay Rala Xanana Gusmao meminta ABRI untuk menghentikan kegiatan mempersenjatai masyarakat Timor Timur pro-integrasi. Untuk itu Xanana telah menyurati Danrem 154/Wira Dharma Dili Kolonel Inf Tono Suratman. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Danrem Tono Suratman kepada para wartawan di Dili, Senin (22/2) kemarin. Menurut Danrem, dalam suratnya Xanana menginginkan dirinya untuk menyempatkan diri datang ke rumah tahanan khusus di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, guna membicarakan "sesuatu hal yang penting". Meski Danrem tak mempertegas maksud "sesuatu hal yang penting" itu, tapi sumber SiaR dari kelompok pro-kemerdekaan menyebutkan Xanana memprihatinkan perkembangan yang kini terjadi di Timor Timur, karena banyaknya orang bersenjata yang berkeliaran di jalan-jalan dalam posisi siap tempur. Xanana, kata sumber tersebut, dalam suratnya meminta Danrem untuk memperhatikan hal ini, karena kelompok-kelompok bersenjata yang berkeliaran itu terutama dari mereka yang pro-integrasi. Menurut Xanana, dirinya telah berpesan kepada kelompok perlawanan -- pasukan Falintil -- untuk melakukan gencatan senjata, yakni menghentikan serangan terhadap instalasi militer dan pos ABRI. "Saya memohon sikap pro-aktif ABRI untuk mengingatkan kelompok pro- integrasi atas sikap yang memancing provokasi itu. ABRI harus akomodatif," demikian Xanana dalam suratnya. Surat Xanana ini beralasan, karena para pendukung integrasi awal pekan ini telah berikrar untuk mengangkat senjata dan dalam posisi siap memasuki perang terbuka demi mempertahankan integrasi. Mereka mengangkat Joao Dasilva Tavares, seorang veteran perang saudara tahun 1975 menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Pembela Integrasi. "Untuk menghadapi pihak tertentu yang ingin mengoyak integrasi Timtim, kami siap mengangkat senjata. Dan untuk menyatukan barisan komando kami mengangkat Bapak Joao Tavares untuk mempertahankan Merah-Putih," ucap Pemimpin Pemuda bersenjata pro-integrasi, Aitarak Eurico Guteres. Joao Tavares, mantan Bupati Bobonaro, dengan tegas mengatakan dirinya tak ingin otonomi luas atau kemerdekaan seperti opsi yang ditawarkan pemerintah Indonesia, melainkan tetap integrasi. "Saya Joao Tavares tidak mau bicara otonomi luas atau kemerdekaan, tapi Merah Putih. Saya tidak ingin perang, tapi kalau mau Joao Tavares siap mengangkat senjata," tegas Tavares dihadapan para pendukungnya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 11:16:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
