---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ABRI TAK SERIUS TELITI TRAGEDI SEMANGGI JAKARTA (SiaR, 23/2/99), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai ABRI tak serius dalam melakukan penyelidikan tentang penembakan di Semanggi 13 Nopember 1998 yang menyebabkan belasan orang meninggal. Mereka juga memprotes penghentian penyelidikan yang dilakukan Puspom ABRI. Protes Kontras tersebut disampaikan dua anggotanya dari divisi legal Kontras Firman Wijaya SH dan Bambang Sugianto SH pada wartawan, Senin (22/2). Menurut Kontras, alasan penghentian penyelidikan Puspom ABRI yang menyebutkan karena kesulitan memanggil saksi mahasiswa, dinilai tak masuk akal. Sebab, dalam pemanggilan terhadap saksi, surat panggilannya tidak dijelaskan untuk apa dan sebagai apa ia dipanggil. Ketak-seriusannya penyelidikan ABRI juga dibenarkan Ny. Martini, ibu dari almarhum Sigit Prasetyo (mahasiswa YAI). "Masa nulis alamat rumah kami saja salah. Bahkan keliru dengan alamat korban yang lain. Apalagi mau menyelesaikan kasus ini," kata Ny Martini yang juga hadir dalam konperensi pers Kontras. Martini menyesalkan pernyataan Pangab yang katanya ABRI menggunakan peluru karet dalam penanganan demonstrasi mahasiswa di Semanggi Nopember yang lalu. "Buktinya, anak kami meninggal karena tertembus peluru tajam. Itu kami tahu setelah dilakukan otopsi," kata Ny Martini. Dalam kesempatan itu, Kontras meragukan pernyataan Puspom ABRI yang menyebutkan belum menemukan ciri-ciri atau tanda-tanda siapa penembak para mahasiswa. Apalagi pernyataan itu dikeluarkan setelah diadakan uji balistik dan pemeriksaan terhadap peluru-perluru yang disita yang yang konon tidak ada yang identik dengan senjata SS-1 dan M-16. "Menjadi pertanyaan, dari kesatuan mana senjata SS-1 dan M-16 tersebut disita? Karena tentunya, sebelum uji balistik, Puspom ABRI telah memiliki dugaan yang kuat terhadap senjata tersebut perlu dan patut disita atau diperiksa," kata Kontras. Kepada wartawan, Bambang Sugianto menyatakan kalau memang ada iktikad baik dari Puspom ABRI untuk menuntaskan kasus Semanggi, maka seharusnya Puspom juga meneliti pasukan mana lagi yang ikut menembak di Semanggi. "Tak hanya berhenti pada pernyataan tidak ditemukannya senapan pelontar peluru selain jenis SS-1 dan M-16," katanya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 10:54:23 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
