----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: Grifa Libran

President Habibie akan ke Aceh pada Maret ini dengan lebih dahulu mengutus
tujuh menteri dan beberapa pejabat negara.   Tujuannya untuk jumpa langsung
dengan masyarakat Aceh demi pembicaraan penerapan rencana rehabilitasi fisik
dan mental terhadap masyarakat Aceh yang selama ini jadi korban pelaksanaan
kebijaksanaan pusat.   Juga katanya, demi masa depan daerah Aceh yang lebih
sejahtera dan penuh nilai-nilai kemanusiaan.

Terlepas sejauh mana niat Presiden/pemerintah dalam mengantisipasi keadaan
begitu buruk yang berlangsung sekarang di Aceh, kita semua pantas untuk
menyikapi kedatangan Presiden/pejabat negara ini dengan tidak  menafikan
adanya kemungkinan unsur manipulasi di dalamnya.   Kita semua harus dan
mesti tidak kehilangan semangat kritis dan tuntutan kita yang selama ini
kita punyai.

Saya imbau untuk seluruh masyarakat Aceh jangan sempat langsung merasa sejuk
dan ada kelegaan hanya karena demikian besar rombongan yang datang dari
pusat apa lagi dikepalai oleh presiden transisi tersebut. Jangan tertipu
oleh keadaan, bahwa kedatangan presiden berikut beberapa menterinya itu
tidak bisa diartikan sebagai misi menyebar angin surga, sebab itu semua
masih jauh dari kesanggupan  seorang presiden yang masih banyak
menyembunyikan/menggelapkan hal-hal yang menjadi tuntutan keadilan seluruh
rakyat Indonesia.   Adalah hak kemerdekaan kita semua untuk bebas merasa dan
berpikir bahwa sangat logis buat kita menjaga jarak dan mencurigai
maksud-maksud di balik kunjungan presiden tersebut.   Siapa bisa menjamin
janji pemerintah untuk memperbaiki keadaan di Aceh bakal terwujud? Hanya
waktu dan perbuatanlah bakal membuktikannya.   Oleh sebab itu, berpijak atas
dasar kebenaran hukum dan sejarah yang ada,  kita semua jangan cepat
mengalah dan begitu saja membiarkan pemerintah mengobral janji kali ini.
Kita mungkin bisa jadi sosok pemaaf, tapi jangan sempat melupakan
perkara-perkara nista yang telah berlangsung selama ini di bumi Aceh.

Kita harus dan wajib maju terus dengan tuntutan dipengadilankannya para
pelanggar HAM di Aceh/daerah lainnya di Indonesia.   Mensejahterakan
masyarakat itu adalah kewajiban mutlak pemerintah, sama halnya dengan
mengadili para oknum pelanggar HAM.   Kejahatan tidak bisa dihapus begitu
saja dengan iming-iming penerapan rehabilitasi fisik dan mental para korban
HAM.   Apalagi melupakannya.

Untuk para masyarakat Aceh keseluruhan, dan khusus adik-adik mahasiswa, bila
berkesempatan berdialog lansung dengan presiden, maka beberapa hal berikut
ini jangan dilewatkan dalam dialog itu nantinya.

1. Dialog jangan melenceng dari tuntutan yang selama ini menjadi keinginan
hakiki masyarakat Aceh, seperti pelaksanaan keadilan dan kesejahteraan
maksimal di segala lini kehidupan bermasyarakat.

2. Masalah yang dikemukakan harus to the point. Misal presiden mesti diminta
jawabannya kapan dan bagaimana ia akan menegakkan HAM di Aceh. Bilamanakah
ia akan memperadilankan oknum yang melanggar  HAM dia Aceh.   Mengapa masih
banyak pelanggar  HAM yang tidak di hadapkan ke pengadilan? Mengapa
Pemerintah melindunginya?

3. Demikian pula kehendak referendum dan negara  federasi harus disodorkan
pada pemerintah kali ini. Tidak ada yang mesti disembunyikan akan ide dan
semangat yang telah merebak di seantero tanah Aceh.  Tidak juga perlu ada
rasa sungkan dan nyali kecut untuk  mengemukakannya.

4. Bila dialog menghasilkan jawaban yang syarat dengan  kandungan bahasa
diplomatis dan politis, langkah kita  untuk mewujudkan cita-cita masa depan
Aceh jangan  sempat surut,  tunjukkan langsung perasaan ketidak puasaan itu,
biar pemerintah tahu kita akan terus  berjuang sepanjang kata dan perbuatan
pemerintah  tidak sejalan.

5. Terakhir mesti disadari bahwa dialog nanti bukanlah  ajang tempat
pengungkapan fakta melainkan momen di mana pemerintah dihadapkan pada
masyarakat yang menuntut pertanggung jawaban pemerintahnya.  Kalau fakta dan
realita sih, mereka sudah memilikinya pada setiap kantung baju dan almari
kerja mereka!

Selamat berjuang saudara-saudaraku!

Grifa Libran

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 03:33:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke