---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk From: "wahyu jatmiko" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Menanggapi pernyataan ketua HAMMAS Date: Tue, 23 Feb 1999 16:11:07 PST SURAT TERBUKA UNTUK SAUDARA M.Alfian Tanjung, Ketua umum HAMMAS ASSALAMUALAIKUM WR. WB, Menarik sekali membaca tulisan di tabloid Mahasiswa Indonesia yang memuat transkrip wawancara dengan Saudara bertemakan keberadaan PRD. Dalam tulisan tersebut saya bisa secara eksplisit mengetahui idealisme Saudara tentang masa depan bangsa Indonesia. Semangat Saudara untuk mempertahankan Indonesia steril dari komunis terlihat jelas, sebagi wujud dari kecintaan terhadap tanah air tentunya. Satu hal yang menarik dari pernyataan saudara dan menjadi judul dari transkrip itu adalah PRD sama dengan komunis. Ketika saya membaca judulnya saja, saya berkenyakinan kalau sadara membuat pernyataan itu desertai dengan bukti-bukti yang diakui oleh hukum. Tetapi ketika membaca secara lengkap, saudara membuat pernyataan, atau kalau istilah saya, membuat tuduhan, bahwa PRD itu komunis dengan melihat manifesto, press release, dan gerakan-gerakannya. Sekali lagi bukan bukti kuat di mata hukum. Jika memang PRD melanggar hukum, kenapa tidak dilaporkan kepada pihak yang berwajib supaya diproses menurut hukum. Saudara Alvian yang terhormat, Alangkah baiknya kita menengok sejarah bangsa Indonesia ketika di bawah ketiak rezim orde baru. Ada partai politik besar direstui pemerintah menguasai jalanya pemerintahan bahkan menguasai negara, bersama angkatan bersenjatanya. Ada juga beberapa partai politik penggembira. Setiap pegawai negara dan anggota angkatan bersenjata harus melalui tahapan screening ketat. Adanya slogan-slogan penyeragaman dan monopoli azas. Gerakan pembaharu dicap radikal; mereka dianggap musuh negara dan ditindas serta diintimidasi. Rezim menghalalkan segala cara untuk menghambat dan memusnahkannya. Adanya istilah melawan pemerintah adalah musuh negara, negara sama dengan pemerintah. Dan ciri-ciri seperti itulah yang ada di negara-negara komunis Uni Soviet sebelum pembaharuan, RRC sebelum era pasar bebas dan Eropa Timur pada era komunis. Jadi kalau cara pandang dan cara menuduh siapa yang komunis seperti Saudara, siapa yang komunis? Dunia sudah menyadari komunis tidak berdaya dalam era informasi, era globalisasi, era penegakan hak azasi manusia dan era penghormatan terhadap lingkungan hidup. Revolusi industri dan kolonialisme yang menyuburkan bibit komunisme telah berakhir, bung! Dan di Indonesia komunis telah dibantai habis pada tahun 1966 dengan cara-cara yang sangat kejam. Di bawah cengkeraman rezim orde baru, masih ada sedikit kalangan yang meneriakkan perubahan dan demokrasi. Sejarah mencatat, aktifis 66 telah terkontaminasi kepentingan orde baru, hanya sedikit yang masih membawa amanat hati nurani rakyat. Aktifis mahasiswa era 70-an dipaksa kembali ke kampus, supaya makin bebas pola penindasan orde baru terhadap rakyat. Dan ketika masih ada beberapa aktifis yang memakai cara radikal dan kritis seperti PRD, berjuang menghadirkan iklim demokrasi, malah dituduh komunis. Apakah mungkin Saudara berpikir bahwa cara gerakan yang mungkin efektif melawan penindasan adalah seperti cara-cara yang ditempuh PRD, dan suatu kebetulan bila cara-cara seperti itu adalah sama dengan cara yang ditempuh kaum komunis? Terlepas dari ada apa di belakang idealisme mereka, selama ini PRD telah membawa angin penyejuk demokrasi Indonesia, ketika mereka berani eksis, memperjuangkan kepentingan kaum tertindas dan berani beroposisi terhadap pemerintah. Dalam wawancara dengan saudara, MI mencatat bahwa saudara menuduh AJI, KIPP, adalah dibentuk PRD dan YLBHI dimainkan juga oleh PRD, dan FORKOT, FAMRED hanya kacung-kacung saja. Institusi dan kelompok mahasiswa yang menurut saya selama ini paling konsisten membela kepentingan rakyat miskin dikomandani PRD! Jika memang demikian, betapa hebatnya PRD! Hebat dari segi gerakan, pengaruh, infrastruktur, serta aktifitasnya yang membela rakyat miskin, dan kritis, seperti yang ditunjukkan oleh institusi dan mahasiswa, yang kata Saudara mereka adalah kacung-kacung PRD. Pernyataan Saudara ikut membesarkan nama PRD. Saudara yang sangat meremehkan golongan mahasiswa lain yang bukan sealiran dengan Saudara, dengan menyebut mereka kacung, dan tidak pernah mempunyai kemampuan average. Saya ingin bertanya, sebenarnya gerakan semacam apa yang paling efektif dan ideal menurut saudara? Apakah harus berdiri belakang penguasa, mendukung penguasa, menggalang kekuatan sipil bersenjata bambu runcing, dan mengolok-olok institusi atau forum mahasiswa yang beroposisi terhadap penguasa, dan merasa dirinya paling hebat? Sebagai seorang demokrat kita seharusnya mampu menerima perbedaan pendapat. Siap mengaku kalah, karena apabila suatu saat menang tidak akan menindas yang kalah. Menghargai golongan dan aliran lain. Mampu melihat kelebihan orang lain disamping kekurangan-kekurangannya. Selamat berjuang menuju Indonesia baru. WASSALAMUALAIKUM WR. WB. Front Mahasiswa Dayeuhkolot Kampus STT TELKOM Jl. Radio Palasari, Dayeuhkolot Bandung 40257 e-mail : [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 10:40:58 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
