---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk REKOMENDASI KONGRES MAHASISWA DAN PEMUDA ACEH SERANTAU 31 Januari s/d 4 Februari 1999 Realitas historis memiliki kecenderungan secara de facto maupun de jure, Aceh bukanlah bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat dan tujuan kemanusiaan, Rakyat Aceh mendominasi perjuangan dan kemerdekaan Indonesia yang lahir pada tahun 1945. Kenyataan pasca integrasi dengan Republik Indonesia menunjukkan kontradiksi yang dahsyat dalam memperlakukan Aceh sebagai anak negerinya. Peleburan Aceh ke propinsi Sumatra Utara mengakibatkan perlawanan rakyat (DI/ TII) terhadap Pemerintah Pusat di bawah Orde Lama yang menggugurkan ribuan rakyat Aceh di tangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan merusak tatanan sosio-kultural rakyat Acek secara tidak manusiawi. Pengkhianatan lanjutan diorganisir Rezim Orde Baru mengabaikan kaeadilan rakyat Aceh setelah eksploatasi hasil bumi secara besar-besaran, tanpa perimbangan yang adil dan objektif Pusat dan Daerah. Sementara status Aceh sebagai "Daerah Istimewa" dijadikan strategi Pemerintah Pusat untuk meredam kehendak rakyat. Maka perlawanan baru "Aceh Merdeka" kembali memperingatkan prilaku dan tradisi Pemerintah Pusat yang sewenag-wenang. Soeharto dengan strategi militernya melibas kelompok tersebut. Rezim Orde Baru menggunakan lagi kekuatan militernya membantai etnik Aceh secara sistimatik dengan alasan yang diorientasikan adanya pemberontakan baru yang disebut dengan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK). Pemerkosaan wanita, perampasan harta rakyat dan pembantaian etnik Aceh dengan cara-cara biadab serta tanpa prosedur hukum yang jelas telah menjadi realita ironis. Via pemberlakuan "Daerah Operasi Militer, DOM" tahun 1989-1998, menimbulkan kuburan-kuburan massal di 3 Kabupaten Pidie, Aceh Utara dan Aceh Timur, menjadi bukti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) secara besar-besaran. Ironisnya di Era Reformasi ini pasca pencabutan status DOM, 7 Agustus 1998, keadilan Aceh menjadi impian semu. Operasi Militer dengan wajah baru yang bersandi "Operasi Wibawa'99" digelar di Aceh awal Januari 1999 sebagai konsekuensi anggapan adanya "Gerakan Aceh Merdeka". Tindakan Operasi Militer itu sangat memilukan hati dengan pembantaian rakyat yang ditawan di gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tingkat II Aceh Utara tanggal 9 Januari 1999, yang menumpahkan darah banyak korban sipil termasuk wanita dan anak-anak seperti pada operasi-operasi militer sebelumnya. Sementara operasi-operasi militer dengan pola IDT (intimidasi, despotisme dan teror) terus saja berlaku di masyarakat hingga saat ini. Lintas sosial historis yang sangat tragis tersebut menimbulkan hikayat penderitaan rakyat Aceh untuk mengambil sikap final bagi kemerdekaan dan kebebasan yang manusiawi. Kondisi realistis objektif yang berkembang dan mengemuka, mengindikasikan rasa muak yang lahir dari ketidakpercayaan rakyat Aceh terhadap Pemerintah Pusat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pola sikap rakyat Aceh sangat realistis dan rasional karena ditempa pengalaman sejarah yang suram. Pengkhianatan yang berkelanjutan, pelanggaran HAM yang brutal dan ketidakadilan yang terus menerus dalam bidang pilitik, ekonomi dan hukum, menyebabkan rakyat Aceh mengalami trauma psikologis yang mencekam serta menyiksa hak-hak kemerdekaan manusia universal, demokrasi dan prinsip-prinsip perdamaian. Bertitik tolak dari realitas historis dan kondisi sosial realistis- objektif maka dipastikan terjadinya Neo-kolonialisme yang diorganisir Pemerintah Indonesia dalam tiga Masa sekaligus, Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi. Solusi Otonomi Seluas-luasnya, Negara Federasi dan pembentukan kembali Kodam Iskandar Muda, tidak representatif dan interpretatif terhadap keinginan universal rakyat Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan Otonomi, Negara Federasi dan Pengembalian Kodam Iskandar Muda, dapat saja menjadi strategi baru RI untuk menjerat rakyat Aceh ke dalam ketidakpastian. Maka visi, misi dan opsi "Kongres Mahasiswa dan Pemuda Aceh Serantau" menyatakan penentuan nasib sendiri (Self Determination) berdasarkan kemerdekaan, kebebasan dan keadilan bagi semua rakyat Aceh secara damai, yuridis dan demokratis. REFERENDUM merupakan jalan terbaik menuju kedaulatan rakyat dalam mewujudkan keinginan menentukan pilihan bagi lahirnya masyarakat yang bermartabat dan berkeadilan. Sedangkan pelaksanaan Referendum diawasi dan dilegitimasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau lembaga-lembaga independen internasional yang ditunjuk. Banda Aceh, 4 Februari 1999 PRESIDIUM SIDANG KONGRES MAHASISWA DAN PEMUDA ACEH SERANTAU Tarmizi, MSI Zuhri Maulidin Syah Aidil Muniruddin Ketua Sekretaris Anggota Anggota NB. Rekomendasi ini dirumus dan dikonsep oleh Kongres berdasarkan pendapat dan keputusan setiap delegasi Kongres Mahasiswa dan Pemuda Aceh Serantau (termasuk para santri dan pelajar) yang berjumlah 104 delegasi (386 peserta) yang datang dari seluruh daerah Aceh, luar Aceh dan luar negeri (utusan Kanada dan Malasyia). Hanya 1 delegasi yang memilih otonomi seluas-luasnya, 3 memilih federasi, 23 memilih pisah lansung dari RI dan selebihnya memilih Referendum untuk kemerdekaan Aceh secara damai, yuridis dan demokratis. Kami sangat mengharapkan bantuan saudara untuk memahami keinginan rakyat Aceh yang terus menerus dianiaya oleh negara via otoritas dan power militer. Sosialisasi ini kami lakukan sesuai keputusan kongres yang telah dirumus oleh komisi A. Atas partisipasi dan kerjasama tersebut kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT memberi perlindungan dan kekuatan kepada orang-orang yang mau dan sedang memperjuangkan nasib rayat Aceh yang sedang dianiaya dan selalu berada dalam kemalangan. Disiarkan oleh: Sentral Informasi Referendum Aceh--SIRA (Presidium TARMIZI MSI) Kutaraja-ATJEH, fax. 0651-51042 ----------------------------- Disiarkan kembali oleh Forum LSM Aceh ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 20:09:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
