----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


ABRI BENTUK PASUKAN PENYAPU MASSA

        JAKARTA (SiaR, 24/2/99), ABRI tampaknya kelabakan dalam mengatasi
sejumlah aksi massa belakangan ini. Strategi dan pasukan yang dipunyai
dirasa tak mencukupi dalam menangani demonstrasi maupun kerusuhan massa.
Karena itu mereka akan segera membentuk pasukan khusus pemukul massa.
Informasi mengenai rencana pembentukan pasukan pemukul massa tersebut
diungkapkan Kasum ABRI Letjen TNI Sugiono dalam sambutan gladi pasukan
pemukul reaksi cepat (PPRC) ABRI Kilat XV di Mako Divisi II Kostrad Malang,
Senin (22/2).

        Gladi tersebut diikuti sekitar 5 ribu personil yang berasal dari
unsur Satuan Tugas Angkatan Darat, Angkatan Udara an Angkatan Laut. Sarana
latihan bagi satuan AD dikonsentrasikan di Markas Divisi Inf II Kostrad
Singosari, sedangkan satuan tugas AD dan AU di Lanud Abdurachman Saleh dan
perairan laut Gresik.

        Menurut Kasum, Pasukan Pemukul Massa direncanakan berkekuatan inti
pasukan Brimob dan diproyeksikan untuk bisa beroperasi di seluruh wilayah
tanah air. Ia juga menambahkan, peredaman aksi massa tidak diserahkan kepada
PRRC, sebab aksinya lebih polisional. Sedangkan PRRC akan digunakan sebagai
pasukan cadangan yang digunakan bila dibutuhkan kemampuan operasi tempur.
PRRC ini
berkedudukan langsung di bawah Panglima ABRI.

        Sementara itu, rekrutmen rakyat terlatih atau sekarang dipopulerkan
dengan pasukan keamanan rakyat, masih terus berlangsung. Bahkan di sejumlah
wilayah, proyek pembentukan pasukan Kamra ini sudah sampai tahap latihan dan
penempatan.

        Untuk wilayah Jatim, lebih dari 1.000 anggota Kamra sudah
menyelesaikan pendidikan selama 10 hari di pusat-pusat pendidikan militer di
Jatim. Sebagian dari mereka sekarang sudah ditempatkan  di sejumlah Polres
yaitu di Malang, Sidoarjo dan Surabaya. Pasukan Kamra ini diberi jatah 2
stel seragam warna coklat muda, mirip dengan seragam polisi yang dinas
lapangan. Menurut rencana, Jatim akan mendidik sedikitnya 6 ribu Kamra untuk
disebar di  beberapa Polres di Jatim.

        "Ini baru angkatan pertama, angkatan ke dua akan segera menyusul,"
jelas Kadispen Polda Jatim Letkol Soetrisno.

        Namun demikian, menurut informasi yang diperoleh SiaR, hampir semua
anggota Kamra yang berasal dari luar kota dan ditempatkan di Polres Malang
diam-diam mengundurkan diri. Mereka merasa berat meninggalkan keluarganya,
juga karena imbalan yang mereka terima sangat minim yaitu hanya Rp 200 ribu
per bulan. Imbalan itu menurut mereka sangat lah kecil dibandingkan biaya
hidup di Malang yang per bulannya lebih dari Rp 200 ribu. Adapun uang lauk
pauk yang dijanjikan, belum juga mereka terima.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 21:22:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke