---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PRABOWO TAHU PENCULIKAN AKTIVIS JAKARTA (SiaR, 24/2/99), Komandan Grup IV Kopassus Kolonel Chairawan dan Komandan Jenderal Kopassus Letjen Prabowo Subianto mengetahui rencana dan pelaksanaan penculikan aktivis. Hal ini terbuka setelah komandan Tim Mawar mengaku telah melaporkan seluruh kegiatannya kepada komandan grup, dan tentunya komandan grup memberitahukan kepada Danjen Kopassus. Demikian antara lain hasil pemeriksaan terhadap tersangka penculikan di Mahkamah Militer Tinggi II, Jakarta Selasa (23/2). Dalam acara pemeriksaan terhadap Terdakwa I, Komandan Tim Mawar Mayor Bambang Kristiono itu, juga terungkap bahwa dana operasi penculikan oleh Tim Mawar tersebut berasal dari dana Batalyon 42 Kopassus yang terdiri atas dana rutin, dana latihan dan dana yang diambil dari bunga dana abadi batalyon yang disimpan di bank. Ia juga mengaku, bahwa kegiatan operasi penculikan aktivis tersebut merupakan inisiatifnya pribadi berdasarkan hati nurani untuk menjaga keamanan nasional dari kelompok-kelompok radikal. Adapun mengapa memilih sasaran kebanyakan aktivis PRD, itu diakui karena sebelumnya mereka telah mendapat bocoran tentang rencana detail operasi PRD bawah tanah untuik membentuk Dewan Nasional. Sejumlah pengakuan Komandan Batalyon 42, Kristiono tersebut telah memastikan adanya keterlibatan kedua komandan di atasnya, yaitu Dan Grup IV dan Danjen Kopassus. "Itu artinya, Chairawan dan Prabowo tidak bisa lari dari tanggung jawab. Ia harus diadili," kata salah seorang keluarga korban penculikan yang hadir di persidangan. Tentang pertanggungjawaban Prabowo dan Chairawan ini sebenarnya sudah diketahui oleh Dewan Kehormatan Perwira yang dipimpin Kasad Jenderal Subagyo. Dan karena itu, Prabowo dan Chairawan bersama juga dengan Danjen Kopassus pengganti Prabowo yaitu Letjen Muchdi PR dicopot dari dinas kemiliterannya. "Tidak mungkin Prabowo, Muchdi dan Chairawan tidak tahu. Prosedur operasinya sudah jelas kok. Sudah seharunya ketiganya diadili. Sebab tanggung jawab pasukan ada di pundak komandan. Pengadilan terhadap para prajurit Kopassus ini sudah kehilangan arti," kata sumber SiaR.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 21:59:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
