---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk >From: FORTILOS <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: UP-DATE: Perkembangan Situasi Timor Lorosae Untuk semua Kawan dalam barisan pro-demokrasi dan anti kekerasan. Berita tentang kekerasan dan teror yang dilakukan oleh milisi pro-otonomi yang didukung oleh aparat keamanan RI di Timor Lorosae semakin meningkat. Korban jiwa kembali berjatuhan dan banyak orang yang hilang dan tidak diketahui nasibnya. Kami baru saja mendapat berita terakhir dari tanah Timor Lorosae yang dikirim oleh Comissao Iustitia et Pax (Diocesan Justice and Peace Commission), Dili. Untuk selanjutnya FORTILOS meminta semua Kawan dalam barisan pro-demokrasi dan anti kekerasan untuk memberi dukungan sesuai dengan kemampuan organisasi masing-masing. Kepada semua media massa di Indonesia, FORTILOS menuntut prinsip "cover both side" dalam melakukan investigasi jurnalistiknya. Kami membaca, media massa Indonesia sekarang ini belum berubah dalam memberitakan Timor Lorosae, terutama tentang rakyat biasa yang menjadi korban milisi yang dibentuk atau didukung oleh Angkatan Bersenjata Republik Indoenesia. Pembeli berita di Indonesia telah banyak dirugikan karena berita yang dijual tidak memuat berita tentang segala yang sebenarnya berlangsung di Timor Lorosae. Untuk mendapatkan berita tentang segala kejadian yang merugikan rakyat Timor Lorosae, media massa dapat menghubungi Yayasan Hukum, Hak Asasi dan Keadilan (HAK) dan Comissao Iustitia et Pax (Diocesan Justice and Peace Commission) di Dili. Ke dua lembaga tersebut cukup kompeten dalam investigasi HAM dan mempunyai jaringan yang cukup kuat di seluruh Timor Lorosae. Terima kasih atas perhatiannya dan tolong untuk disebarkan ke dalam jaringan anda, karena para penjual berita (media massa) di Indonesia masih belum erubah. Untuk Penegakan Demokrasi di Indonesia Salam Perjuangan Sekertaris Pelaksana FORTILOS ===================================== PERKEMBANGAN SITUASI TIMOR LOROSAE (23/2/1999) Tanggal 19 Februari 1999 kelompok Pro Integrasi melakukan Apel Akbar di Kecamatan Balibo. Kegiatan tersebut diprakarsai Jo�o Tavares, mantan Bupati Bobonaro dua periode, sekaligus pemimpin partisan wilayah Bobonaro, (sekarang Halilintar) bersama Muspida Tk. II Bobonaro melakukan sosialisasi otonomi paksa kepada warga kabupaten Bobonaro. Tanggal 21 Februari 1999, Team Halilintar dibawah pimpinan Jo�o Tavares, melakukan aksi penangkapan dan penganiayaan warga Kecamatan Atabae. Tindakan brutal tersebut dilakukan ketika para warga sedang pulang gereja dan sedang berbelanja di pasar tradisional Atabae. Sedikitnya 6 orang warga Atabae yang bisa teridentifikasi identitasnya. Diantaranya : 1. David, 20an thn, laki-laki, Mahasiswa Untim, berasal dari Desa Raerobo, Kecamatan, Kabupaten Bobonaro. 2. Amandio, 30 thn, laki-laki, petani, berasal dari Desa Raerobo, Kecamatan, Kabupaten Bobonaro. 3. Jos�, 20an thn, laki-laki, Mahasiswa Untim, berasal dari Desa Aidabalete, Kecamatan Atabae, Kabupaten Bobonaro 4. Mau-Ato, 20an thn, laki-laki, petani, berasal dari Desa Aidabalete, Kecamatan Atabae, Kabupaten Bobonaro. 5. Andre Guterres, 15 thn, laki-laki, petani, berasal dari Desa Raerobo, Kecamatan, Kabupaten Bobonaro. 6. Pedro, 20an thn, laki-laki, petani, , berasal dari Desa Raerobo, Kecamatan, Kabupaten Bobonaro. Ke-6 orang tersebut setelah ditangkap dipukul dengan menggunakan tongkat hingga babak belur. Berdasarkan informasi saksi mata bahwa setelah disiksa kemudian para korban dibawa ke Markas Koramil Atabae. Pada malam hari Team Halilintar yang telah dilengkapi dengan senjata otomatis mulai melakukan operasi di daerah Atabae dan sekitarnya. Sampai laporan ini dibuat belum diketahui nasib ke-6 orang warga yang telah ditangkap. Sementara pada tanggal 21 terjadi pengeledahan terhadap setiap penumpang pesawat dari jakarta dengan tujuan Dili tidak bisa mendarat beberapa jam karena diduga adanya BOM di bandara sehingga batal mengudara dan kembali mengudara di EL Tari Kupang. Akibat dari semua penumpang diperiksa sehingga saat itu Manuel Carascalao menanggapi dengan mengusir semua tentara agar segera pulang dari TL. Adapun ungkapan MC adalah seharusnya saya yang periksa kalian karena kalian di daerah saya, tidak tahu malu, kami bukan terroris, pulang ke daerah kalian. Menanggapi opsi dari untuk melepaskan TL dari jakarta sudah ribuan warga pendatang telah eksedous dan kemungkinan besar akan terjadi besar-besaran pada bulan maret dan april. Sudak sekitar 500 kendaraan roda empat dan ribuan kendaraan rod dua dipindahkan (sst, 22/2/1999). Pada tanggal 21/2/1999 anggota Besi Merah putih kembali beraksi dengan memeriksa semua kendaraan yang melewati jalur itu. Namun tidak korban karena mereka hanya ingin mencari yang berambut panjang dan pro kemerdekaan. Wilayah mereka di sepanjang liquica sampai bobonnaro tepatnya kecamatan tabae. Pada tanggal 22 Februari 1999 dikonfirmasikan ada 18 orang yang ditangkap aparat keamanan di desa Vatuvou. Penangkapan ini dilkakukan oleh pihak aparat akibat adanya dua orang yang melakukan perlawanan terhadap pihak aparat yang memback-up pihak Besi Merah Putih yang melakukan aksi penyerangan ke desa tersebut. Dalam perkelahian yang terjadi di pihak aparat dan kedua pemuda itu, aparat keamanan terperangkap oleh ajakan kedua pemuda itu untuk meletakkan senjata dan melakukan perkelahian secara jantang saja. Salah satu dari kedua pemuda itu merampas sepucuk senjata dengan enam buah maksen berisi peluru dan menyelamatkan diri (sampai sekarang belum diketahui keberadaanya). Sementara temannya telah ditangkap dan disiksa serta dianiaya oleh pihak aparat. Kini ia bersama ke-17 orang lainnya berada di POLRES Liquica. Alasan penangkapan terhadap korban karena mereka dituduh melakukan perkelahian dengan aparat keamanan saat tewasnya salah satu anggota Besi merah Putih (Joanico) Ke-18 orang itu adalah sbb.: 1. Amancio Pinto, 27 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Boravei desa Vatuvou, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 2. Jose Soares, 25 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Lissa-Lara, desa Vatuvou, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 3. Domingos dos Santos, 20 tahun, laki-laki, Katolik, alamat, kampung Lissa-lara, desa Vatuvou, kec, Maubara, kab. Liquica, Timor Timur. 4. Manuel Soares, 22 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Boravei desa Vatuvou, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 5. Joao Soares, 25 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Lissa-Lara, desa Vatuvou, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 6. Andre Serrao, 22 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Kaikassa, desa Lissa-dilla, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 7. Daniel Crisno, 24 tahun, laki-laki, Protestan, alamat kampung Lebuhae, desa Lissa-Dilla, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 8. Saturnino de Oliveira, 18 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Lebuhae, desa Lissa-Dilla, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 9. Joanico Olieveira, 19 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Lebuhae, desa Lissa-Dilla, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 10.Claudino Soares, 20 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Lebuhae, desa Lissa-Dilla, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 11.Armindo da Costa, 18 tahun, laki-laki, Katolik, alamat kampung Manu-Kbia, desa Lissa-Dilla, kecamatan Maubara, kabupaten Liquica, Timor Timur. 12.Manuel de Oliveira, 27 thun, laki-laki, petani, katolik, bertempat tinggal di kampung Lebuhae, Desa Lisa Dili, Kecamatan maubara, Liquica; 13.Eduardo, 25 tahun, laki-laki, katolik, petani, bertempat tinggal di kampung Kaikasa, desa Lisa-Dila, kecamatan maubara/Liquica 14.Umberto Afonso, 18 tahun, laki-laki, katolik, petani, bertempat tinggal di kampung Kaikasa, desa Lisa-Dila, kecamatan maubara/Liquica 15.Alfredo sanches, 20 tahun, laki-laki, katolik, petani, bertempat tinggal di kampung Lebuhae, desa Lisa-Dila, kecamatan maubara/Liquica 16.Joao da Silva, 23 tahun, laki-laki, katolik, petani, bertempat tinggal di kampung Ulunana/Tansmigrasi, kecamatan maubara/Liquica 17.Jose mendes, 27 tahun, laki-laki, katolik, petani, bertempat tinggal di kampung Boravei, desa Vatuvou, kecamatan maubara/Liquica 18.Florindo da Silva Nunes, 25 tahun, laki-laki, katolik, petani, bertempat tinggal di kampung Lisalara, desa Vatuvou, kecamatan maubara/Liquica. (Sebenarnya korban Florindo bersama temannya (diketahui tetapi tidak bisa disebutkan namanya karena alasan keamanan). Korban Florindo sementara ini ada di Polres Liquica tetapi kedua tangan dan muka telah disayat habis oleh aparat kepolisian (laporan Keluarga korban) sehingga menyebabkan korban sedera. Untuk sementara tidak akses bagi kelompok/organisasi untuk akses masuk kecuali keluarga korban. Sementara tadi malam sekitar jam 24.00 anggota besi merah kembali mengadakan penyerangan terhadap warga di desa Guico, kecamatan Maubara/Liquica, akibatnya 3 orang anggota besi merah tewas seketika dan lima orang mengalami luka berat (identitas mereka belum diketahui, tetapi sudah ada tim gabungan dari Y-Hak, Iustitia et Pax, Caritas Dili sudah ke lapangan untuk melakukan investigasi tentang kejadian tersebut. Akibat dari kejadian itu aparat keamanan sudah mem-back-up kelompok besi merah putih untuk melakukan penyerangan selanjutnya. Bersadasarkan informasi ini mohon Fortilos bersama teman-teman LSM lainnya berbuat sesuatu. Demikian terima kasih. ############################################ Comissao Iustitia et Pax (Diocesan Justice and Peace Commission) Jl. Travessa de Lecidere, Dili - East Timor Tel/Fax: (62-390) 324.747 E-mail: [EMAIL PROTECTED] "TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA TANPA PEMBEBASAN DI TIMOR LESTE" FORTILOS Forum Solidaritas Untuk Rakyat Timor Timur Jl. Siaga II No.31, Pejaten Barat, Jakarta 12510 Telp. (021)79192763 Fax. (021)79192519 e-mail: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Feb 1999 jam 06:11:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
