----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


TABLOID  "MAHASISWA" DITEROR

        JAKARTA,(SiaR,26/2/1999) Tabloid Mahasiswa yang dikelola para
aktivis gerakan mahasiswa diteror dan digembosi di agen penjualan karena
dikhawatirkan akan menjadi corong aksi aksi  mahasiswa.

        Tabloid Mahasiswa yang dikelola dan dimiliki para aktivis mahasiswa
dari berbagai kelompok aksi di Jakarta itu mengkhususkan diri pada informasi
tentang aksi, program dan profil kelompok aksi mahasiswa. Raymond Sinaga
mahasiswa ISTN yang ikut mengelola tabloid  itu kepada SiaR mengatakan
kantor redaksi Mahasiswa berulang kali dilempari batu dan didatangi pemuda
preman sembari mengancam.
        "Sebaiknya kalian nggak usah menghujat  nama Soeharto , karena hal
itu akan menimbulkan perpecahan nasional, " ancam para pemuda tersebut.

        Tabloid setebal 12 halaman itu pada nomer perdananya menampilkan
laporan utama  soal kekuasaan transisi versi mahasiswa. Ada juga wawancara
dengan Sekjen Barisan Nasional, Rachmat Witoelar dan Prof. Sarbini. Nomor
perdana Mahasiswa juga mengulas program Forum Salemba, Forum Kota, Famred dan
berbagai kelompok aksi lain di Jakarta. "Tabloid kami memang bertujuan untuk
menjadi corong informasi terdepan dari semua mesin politik aksi yang ada di
Jakarta agar program aksi mereka dipahami masyarakat, " ujar Oyik mantan jubir
Forum Kota.

        Menurut Oyik, Mahasiswa mengakomodir semua kelompok seperti KAMMI,
Forsal , Forkot, Famred, KBUI dan nantinya akan menggandeng kelompok
mahasiswa dari kota lain. Beberapa kesulitan tampaknya mulai menghadang
selain teror. Menurut Taufik, memang ada sedikit kesulitan yakni modal untuk
berlanjutnya penerbitan.

        "Mahasiswa juga harus memnghadapi kesulitan karena harus berhadapan
dengan agen-agen sirkulasi media cetak yang dikuasai  para mafia agen yang
belum kami pahami," ujar Taufik, aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam
Indonesia itu.
Taboid hitam putih yang terbit dwi mingguan itu akan dijual ke seharga Rp
1500 per eksemplar, dengan tiras 11 ribu eksemplar. Edisi pertama, menurut
Taufik, di agen-agen eceran, seperti di Pasar Senen dan Blok M, diborong
orang-orang tak dikenal. Menurut pemantauan SiaR di Blok M,  seorang agen
koran besar bernama Sihite menerangkan ada beberapa pria berambut cepak,
berbadan tegap yang langsung memborong tabloid Mahasiswa nomor perdana itu.
"Kami sih senang saja jika ada orang yang memborong," ujar Sihite. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 13:07:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke