----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
KONTAK SENJATA TERJADI LAGI DI DILI
DILI, (MateBEAN 26/2/1999) � Bunyi tembakan di Desa Becora, Dili,
Timor Timur, Rabu (24/2) mengejutkan warga Dili. Tembak menembak dilaporkan
terjadi antara kelompok sipil pro kemerdekaan dan pro otonomi. Sementara itu
empat orang terluka dalam kontak senjata antarakelompok pro kemerdekaan
dengan pro integrasi di Maubara, Kabupaten Liquisa sekitar 38 kilometer
sebelah barat Dili, Selasa (23/2) pagi. Menurut seorang biarawati yang
rumah biaranya berada di Becora, warga berhamburan ke luar rumah setelah
dikejutkan bunyi tembakan senjata api dan tersebarnya isu bahwa kelompok
bersenjata Naga Merah akan menyerang warga desa tersebut. "Isu itu
menyebabkan masyarakat ke luar rumah memegang senjata tajam untuk
mempertahankan diri jika terjadi penyerangan dari kelompok sipil bersenjata
Naga Merah. Namun, kenyataannya isu itu tidak benar," ujar biarawati itu.
Disebutkan, warga Desa Becora berkumpul di sepanjang jalan utama
yang menghubungkan ibukota Dili dengan empat kabupaten di wilayah timur
propinsi ini yaitu Manatuto, Baucau, Viqueque, dan Lautem yang menyebabkan
lumpuhnya aktivitas kendaraan umum.
Kapolres Dili Letkol (Pol) Gulman Gultom menyebutkan, pihaknya belum
dapat merinci penyebab kejadian itu. "Maaf, kami belum mendapat data yang akurat
sebab anggota saya yang ingin ke TKP terhalang oleh massa. Massanya sedang emosi
sehingga kami belum dapat mengidentifikasi kejadian," katanya. Ketika ditanya
apakah jumlah korban yang jatuh lebih dari satu orang, Gultom menyatakan,
pihaknya belum dapat memastikan ada tidaknya korban dalam kejadian tersebut.
"Informasi yang berkembang masih simpang siur, sehingga belum dapat
dipastikan ada tidaknya korban meninggal," katanya.
Mengenai insiden di Maubara, Kadispen Polda Timtim Kapten (Pol) Drs.
Widodo DS di Dili, kemarin menjelaskan, korban luka tembak berasal dari pihak
pro kemerdekaan Timtim yang didukung kelompok gerilyawan pimpinan Ernesto.
Tetapi tidak diperoleh keterangan adanya korban di pihak pro integrasi dari Desa
Vatoboro Kecamatan Maubara yang mendapat dukungan tujuh anggota kelompok
Halilintar dari Kecamatan Atabae.
Kontak senjata antara dua kelompok itu terjadi di Kampung Irlelu Desa
Giso, Liquisa pada Selasa (23/2) sekitar pukul 09.30 WITA. Ernesto mengalami
luka tembakan senjata "tumbuk" (senjata tradisional) pada bagian paha yang
dilakukan anggota Halilintar tetapi meloloskan diri ke hutan bersama korban
lainnya. Berdasarkan penyidikan di TKP ditemukan ceceran darah, sementara
senjata yang digunakan pihak gerilyawan diperkirakan jenis mauser, stengun dan
G-3. Utusan khusus Sekjen PBB, Tamrat Samuel menilai antara pihak pro integrasi
dengan pro kemerdekaan sulit untuk saling percaya sehingga menjadi petunjuk
bahwa masyarakat Timtim belum siap bersatu untuk memecahkan permasalah yang
dihadapi. "Namun untuk mengatasi situasi tersebut, dibutuhkan jalan damai yang
hanya bisa terwujud jika kondisi Kamtibmas di Timtim mantap," katanya.
Sementara itu dikabarkan, Pasukan Perdamaian PBB akan tiba di Dili dan
akan melucuti senjata yang dipegang kaum sipil. Senjata yang akan dilucuti
meliputi senjata yang kini dikuasai milisi prointegrasi maupun senjata yang
dimiliki Falintil. Rencananya, pasukan ABRI akan ditarik dari wilayah itu, namun
polisi Indonesia tetap berada di sana untuk membantu Pasukan Perdamaian PBB.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 12:49:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++