----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


R. HARTONO  MELEGALKAN VCD-LD BAJAKAN

        JAKARTA (SiaR, 26/2/1999) Indonesian Corruption Watch (ICW)
menemukan data bahwa Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VII, Jendral
(Purn) Hartono mengeluarkan SK yang melegalkan VCD dan LD bajakan. Lewat SK
Menpen No 21/1998, Hartono  memberikan konsensi kepada cucu Soeharto, Ary
Sigit untuk melegalkan VCD bajakan.

        Menurut Teten Masduki, Koordinator Badan Pekerja IC,  kongkalikong
antara Hartono dan Ary Sigit ini, negara dirugikan sedikitnya Rp 51 miliar
per tahun.  Sebab diperkirakan  ada lebih dari sejuta keping VCD dan Laser
Disk (LD) tiap tahunnya, ternyata 85 persennya, barang bajakan.

        Melalui SK itu Hartono membentuk Tim PengendaliPeredaran Rekaman
Video yang terdiri atas Direktur Jendral Radio, Televisi dan Film dan PT
Cakramindo Inti Pradana (PT CIP). Tapi ICW menemukan, ternyata PT CIP yang
ditugasi untuk membuat stiker VCD dan LD seharga Rp 2 ribu per stiker itu
ternyata fiktif. Namun, kemudian muncul PT Aji Wijaya Kusuma milik Ary Sigit
yang tiba-tiba mengambil oper PT CIP untuk menerbitkan stiker yang sama.
Namun selain memberi konsesi kepada  PT Aji, Hartono juga memberikan hal
yang sama kepada sebuah PT milik Yayasan Anantakupa (Deppen) dan Yayasan
Bhayangkara (Polri).

        Legalisasi stiker VCD-LD bajakan tersebut yang oleh ICW disebutkan
sebagai sebuah kesalahan besar Hartono. Karena selain memberikan hak
monopoli, SK itu juga menyalahi aturan internasional, Konvensi Bern. Sebab
perlu diketahui, Indonesia sudah lama telah menandatangani Konvensi Bern
tentang hak cipta karya intelektual (HAKI).***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 13:44:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke