----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
PASUKAN KODAM WIRABUANA TEMBAKI WARGA SIPIL MALUKU
AMBON (SiaR, 26/2/99) -- Spanduk-spanduk mengecam ABRI kini terpampang di
berbagai pemukiman, kampung-kampung dan desa-desa di kota Ambon dan
sekitarnya akibat perilaku pasukan asal Kodam Wirabuana yang dinilai
berpihak dalam mengatasi kerusuhan antarwarga. Kodam Wirabuana adalah kodam
yang berpusat di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Sedangkan Maluku
sebenarnya berada di wilayah Kodam Trikora yang berpusat di Jayaapura, Irian
Jaya.
Kerusuhan susulan yang terjadi selama sepekan ini mengakibatkan 15
orang tewas, 42 luka berat dan 20 luka ringan. Menurut pantauan koresponden
SiaR dari RS Gereja Protestan Maluku, sebagian besar korban tewas dan
luka-luka akibat luka tembakan senjata api. Penembakan aparat terhadap warga
sipil ini telah terjadi sejak bentrok antar warga sipil di dusun Waimital,
antara desa Hulaliu dan desa Ori., 14 Februari 1999 lalu. Akibat penembakan
oleh pasukan ABRI, sebanyak enam orang warga meninggal dunia sebagaimana
hasil visum dan otopsi di RS Saparua.
Sejumlah saksi mata menuturkan, sejak diberlakukannya perintah tembak di
tempat bagi warga sipil yang dinilai bersenjata, maka ada kesan pasukan ABRI
melakukan penembakan tanpa memberi peringatan dan berbagai tindakan
persuasif lainnya terlebih dahulu. Seperti yang terjadi desa Hulaliu,
penembakan dilakukan oleh pasukan ABRI yang bersembunyi di balik semak-semak
dengan membentuk formasi siap tembak huruf L.
"Hal ini memperkuat fakta adanya kesengajaan menjebak warga sipil untuk
kemudian menembaki mereka," ucap Christian Taihitu, seorang tetua adat di
desa Hulaliu. Hal serupa terjadi saat timbul konflik massa antara warga desa
Pelau dan desa Kariu, ketika seorang warga desa Kariu, Ais Radjawane
ditembak aparat pasukan Brimob. Ais yang juga tokoh pemuda setempat,
ditembak sesaat setelah ke luar dari rumah seorang pendeta dalam upaya
mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.
Berbagai tindakan pasukan ABRI, terutama yang berasal dari Kodam Wirabuana,
yang dinilai sebagian warga sebagai berpihak itu, melahirkan kekecewaan
warga pemukiman. Bunyi spanduk seperti "ABRI Jangan Memihak!!! Jangan Tembak
Kami Dengan Senjata Kami" terpampang di jalan-jalan.
Menurut saksi-saksi mata kepada koresponden SiaR, bahkan di beberapa
tempat, nyaris terjadi baku tembak antara pasukan Kodam Wirabuana yang
dikirim dari Ujungpandang dengan pasukan Korem Kodam Pattimura, Ambon yang
tak ingin melihat pasukan Kodam Wirabuana menembaki warga sipil setempat.
"Pasukan Korem minta pasukan Wirabuana untuk menghentikan penembakan
terhadap warga sipil. Beberapa diantara anggota Pattimura mengancam akan
membalas menembak, jika permintaan itu tak dipatuhi," ujar Yopi Noya,
seorang warga dusun Waimital.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 14:07:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++