---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 07/II/25 Februari-3 Maret 99 ------------------------------ HABIBIE DITINGGALKAN PENDUKUNGNYA (PERISTIWA): Keinginan Habibie untuk kembali berkuasa lagi tampaknya bakal tidak akan terkabul. Pasalnya, sejumlah kelompok pendukungnya pelan-pelan mulai menarik diri. Tahun kelinci bagi Habibie tampaknya bukan tahun keberuntungannya. Atau bahkan sebaliknya tahun kelinci ini merupakan tahun keterpurukannya menjadi pejabat negara. Sebab, hanya dalam waktu tidak ada satu bulan, ia telah membuat masalah pelik yang menyebabkan para pendukungnya mulai menarik dukungannya. Isu pengepungan pasukan oleh Letjen Prabowo Subianto beberapa saat setelah Habibie ditunjuk Soeharto menjadi presiden penggantinya, ternyata tidak mampu menarik simpati orang. Justru sebaliknya ia mendapat reaksi negatif dari para pendukung Prabowo yang semula ikut bersama-sama menyokong kekuasaannya. Tindakan penyebaran isu oleh Habibie di depan para Forum Editor Asia-Jerman di istana negara itu justru dinilai oleh pendukung Prabowo sebagai fitnahan tak berdasar. "Kalau betul ada pasukan yang dikonsentrasikan Prabowo di sekitar rumah Habibie, harus dibuktikan. Kalau tidak, berarti Habibie dan Wiranto telah memfitnah Prabowo, Kostrad dan Kopassus," kata Fadli Zon. Sebelumnya ini, KISDI yang dimotori Ahmad Sumargono dan Fadli Zon secara utuh mendukung kekuasaan Habibie. Tapi setelah isu itu dilempar Habibie, maka kedua orang karib Prabowo ini berbalik arah dukungannya. Bahkan Gogon, panggilan akrab Ahmad Sumargono terang-terangan menolak Habibie untuk mencalonkan lagi. Sebaliknya, ia akan mencalonkan diri menjadi presiden melalui Partai Bulan Bintang (PBB). PBB sendiri selama ini memang dikenal sebagai barisan pendukung status quo. Image ini terbangun lantaran keberadaan Ketua Umumnya Yusril Ihza Mahendra yang sebelum Soeharto jatuh adalah ghostwriter Soeharto. Setelah Soeharto tumbang, Yusril adalah salah satu orang yang getol membela Soeharto dari hujatan masyarakat. Pada dasarnya, PBB tidak berseberangan banyak dengan kekuasaan Habibie. Sumber Xpos menuturkan, sebenarnya Habibie tidak punya skill untuk berpolitik. Ia, kata sumber ini, adalah orang lugu yang gampang dipengaruhi oleh orang-orang di sekelilingnya. "Sekarang tergantung siapa yang dekat dengan Habibie. Kalau yang dekat seperti Baramuli atau Achmad Tirto Sudiro, ya hasilnya kacau seperti ini. Sayang, teman-teman dekat Habibie kualitasnya seperti itu," katanya. Keberadaan para pembisik ini memang terbukti mempan dalam mempengaruhi warna politik Habibie. Buktinya, opsi pelepasan Timtim yang sangat emosional itu adalah desakan dari Dewi Fortuna Anwar. Dan desakan pemeriksaan terhadap Sofyan Wanandi serta Arifin Panigoro seperti yang terungkap di rekaman hasil sadapan telepon Habibie-Ghalib yang beredar luas itu adalah atas desakan teman-teman dekatnya juga. Di kalangan tentara, pamor Habibie semakin habis. Habibie di kalangan tentara ini dianggap sebagai orang yang bisa membahayakan "persatuan dan kesatuan bangsa". Selain ia memberi angin terhadap tumbuhnya "ekstrem kanan", Habibie juga telah memberikan peluang bagi pelepasan sejumlah wilayah Indonesia. Opsi tentang kemerdekaan Timtim misalnya. Opsi tersebut memang di luar negeri membuat populer Habibie. Tapi di kalangan tentara justru dinilai sebagai langkah keliru karena telah memberikan preseden bagi daerah lain. Selain itu kegeraman tentara juga muncul akibat suara-suara keras pendukung Habibie untuk segera melepas jabatan Menhankam yang sekarang dipegang oleh Wiranto ke tangan sipil. Apalagi orang sipil yang disebut-sebut pas menduduki jabatan itu adalah temannya sendiri, Syafii Maarif. Konflik-konflik pendukung Habibie dengan ABRI itu menimbulkan rumor tersendiri di kalangan masyarakat. Misalnya saja tentang pelaku tersebarnya kaset rekaman Habibie-Ghalib tersebut diduga keras adalah ABRI, terutama dinas intelijennya. Mereka beranggapan, ada kesengajaan untuk membeberkan kejelekan Habibie selama ini. Terutama mengenai ketidakseriusannya mengusut Soeharto. Suara yang mewakili kelompok ini adalah AA Baramuli. Isu lainnya, dipecatnya JAM Intel Sjamsu Djalal juga hasil desakan dari Baramuli yang menuduh Sjamsu sebagai pejabat yang paling bertanggung jawab atas intelijen di Kejagung. "Tidak mungkin penyadapan di Setneg. Sebab pengamanannya sangat ketat," kata Baramuli suatu ketika. Sementara itu, kendaraan politik Habibie satu-satunya yang akan mengangkatnya menjadi calon presiden adalah Golkar. Namun di Golkar sendiri, kekuatan kelompok Habibie tidak penuh. Memang, nama Habibie telah dicalonkan Akbar Tandjung sebagai Capres. Tapi itu bukanlah jaminan akan mulus pencalonannya lewat Golkar. Sebab, Akbar sendiri konon juga akan ikut meramaikan bursa calon presiden. "Pernyataan Akbar Tandjung yang tidak menolak kebenaran rekaman pembicaraan telepon Habibie-Ghalib merupakan indikasi keinginan untuk memperburuk citra Habibie. Ujung-ujungnya, Habibie dinyatakan tidak layak menjadi capres," ujar sumber Xpos. Jadi, masihkah Habibie akan maju mencalonkan diri? (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 16:06:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
