---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Timtim tak mungkin lagi menjadi bagian RI Mencermati opini warga masyarakat Indonesia dari berbagai daerah yang muncul dalam berbagai mas media cetak akhir-akhir ini sekaitan dengan opsi baru pemerintah yang akan melepas Timtim dari Indonesia jika tak menerima tawaran otonomi luas, maka seolah menyimpulkan bahwa warga masyarakat Indonesia pada umumnya (minus warga asal Timtim) memandang masalah Timtim sebagai beban rakyat dan pemerintah yang tak berkesudahan. Artinya, opini publik di Indonesia telah sedemikian kuat mengakar melihat permasalahan Timtim sebagai suatu problem yang justru membebani perjalanan bangsa Indonesia ke depan terutama dari segi keuangan yang selama ini disubsidi secara luar biasa besarnya oleh pemerintah Pusat melalui hasil pajak yang dipungut dari 220 juta rakyat Indonesia. Karena itu hampir dapat dipastikan bahwa jika digelar poling pendapat rakyat dari 26 propinsi lainnya di luar Timtim, maka kesimpulannya pasti secara terbuka menyatakan Timtim perlu segera dilepas dari wilayah RI dan semakin cepat akan semakin baik. Sementara itu dikalangan masyarakat warga Timtim sendiri semakin muncul kepermukaan adanya pertentangan tajam dua kelompok masyarakat antara yang pro dan kontra/anti integrasi, dimana hal itu sekaligus mencerminkan bahwa kemerdekaan daerah Timtim mendatang adalah malapetaka perang saudara akan menjadi kenyataan hidup negara Timtim merdeka. Walaupun opsi pemerintah untuk melepas Timtim itu hanya sebuah gagasan dan usul yang akan diputuskan oleh MPR hasil Pemilu 1999 mendatang, namun derasnya desakan dan arus opini warga masyarakat tentu akan menggiring MPR untuk mengambil keputusan sesuai dengan aspirasi rakyat dan ini berarti Timtim akan keluar dari wilayah negara kesatuan RI. Nasib warga Timtim semakin runyam dan terbukti menjadi ajang komoditi ekonomi maupun politik oleh kalangan tertentu khususnya pegiat LSM dengan bekal issu HAM dan demokrasi. Jadi lepasnya Timtim dari Indonesia tidak hanya terancam perang saudara dan kesengsaraan, tapi sekaligus memusnahkan sumber penghasilan LSM dan perbagai aktivis pelopor HAM dan demokrasi termasuk politisi yang selama ini berkiprah dalam masalah penyelesaian Timtim. Bagi kalangan terakhir ini, tentu kita sarankan segera mencari alternatif lahan hidup baru karena Timtim tak mungkin lagi menjadi bagian dari negara RI dan tak mungkin lagi menjadi obyek pendapatan dan popularitas. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:01:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
