----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Kecemasan terhadap bangkitnya kekuatan Status Quo

Berawal dari pernyataan KH. Abdurrachman
Wahid Ketua Umum NU yang akrab
disapa Gus Dur tentang provokator
kerusuhan yang merupakan pengikut-
pengikut setia Mantan Presiden Soeharto,
maka menyusul pula berbagai pendapat
tentang adanya upaya membangun kekuatan
dari pengikut Soeharto untuk kembali
memegang kendali kekuasaan. Bangkitnya
kekuatan Stus Quo menjadi kecemasan
baru kalangan reformis dikaitkan dengan
aksi-aksi kerusuhan, yang oleh sebagian
kalangan termasuk Gus Dur adalah orang
dekat mantan presiden Soeharto, secara
logika kurang dapat diterima meskipun
aksi kerusuhan dan atau dalangnya
termasuk provokatornya bukan mustahil
adalah oknum-oknum yang dahulu dekat
dengan sumbu kekuasaan.

Namun untuk dinyatakan sebagai
gerakan membangun kekuatan agar
dapat bangkit menjadi penguasa
rasanya bukan hal yang logis,
mengingat gerakan Reformasi mahasiswa
yang tak bersenjata dan tak memiliki
pasukan Preman itu ternyata mampu
menumbangkan rezim Orde Baru.

Jika rezim Orde Baru dibawah
kepemimpinan Soeharto masih memiliki
kekuatan yang Solid tentu saja akan
tetap bertahan dengan kokoh tanpa
terusik oleh gerakan reformasi mahasiswa
dengan pasukan Preman dan dengan
kekuatan senjata sekalipun. Nakh,
dari sini jelas terlihat bahwa kecemasan
terhadap kekuatan Orde Baru untuk
bangkit kembali adalah kecemasan
berlebihan dan tak beralasan, karena
seolah mengabaikan situasi dan kondisi
riil yang ada.

Kecemasan itu bahkan dapat diduga
sebagai ketakutan sebagian mantan
pengikut Orde Baru yang dihembuskan
untuk cuci tangan dari dosa-dosa
politiknya. Sebab dengan issu
tersebut menjadi agenda utama
pemerintahan untuk melupakan proses
penyidikan dan pengusutan segala
persoalan lama yang diwariskan Orde Baru.

Memang banyak model pendekatan
dan manuver yang dapat dikemas
untuk membingungkan masyarakat
Pro Reformasi agar tidak mengorek
kesalahan masa lalu rezim Orde
Baru termasuk menciptakan kecemasan
berlebihan dengan issu bangkitnya
kekuatan Status Quo.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:00:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke