---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KKN dan kebobrokan system pendidikan Nasional oleh Hankman ======================================================== Selama ini banyak masyarakat Indonesia yang terbawa oleh hawa panas yang sedang melanda negara kita. Baik di internet atau tidak, kita sering menemui suatu diskusi yang arah tujuannya tidak jelas atau "ngalor-ngidur" dalam bahasa jawa. Apalagi kalau topiknya yang dapat memancing emosi, bagaikan rumput kering di dekat api. Misalnya, sampai hari ini masih banyak orang yang terpancing oleh para provokator yang ingin menyulut kerusuhan. Hal ini disebabkan oleh latar belakang system pendidikan Indonesia yang tidak efektive. Dimana murid hanya dididik sebagai penurut tanpa didukung oleh kemampuan berpikir secara logis. Murid hanya dicekoki berbagai macam informasi, benar atau tidak adalah soal belakangan, yang penting informasi tersebut dapat ditelan bulat-bulat oleh pelajar. Apakah bangsa Indonesia adalah bangsa yang bodoh? saya rasa tidak, banyak orang indonesia yang sukses. Contohnya George Adichandra, atau pelajar Indonesia yang lulusan program doktor di Amerika. Apakah benar murid di Indonesia hanya dididik sebagai kambing yang bisa ditarik ke sana - ke mari? Mari kita menengok masa SD-SMP-SMA kita, dimana kita harus menghafal materi dari segala macam mata pelajaran, termasuk ilmu fakta seperti matematika, fisika dan lain. Mari saya uraikan beberapa senario untuk mendukung argumen saya. Saya tidak mengatakan semua guru di Indonesia jelek, tapi banyak guru di Indonesia dengan pengetahuan yang kurang memadai mengajar di sekolah. Baik ditingkat perguruan tinggi, sekolah menengah atau sekolah dasar. Guru semacam ini sering kali mengajar suatu mata pelajaran hanya berdasarkan buku yang diterbitkan deptermen P dan K. Bahkan tidak jarang seorang guru merangkap beberapa mata pelajaran yang tidak ada sangkut pautnya. Hal ini sering mengakibatkan seorang guru hanya menguasai kulit dari mata pelajaran tersebut. Karena keterbatas pengetahuan yang dikuasai sang guru, maka materi yang diajarkan dikelas juga terbatas. Lalu masalah lain muncul bila seorang murid bertanya suatu pertanyaan yang lebih detil, tentunya sang guru akan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan tersebut. Dengan itu sang guru sering memarahi atau menghukum sang murid yang bertanya dengan alasan " melawan atau menghina guru dengan pertanyaan yang sulit dijawab". Dilema seperti ini mengurangi minat murid untuk bertanya terutama memperdalam mata pelajaran tersebut. Jalan lain yang dapat ditempuh untuk menghindari pertanyaan yang sulit bagi sang guru adalah menghafal mati. Murid sering kali diharuskan menghafal buku pelajaran atau catatatan yang diberikan oleh sang guru tanpa ada pegertian dibalik materi yang diajarkan di kelas. Contohnya sang murid hanya tahu jika matahari terbit disebelah Timur dan terbenam di Barat, tanpa memahami jika bola bumi berputar mengilingin bumi. Lalu bagaimana dengan pelajaran membutuhkan kemampuan berpikir secara logis seperti matematika? tidak jarang murid diharuskan mengikuti cara penyelesaian sang guru untuk mengerjakan suatu soal. Sering kali murid disalahkan karena mempunyai cara penyelesaian suatu soal berbeda dengan cara sang guru, meskipun hasil akhirnya benar. Maka solusi bagi sang murid adalah menghafal. Sistem seperti ini mematikan kemampuan daya kreativitas pelajar untuk berkembang dan berpikir secara mandiri. Secara tidak langsung system ini telah mendidik masyarakat indonesia menjadi manusia tipe "Yes sir.." (penurut), dan hasil dari sistem pendidikan Indoneisia boleh dianggap gagal. Contohnya setiap jenjang pendidikan di Indonesia sudah pasti ada mata pelajaran PMP "Pendidikan dan Moral Pancasila". Lalu dimanakah hasil dari Pendidikan moral? kerusuhuan dimana-mana, kejahatan meningkat, perang antar agama, perang antar suku, , penjarahan dan lain-lain. Keadaan pendidikan di negara ini diperburuk oleh system pendidikan yang tidak menentu. Setiap pergantian menteri pendidikan diikuti oleh pergantian kurikulum sekolah, yang membuat murid bertambah bingung dan orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan. Di samping itu mutu pendidikan di Indonesia masih relatif rendah, terutama sekolah negeri(SD, SMP, SMA) di luar Jakarta. Hal ini di sebabkan oleh kurangnya dana untuk mencukupi kehidupan guru-guru sekolah, dan banyak dari mereka yang harus mencari pekerjaan sampingan untuk menunjang kehidupan keluarga mereka. Celakanya kalau anggota staff sekolah yang mempraktekan KKN (soal suap-menyuap agar sang murid diluluskan dll) akan merusak moral pelajar. Tidak heran kalau budaya KKN sangat kental di jaman ORBA. Fenomena seperti ini juga sering terjadi di sekolah-sekolah swasta, bahkan pembuatan raport palsu sudah merupakan hal yang lazim. Bagi murid, yang tidak lulus, dapat membeli ijazah dan rapor palsu untuk melanjutkan study nya di sekolah lain. Bukan guru saja yang ber KKN, pelajarpun juga tidak kalah dalam soal KKN. Misalnya menyontek, yang merupakan cikal bakal korupsi, adalah masalah yang biasa dibangku sekolah. Entah apa yang didalam pikiran pelajar Indonesia yang masih sempat tawuran. Pelajar seharusnya menggunakan waktu belajar mereka untuk menimba ilmu demi masa depan, tapi waktu mereka dipergunakan untuk nongkrong. Apakah mereka kekurangan kegiatan sekolah? mungkin saja, atau KKN juga dapat menujang karir sekolah mereka (lulus sekolah tanpa belajar). Sebelum jaman reformasi tawuran antar sekolah atau antar departemen (universitas) sempat menjamur terutama di Jakarta. Akibatnya ada pihak tertentu (you know who ===> oknum ORBA) yang memanfaatkan situasi ini demi kepentingan politik. Informasi dimanipulasi sana-sini sehingga kebenaran "the truth" sudah tidak jelas lagi. Contoh mata pelajaran yang sekarang ini sudah kurang berarti adalah mata pelajaran sejarah, karena banyak materi yang pernah diajarkan di bangku sekolah, ternyata adalah hasi manipulasi/godokan ORBA dan kebenaranya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Tentunya kita masih ingat surat Supersemar yang katanya hilang, menyatakan bung Karno menyerahkan kekuasaan sementara kepada Suharto. Pertanyaan saya apakah mungkin bung Karno sedemikian lemahnya sampai ia mau menyerahkan kekuasaannya kepada seorang jenderal? Lalu bagaimana dengan wakil presiden/perdana menteri waktu itu? Apakah benar PKI mengadakan kudeta, padahal PKI adalah partai terbesar pada jaman tersebut dan PKI juga didukung oleh Sukarno? Apa gunanya PKI bermain curang jika mereka memang sudah diatas angin? Itu hanyalah contoh materi dari pelajaran sejarah yang perlu disangsikan kebenaranya. Kekurangan mutu pendidikan juga dapat sebabkan oleh pembatasan buku yang beredar. Kerap kali pemerintah melarang atau mencabut ijin penerbitan suatu buku atau surat kabar, karena informasi yang dianggap membahayakan posisi pemerintah. Contoh Tempo, Sinar Harapan, buku karangan bung Karno atau karya tulis, penulis Indonesia, yang dianggap sebagai pembangkang pemerintah ORBA dan lain lain. Sikap oknum ORBA yang seperti ini sangat merugikan rakyat, dimana banyak penulis yang tertekan. hal ini di perburuk oleh sikap pemerintah ORBA yang sering melempar siapa saja ke penjara, gara ide yang bertentangan dengan ORBA. Akibatnya pengetahuan masyarakat Indonesia semakin tertutup dan gelap. Masalah KKN di Indonesia sudah berakar dalam dibudaya hidup kita, Bagaimanapun juga perbaikan harus dimulai dari atas dan ditindak secara cepat. Kalau tidak hari kiamat di Indonesia jatuhnya akan lebih awal dari hari yang sudah ditentukan Tuhan. Memang di Indonesia ada banyak sekolah yang bermutu baik perguruan tinggi atau sekolah menengah/dasar, tapi jumlahnya masih terbatas dan biayanya juga agak mahal. salam Hankman ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 08:58:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
