---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- SKENARIO PENYADAPAN TELPON BINA GRAHA "Bina Graha kebakaran Jenggot", kalimat inilah yang cukup tepat untuk diterima oleh para penghuni Bina Graha yang membantu segenap kegiatan pelaksanaan tugas dan fungsi Presiden Habibie. Sebab hasil penyadapan telpon Habibie dengan Ghalib setidaknya menunjukkan bahwa lingkungan Bina Graha ternyata tidak steril dari tangan-tangan jahat yang secara sengaja ingin mempermalukan lingkungan kerja Presiden RI saat ini. Walaupun lingkungan Ghalib juga dicurigai sebagai tidak steril dari tangan-tangan jahat dan kemungkinan aksi penyadapan itu bersumber dari lingkungan kejaksaan Agung, namun dilihat dari sudut pandang politis akan lebih tepat jika dugaan aksi penyadapan itu tertuju pada lingkungan kerja Presiden sebab semua orang juga tahu bahwa banyak Kroni-kroni yang mengurusi tugasnya Soeharto ketika menjadi Presiden dan berkantor di Bina Graha, kini telah tergusur oleh Habibie. Kelompok inilah yang diduga kuat melakukan konspirasi dengan pihak luar melakukan aksi penyadapan. Asumsi ini masih dalam dimensi internal yang berskala kecil, tapi asumsi lain yang berskala besar bahkan melihat adanya konspirasi kelompok/kekuatan tertentu yang bekerjasama dengan oknum aparat di Bina Graha yang ingin menjatuhkan Habibie dan Kabinetnya agar benar-benar hancur sehingga tak tampil lagi dalam era pemerintahan hasil Pemilu pada bulan Juni mendatang. Berbagai asumsi ataupun tuduhan atas aksi penyadapan telpon itu masih dapat diterima dan wajar-wajar saja, tapi yang menarik dari kasus ini adalah sebuah gambaran betapa rapuhnya lingkungan kerja Habibie beserta segenap Menteri pembantunya. Karena itu pula maka wajar-wajar saja jika mereka diobok-obok oleh berbagai Isyu, gerakan Demo dan pernyataan-pernyataan politisi, cendekiawan dan lain-lain. Siapa yang menjadi sponsor dibalik skenario besar aksi penyadapan ini masih sulit dipastikan. Namun terjadinya peristiwa ini sebagai peringatan bagi Habibie dan segenap pembantunya untuk semakin berhati-hati dalam gerak dan tingkah lakunya, terutama dalam membuat pernyataan, sebab jangan sampai terjebak dengan ulahnya sendiri yang menjadi senjata makan Tuan. Artinya, Pemerintahan Habibie yang rapuh jangan kebablasan dalam menyikapi setiap tuntutan dan aspirasi yang berkembang, sebab lingkungan sekelilingnya bukan lagi sahabat-sahabat setia untuk diajak ber KKN seperti pengalaman Soeharto. Penyadapan Telpon jangan dipandang remeh sebagai sebuah kiat menaikkan Tiras majalah Panjimas bekala, tetapi pandanglah sebagai bagian kecil dari sebuah skenario besar yang akan bergerak terus melumpuhkan sendi-sendi kekuatan Habibie dan segenap pembantunya untuk tampil ke pentas Pemilu mendatang. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 10:18:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
