---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- SEMUA HANYA BISA OMONG KOSONG Reformasi terus berdengung, ekonomi rakyat terus terpuruk, PHK dimana-mana terus berlanjut, kemiskinan menjalar semakin luas, kerusuhan bagai bola salju yang terus menggelinding di berbagai daerah dan banyak lagi kasus-kasus kriminal yang seolah sudah mewarnai aktivitas keseharian kita dalam bernegara sejak beberapa bulan terakhir ini. Banyak solusi ditawarkan oleh Ahli ekonomi dan politik termasuk para rokhaniawan/pemuka agama dan politisi tentang penyelesaian berbagai masalah bisang ekonomi dan poitik, tapi semuanya tak bisa ditindak lanjuti dalam aksi nyata, bukan karena pemerintah tak sanggup, tapi lebih disebabkan karena yang berpendapat itu hanya sebatas memberi saran belaka tanpa memberi alternatif jalan praktisnya yang mudah dan cepat bisa dilakukan. Pada akhirnya semua solusi yang ditawarkan oleh para ahli dan politisi serta pemuka agama hanya sebuah omong kosong belaka yang ikut meramaikan wacana perdebatan elite politik yang ambisi kekuasaan saja, tanpa terketuk hati nuraninya merasakan penderitaan rakyat yang sudah semakin meluas dan menjalar ke seluruh penjuru tanah air. Dalam situasi seperti ini lagi-lagi kita diingatkan oleh peristiwa di bulan Mei sebelum lengsernya mantar Presiden RI Soeharto yang saat itu didesak mundur oleh gerakan reformasi mahasiswa. Soeharto antara lain bertanya pada tokoh masyarakat yang diundang membentuk Komite Reformasi saat itu yakni "apakah pergantiannya Habibie secara konstitusional sebagaimana desakan mahasiswa agar dirinya Mundur dari jabatan Presiden RI, akan menyelesaikan masalah ?. Pertanyaan ini seolah terus berdengung ditelinga kita semua seiring dengan berdengungnya bahana Reformasi yang terus menelan korban kerusuhan di berbagai daerah. Kita perlu malu, kita perlu kecewa bahkan kita perlu cemas dengan keadaan ini, tapi yang pasti bahwa Soeharto tentu akan terus memantau perkembangan keadaan negara dengan terbahak-bahak mentertawakan kita semua yang ngakunya Reformis tapi tak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Kita memang panda ngomong dengan segudang metode rethorika, tapi kita tak punya kerangka berpikir yang logis dalam menemukan solusi terbaik bagi kepentingan bangsa ke depan, Yakh, hanya bisa omong kosong belaka. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 10:19:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
