---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- BENARKAH PEMERINTAH MASIH ANTI REFORMASI ? Kecurigaan banyak kalangan reformis terhadap sikap dan kebijakan Pemerintahan Habibie beserta pembantunya di Kabinet reformasi yang cenderung lamban seolah-olah mengulur waktu menunda berbagai kebijakan yang bersifat Reformis, seperti pengusutan secara hukum Mantan Presiden RI dan keluarga serta kroninya, kebijakan likuidasi Bank-Bank bermasalah dan memproses para Bankir perampok harta kekayaan negara, dan sebagainya, semakin menjadi kuat seiring dengan terbongkarnya kasus percakapan telpon antara Habibie dan Ghalib. Kasus percakapan telpon itu sendiri kini masih kontroversi antara pengakuan Habibie dan penyangkalan Ghalib, tapi kalau benar-benar percakapan itu pernah terjadi yang secara inplisit mengandung adanya usaha- usaha menunda proses hukum kasus-kasus KKN di Kejaksaan Agung, maka tidak salah lagi kecurigaan orang sebagai Anti Reformasi sudah memberikan fakta/bukti yang kuat. Issu dan gerakan reformasi yang belakangan cenderung menimbulkan dampak negatif kepada rakyat banyak terutama berkaitan dengan marknya aksi kerusuhan yang dibayar mahal dengan korban jiwa dan harta benda memang kita akui bersama sebagai gerakan yang sia-sia belaka, namun semangat reformasi sebagai semangat pembaharuan seharusnya dilihat sebagai momentum perbaikan bagi kinerja pemerintahan Habibie. Setidaknya secara perlahan menanggalkan banyak kebiasaan buruk yang dipraktekkan pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun lampau, sebab berbagai penyimpangan Orde baru 32 lalu juga bukan hal yang mengada-ada karena disertai bukti-bukti konkrit yang secara hukum dapat dipertanggung jawabkan. Mungkin saja gerakan reformasi berdampak negatif dan membias dalam bentuk kesengsaraan rakyat yang berkepanjangan sebagai akibat dari adanya gelagat upaya Pemerintahan transisi Habibie yang cenderung membela penyimpangan yang dilakukan Orde Baru masa lalu dan menutup peluang untuk memprosesnya secara hukum. Sampai kapan Habibie harus digedor dan didesak untuk segera sadar dan terbangun dari tidurnya agar Ia tahu bahwa sekarang sudah jaman Reformasi dan bukan lagi jaman Orde Baru yang bisa seenak perut membohongi rakyatnya dengan berbagai bentuk aksi sandiwara ? Kita sebagai rakyat tentu untuk kesekian kalinya perlu lagi menghimbau agar Habibie dan segenap pembantunya di kabinet segera sadar dan berbebah diri untuk benar-benar dari lubuk hati yang dalam dan suci, mulai membuka diri melakukan perbaikan dalam bidang kerjanya masing-masing lwalaupun lambat tapi nyata sesuai dengan semangat reformasi yang sudah menelan banyak korban. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 10:19:06 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
