----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PANGAB KECAM MENTERI PENERANGAN

        JAKARTA (SiaR, 2/3/99), Panglima ABRI Jendral TNI Wiranto mengecam
Menteri Penerangan, Letjen Yunus Yosfiah soal kebijakan menteri yang juga
mantan Kepala Staf Sosial dan Politik ABRI itu. Kecaman itu disampaikan
Wiranto dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah pimpinan media massa pekan
lalu. Pertemuan antara pimpinan mediamassa dengan Pangab itu dilangsungkan
setelah heboh bocoran penyadapan pembicaraan Habibie-Ghalib yang diberitakan
media massa

        Menurut Wiranto, Yunus Yosfiah tidak bertindak apa pun seperti
misalnya menindak pers yang menurut Wiranto sudah membuat pemberitaan
berlebihan. Yunus, kata Wiranto, bahkan mendorong mediamassa untuk menulis
berita sebebas-bebasnya. Memang selama ini, kantor pers tidak pernah lagi
menerima teguran dari kantor penerangan, baik teguran lisan maupun tertulis.

        Menurut Wiranto sebenarnya Presiden Habibie sendiri telah
mengingatkan agar pers menahan diri, bahkan ABRI pun juga sudah mengingatkan
hal yang sama.
        "Namun, Menpen tak menindaklanjuti," ujar Wiranto. Kekesalan Wiranto
ini menimbulkan spekulasi bahwa di kalangan elit pemerintahan sendiri
terjadi perpecahan. Namun di pihak lain kalangan pers memprihatinkan kecaman
Wiranto terhadap Yunus. Dengan sikap Wiranto terhadap pers ini, menurut
kalangan pers, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pengekangan pers
lagi. Namun begitu, diakui oleh kalangan pers, banyak mediamassa cetak yang
sudah kelewatan dengan hanya memuat hujatan ketimbang fakta.

        Yunus Yosfiah selama ini memang dikenal sebagai menteri yang cukup
progresif dalam hal membebaskan media massa. Setiap orang kini bisa dengan
mudah memperoleh Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) yang di jaman dulu
susah diperoleh. Karena penyederhanaan perijinan itu, ratusan media cetak
bisa terbit.
Selain itu, Yunus juga mengakui Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai
salah satu organisasi wartawan yang sah dan tak mengakui Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) sebagai wadah tunggal organisasi wartawan. Yunus juga
memotong wewenang PWI untuk merekomendasi perolehan SIUPP dan penempatan
seseorang menjadi pemimpin redaksi.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Mar 1999 jam 11:18:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke