----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PDI PERJUANGAN JATIM ANCAM TANGKAP BUDI HARDJONO

        SURABAYA (SiaR, 3/3/99), Baru saja Ketua PDI produk Orde Soeharto, Budi
Hardjono dikejar-kejar dan diberi bogem mentah di Lampung, kini datang lagi
ancaman berikutnya, yaitu dari kader-kader DPD PDI Perjuangan Jawa Timur
(Jatim). Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Ir Soetjipto menegaskan, dirinya
tak akan mencegah jika massa atau kader-kader PDI Perjuangan Jatim berencana
membubarkan acara konsolidasi yang dihadiri Budi Hardjono di Ponorogo, 7
Maret 1999 mendatang.

        "Lebih baik polisi yang bertindak dan membubarkan acara PDI Budi Hardjono
di Ponorogo daripada kader PDI Perjuangan yang menangkap dan  menyerahkan
mereka (para pengurus PDI Budi Hardjono -red.) ke polisi," ucap Ir Soetjipto
dalam jumpa pers-nya di Surabaya, Selasa (2/3) kemarin. Jumpa pers tersebut
sengaja digelar sehubungan rencana rapat akbar PDI Perjuangan yang menurut
rencana akan dihadiri pula oleh Ketua Umum-nya Megawati Soekarnoputri pada 7
Maret 1999 mendatang.

        Alasan pembubaran dan penangkapan Budi Hardjono dan kawan-kawan yang akan
dilakukan para kader PDI Perjuangan, lanjut Soetjipto, karena penggunaan
tanda gambar kepala Banteng segi lima oleh PDI Budi Hardjono tidak sah dan
tidak dibenarkan secara hukum. Sebab hingga kini perkara gugatan oleh
Megawati terhadap PDI Budi Hardjono (dulu PDI Soerjadi -red.) hingga kini
masih berlangsung dan belum memiliki kekuatan hukum.

        Menurutnya desakan untuk membubarkan acara Budi Hardjono itu datang dari
kader-kader di tingkat akar rumput, tak ada instruksi dari DPP atau DPD.
"Itu cara mereka menyikapi arogansi kekuasaan model Orde Baru yang anehnya
masih diteruskan oleh Budi Hardjono. Budi Hardjono mestinya bercermin diri
apakah kata-katanya tidak malah seperti menantang dan membangkitkan
kemarahan kader-
kader PDI Perjuangan. Sebagian mungkin bisa memaklumi dan menganggap Pak
Budi stress, tapi yang lainnya kan belum tentu demikian," katanya.

        Sementara itu, Megawati Soekarnoputri sendiri saat membuka seminar yang
diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menegaskan, apa yang
terjadi dengan Budi Hardjono di Lampung merupakan buah dari yang ditanam
Soerjadi dan kawan-kawannya sebagai kaki-tangan Soeharto sejak Peristiwa 27
Juli 1996.

        "Saya selalu mengingatkan para kader untuk menjauhi kekerasan. Tapi,
kan ada di antara keluarga korban peristiwa itu yang memiliki pandangan lain
dalam menyikapi sepak terjang mereka (Budi Hardjono dan kawan-kawan -red.),"
ujar Megawati seusai membuka acara seminar tersebut.

        Sedangkan salah satu ketua PDI Perjuangan Prof Dr Dimyati Hartono
mengingatkan bahwa latar belakang kasus pemukulan terhadap Budi Hardojo
jangan dilihat sebagai persoalan hukum semata, tapi juga persoalan politik.

        Agak berbeda dengan pendapat para fungsionaris PDI Perjuangan, para
pengamat politik malah mengingatkan agar para kader PDI Perjuangan tidak
terpancing. Terutama oleh manuver politik Budi Hardjono dan kawan-kawan yang
sebenarnya merupakan siasat untuk menjatuhkan Megawati Soekarnoputri dan PDI
Perjuangan sebagai salah satu kandidat pemenang Pemilu Juni 1999 mendatang.

        Pengamat politik UI Arbi Sanit menyebutkan, bukan tidak mungkin Budi
Hardjono dan kawan-kawan "pasang badan" atas pesanan pihak-pihak tertentu
yang tak senang dengan kebesaran PDI Perjuangan.

        "Mereka kan sudah dikenal sebagai tipe politisi tanda kutip sejak
jaman Soeharto. Sekarang ini PDI Budi tak ada harapan dalam Pemilu
mendatang, ya tak ada salahnya jika dipakai lagi oleh pihak yang tak senang
dengan Mega untuk membangun imej buruk terhadap PDI Perjuangan. Caranya ya
pasang badan seperti di Lampung dan nanti mungkin di Jawa Timur�," ujar Arbi
Sanit menganalisis.

        Sementara anggota DPR Wiyanjono menilai, kasus pemukulan terhadap diri Budi
Hardjono di Lampung adalah satu paket dengan isu agama Megawati yang
dihembuskan Menpangan AM Saefuddin, dan kasus ceramah Theo Syafei. "Satu
paket dari pro-status quo untuk menghambat kekuatan-kekuatan pro-reformasi,"
ujarnya. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Mar 1999 jam 15:33:03 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke