---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Kasus 'East Timor' dan Eddy Tanzil SEPERTI diyakini sebagian kalangan, pada dasarnya rakyat East Timor (Timor Timur) yang proreferendum dan kemerdekaan hanya minoritas saja bila dibandingkan dengan mereka yang prointegrasi. Namun berkat PR activities yang dilancarkan Ramos Horta di luar negeri, yang minoritas itu menjadi sangat menggema, dan artikulatif. Apalagi, kalangan LSM dan media massa, serta Uskup Bello justru lebih berpihak kepada kepentingan rakyat Timtim minoritas yang proreferendum dan kemerdekaan tadi. Ini berarti LSM (antara lain Solidarimor), media massa, dan Bello telah bersikap tidak adil, tidak proporsional, berat sebelah dan lebih cenderung memanfaatkan keadaan. Karena memang masalah Timtim mempunyai nilai jual yang cukup bernilai bagi mereka. Oleh karena itu bisa dimengerti bila pemerintah lebih cenderung melepas East Timor (ET) dari negara kesatuan Republik Indonesia. Sebab bila East Timor terus berada dalam kancah sengketa seperti saat ini, maka hanya akan menguntungkan segelintir rakyat East Timor. Dan bukan mustahil pada kesempatan berikutnya Xanana Gusmao- lah yang akan menerima hadiah Nobel, karena dinilai telah sangat berjasa memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian bagi rakyat East Timor. Walau bagi sebagian besar rakyat East Timor, Xanana hanyalah trouble maker. Tampaknya, masalah ET ini punya kemiripan dengan kasus ET (Eddy Tansil). Bila ET (Eddy Tansil) setelah menggondol duit rakyat Indonesia lantas kabur dan menghilang tanpa bekas, ET (East Timor) juga punya kecenderungan yang sama. Mereka minta masa persiapan selama 15 tahun sebelum benar-benar dimerdekakan oleh Indonesia, seperti diminta oleh Uskup Bello. Ibaratnya, sedot dulu duit rakyat Indonesia, barulah petentang-petenteng seperti jagoan tengik. Mana tahan. MAYA LASUTAN Kemayoran, Jakarta Pusat ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:22:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
