----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Christine

Yth.Netter di jaringannya masing-masing

Kembali kami publikasikan opini kami (terlampir) dengan harapan
semoga dapat menjadi bahan bagi kita semua untuk belajar, merenung dan
mengkaji ulang. Saran dan kritik dapat menghubungi kami di 0811 xxx-xxx

Terima kasih kami sampaikan atas segala comment/tanggapan yang masuk ke
meja kami dan terima kasih pula atas bantuan teman-teman yang  turut
membantu dalam mensosialisasikan  opini-opini kami ke jaringan lain yang
teman-teman kenal.

Semoga dengan andil kita semua perjuangan pergerakan reformasi akan
tetap berada dalam koridornya menuju Indonesia Baru.

Salam

KAMURRI

MARET BULAN PENUH REKAYASA

1 Maret 1949, terjadi suatu  serangan besar  atas kota Yogyakarta di bawah
pimpinan
seorang tokoh heroik bernama Soeharto, yang secara spektakuler dikenal
dengan Serangan
Umum 1 Maret 1949, dimana eksistensi TNI dapat ditunjukkan pada dunia
Internasional.
Begitu kata sejarah yang kemudian diyakini sebagai rekayasa.

Lima puluh tahun kemudian, 1 Maret 1999, secara spektakuler media-media
massa
memberitakan bahwa PANGAB Jend.TNI Wiranto telah membentuk satu tim pasukan,
yang
dari namanya saja sudah akan mendirikan bulu roma. Pasukan  Pemukul
Kerusuhan Massal
(PPKM). Hal ini  patut diwaspadai sebagai suatu rekayasa baru untuk menutupi
indikasi
brutalisme tindakan militer. Atau sebuah rekayasa seperti 1 Maret 1949,
yakni untuk
menunjukkan eksistensi dan kekuasaan serta  kemampuan  TNI? Tetapi,
menunjukkan
eksistensi kepada siapa? Pada dunia Internasional/ Jelas tidak, sebab dunia
Internasional
sudah  tahu persis  kondisi TNI. Atau pada rakyat sipil? Kalau demikian
adanya, hal ini
cenderung pada sesuatu yang tidak sehat! Kepanikan ABRI, misalnya! Atau ada
rekayasa
lain-lain?

Mohon Bapak-bapak yang terhormat sudi untuk menjelaskan.

Sebab, apabila diumpamakan sebagai keris (senjata), maka menunjukkan senjata
pada
orang lain dapat berarti :

1.  Menunjukkan kekuatan atau sombong
2.  Menunjukkan ke-tidak kuat-an atau semacam rasa takut alias tidak percaya
diri
3.  Memperingatkan atau mengancam
4.  Kehilangan akal sehat atau putus asa alias panik
5.  Nekat    ..

Entah apa maksud TNI mununjukkan  senjata Pasukan Pemukul Kerusuhan Massal
 -nya
kepada publik. Semoga bukan salah satu dari point di atas. AMIEN

Jakarta, 1 Maret 1999

KAMURRI
(Komite Aksi Reformasi  Untuk Rakyat Indonesia)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:23:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke