---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Ceceran Darah di Mushola ABA-ABI Mahasiswa Bergerak Lagi Ke Salemba =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-==-=-=--=--= Reporter: Sigit Widodo, Hestiana Darmastuti, Rido Sarwono detikcom, Jakarta - Kamis (04/03/1999)pukul 17.20 WIB ratusan mahasiswa keluar kampus ABA-ABI dan bergerak ke arah Jl.Salemba Raya. Situasinya mencekam. Dikuatirkan bentrokan akan pecah kembali. Para mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Bersatu (KMB) itu bergerak sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka juga berteriak-teriak mengumandangan "Revolusi....revolusi.....". Saat ratusan mahasiswa bergerak terlihat aparat keamanan masih terus melakukan penjagaan dari atas jalan layang Matraman. Di depan kampus UI Salemba, terlihat lebih dari 10 truk pasukan PHH Kodam Jaya bersiaga penuh. Suasana di dalam kampus AB-ABI sendiri dipenuh wajah-wajah muram berbaur kemarahan dari kalangan mahasiswa. Pada pukul 16.45 WIB mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Bersatu (KMB) melakukan keterangan pers. Mereka para mahasiswa itu membawa wartawan ke mushola sembari menunjukan jejeran darah di dalam mushola. Mahasiswa juga menunjukan sebuah handuk yang penuh darah. Menurut juru bicara KMB, Jim Lumen, darah tersebut merupakan darah dari Boyke dan Sony, mahasiswa Universitas Gunadarma yang tergabung dalam FIMA. Boyke menurut penuturan Kim Lumen ditusuk sangkur di bagian tubuh dan tangan di dalam mushola kampus ABA-ABI. "Belasan mahasiswa terluka parah dan 35 ditahan Polda,"kata Jim. Jim Lumen juga menilai, tindakan aparat keamanan tersebut berlebihan. "Tidak ada alasan aparat bertindak dengan kekerasan kepada mahasiswa. Kami sejauh ini melakukan aksi secara damai,"kata Jim. Karena itulah menurut Jim, KMB malam ini akan melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut. Di samping itu Jim menyatakan, jika saja sampai pukul 24.00 WIB malam itu ke-35 mahasiswa yang ditahan di Polda belum dilepaskan, seluruh mahasiswa yang tergabung dalam KMB, besok, Jumat (05/03/1999) akan melakukan aksi turun ke jalan secara besar-besan. "Kami tidak akan mundur,"kata Jim, mahasiswa Sekolah Tinggi Transportasi Trisakti. Sedangkan mahasiswa ABA-ABI, Syarifudin dalam keterangan persnya menuntut agar Jenderal Wiranto meminta maaf atas penyerbuan aparat keamanan ke dalam kampus ABA-ABI. "Tindakan aparat keamanan itu telah melanggar otorita Kampus. Dan lagi aparat keamanan telah menodai mushola. Kami menuntut agar aparat keamanan yang melakukan tindakan tak terpuji di hukum,"kata Syarifudin. Di kalangan wartawan sendiri, protes terhadap tindakan aparat bermunculan. Wartawan yang menjadi korban pemukulan ternyata bukan hanya Totok Irianto dari Pos Kota saja, tetapi juga menimpa Agus Wahyudi dari Jawa Pos, Morissa wartawan foto dari Gamma. Ardiles wartawan dari Foto Wire sempat diangkut ke atas truk PHH. Ia kemudian diturunkan lagi, namun kembali diangkut karena melakukan pemukulan terhadap seorang aparat. Sejauh ini belum ada keterangan dari pihak aparat keamanan berkaitan dengan insiden yang terjadi di kampus ABA-ABI tersebut. Sementara situasi lalu lintas di seputar Matraman, Salemba, JL.Diponegoro, pada pukul 17.20 WIB, terlihat sangat padat. Semua mobil bergerak dengan sangat lambat. Cuaca mendung membuat situasi kian mencekam. Klakson mobil terdengar sahut menyahut. Orang sepertinya ingin buru-buru melanjutkan perjalanan di tengah lalu lintas yang sangat padat. Hak Cipta ) detikcom Digital Life 1999 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:31:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
