----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Biru Mentari

AMIN RAIS DIPRETELI MULAI DARI CIGANJUR.

Siapa yang tidak kenal Amien Rais, sejak beberapa tahun yang lalu sudah
bicara soal suksesi sehingga dia mulai dibenci oleh Soeharto, kriteria
calon presiden pada waktu itu tidak mengarah pada Soeharto. Pada saat
yang sama Gus Dur setelah bersalaman dengan Soeharto sedang menikmati
dalam tour Istighosoh dengan Mbak Tutut mendatangani pesantren dan massa
NU untuk menarik massa NU kedalam Golkar. Dalam salah satu keterangan
persnya dengan tegarnya menyatakan Tutut sebagai pemimpin masa depan .
Amien Rais terus berjuang membongkar KKN dan sebagainya sampai kepada
puncaknya dengan tuntutan agar Soeharto turun sekarang juga. Gerakan
Amien Rais mendapat dukungan luas dari masyarakat pecinta demokrasi dan
Soeharto akhirnya lengser. Tuntutan Amien Rais makin jauh ingin tegaknya
demokrasi dengan menghapuskan dwifungsi ABRI dan pemberantasan KKN
sampai tuntutan pengadilan atas Soeharto. Dukungan kepada Amien Rais
makin kuat dan nyaris tanpa saingan sebagai pelopor reformasi. Tetapi
sangat disayangkan bahwa Amien Rais memiki kekurangan , yaitu kurang
berpengalaman dalam politik praktis sehingga dengan mudah dia dipreteli
popularitasnya .

Dimulai dari kesepakatan Ciganjur yang dilakukan dirumah Gus Dur, disini
Amien Rais mendapat dua pukulan telak, pertama poplaritasnya sebagai
pejuang demokrasi dan pempimpin reformis mulai mendapat sambutan dingin
dari kalangan mahasiswa dan pengikutnya , pukulan kedua karena dilakukan
dirumah Gus Dur seolah olah Amien Rais sowan ke Gus Dur (padahal yang
sebenarnya karena kesehatan Gus Dur) disini nama Gus Dur mencuat
sekaligus timbul kesan pendapat Amien Rais dapat diluluhkan oleh Gus
Dur. Mulai saat itu seolah olah tokoh reformist yang mendapat dukungan
massa adalah Gus Dur, Mega dan Amien Rais sendiri makin tersudut setelah
Gus Dur bilang PKB akan mengusulkan Mega.

Amien dengan lantang mengusulkan Wiranto diganti tetapi kemudian melalui
Setiawan Djodi dilakukan pertemuan antara Wiranto dengan kelompok
Ciganjur plus, nama Amien Rais makin terseok. Amien Rais getol menuntut
Soeharto dan kroninya diadili , Gus Dur berkali kali sowan ke  Soeharto
sedangkan Mega sudah lama bilang Soeharto jangan dihujat.  Berita
terakhir malah Amien Rais yang mau digugat Soeharto.

Belum cukup dengan hal itu Amien Rais sudah berteriak tentang koalisi
bahkan sampai rela menjadi wakil nya Mega, jawabannya PKB,PDI PERJUANGAN
DAN PKP yang koalisi PAN ditinggalkan , dengan basa basi masih terbuka
untuk Partai Lain termasuk PAN ,tentu sebagai orang datang belakangan
harus sedia jadi makmum.
Sekarang lihat saja popularitas Amien Rais dengan PANnya makin tersudut
dan ibarat suatu pertandingan belum mulai kans untuk menang tipis,
popularitasnya sudah diambil alih oleh Gus Dur dan Mega. Sebabnya karena
Amien Rais sendiri tidak pandai memanfaatkan momentum, sikap politiknya
yang sering berubah dan ini semuanya karena jam terbang  sebagai
politikus masih terbatas. Sebab lain? Wallahu alam.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:40:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke