---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KOLOM Arwah Perwira Alengka. Telepon Gaib dan Tukang Tipu. 5 Maret 1999 Jam 10. 00 WIBB. Ketika kejujuran, kebenaran dan keadilan nyaris menjadi sebuah utopia, hanya rasa kebangsaanlah sepertinya satu satunya perekat yang bisa mempersatukan kita. Tanpa mengurangi ke imanan yang setinggi tingginya kepada Sang Maha Pencipta---, untuk sementara--- sebaiknya kita lupakan dulu soal surga atau neraka, --- tepatnya--- soal perbedaan agama---, sebab ternyata data base komputer Malaikat Pencabut Nyawa ----, juga bisa hang dan kena virus. ( Baca Arwah Perwira Alengka di Pintu Neraka ). Begitu kuatnya propaganda anti TDA yang dilakukan civilian society, sampai sampai petugas front desk Pintu Kematian di Langit langsung saja mengirim Arwah Perwira Alengka yang sedang kesasar saat ingin kembali ke dunia nyata---, ke seksi Neraka paling panas---, tanpa perlu lihat indentitas pribadi lagi. Pokoknya asal TDA--- masuk neraka. Untunglah Malaikat Penjaga Pintu Neraka heran ---, kok ada yang namanya Perwira TDA kayak yang satu ini ---, imut imut, baby face, innocent--- nyaris tanpa dosa lagi. Apa tidak salah---?. Kan kabarnya kaum TDA itu serem serem---lebih dari yang Ciganjuran. Untunglah Malaikat Neraka bisa heran--- sehingga beliou sempat membuka buku buku penentuan kehidupan dan kematian. Dan syukurlah nama Perwira Alengka tidak ada. Kalau tidak---, kasus Sengkon dan Karta akan terulang pada Arwah Perwira Alengka---, dimana tanpa pengadilan yang benar, Arwah Perwira Alengka akan di masukkan begitu saja ke Neraka tingkat terdalam. Karena itu---, atas segala rahmat dan karunia Nya----, Yaaa Maha Besar Tuhan----, Arwah Perwira Alengka mengucapkan terima kasih yang sedalam dalamnya dan memasrahkan segalanya pada Nya. Soal petugas front desk Pintu Kematian yang pernah salah----, lupakanlah. Arwah Perwira Alengka tidak akan berani menuntut seorang Malaikat. Justru hal ini memberi hikmah pada Arwah Perwira Alengka---, bahwa jika golongan Malaikat saja bisa salah----, apalagi Eyang Suharto--- yang cuma seorang manusia. Eyang Suharto masih jauh dari kategori Malaikat, walau mungkin dahulu kekuasaannya pernah lebih dari seorang Malaikat. Karena itu-----, cobalah kita berlaku arif. Apalagi bila beliou ingin tobat. Terlepas apakah itu tobat politik atau bukan---, yang jelas beliou ingin tobat. Biarlah kita beri kesempatan. Sebagai Young Turck, Arwah Perwira Alengka tidak berani menasehati beliou. Bisa kualat nggak naik pangkat. Hanya pesan Arwah Perwira Alengka----, jika hanya demi menyelamatkan Eyang---, kami--- seluruh warga Neo TDA dan GM TDA harus berkorban dan sampai babak belur begini. Hilang citra ---, hilang nama---. Maka Arwah Perwira Alengka menghimbau pada Eyang--- agar ingatlah segala pengorbanan kami. Kasihanilah kami GM TDA dan Neo TDA orang orang yang setia ini. Mohon kiranya Eyang mulai berkenan menasehati anak anak Eyang--- agar hidup lebih arif, wajar dan bijaksana. Bahwa---, setelah Eyang nanti tidak ada lagi---, apa yang terjadi pada mereka nantinya, semua tergantung pada amal perbuatan mereka. Mungkin lebih baik Eyang mengingatkan pada mereka akan pentingnya arti kejujuran---, kebenaran dan keadilan, dari pada ojo ngoyo, ojo gumunan, ojo dumeh, dan ojo ojo lainnya yang telah mereka terapkan dengan salah kaprah---, sehingga malah memporak porandakan citra kultur Jawa. Prolog ini berkaitan dengan telepon nan Gaib, yang mirip cerita si Ajow nan Heboh, saat Perwira Alengka masih kecil . Bahwa telepon di sadap--- sulit diterima akal. Sebagai seorang Perwira TDA yang tahu sistem sandi dan security pemberitaan---, sistem hotline Kepresidenan--- apalagi yang menyangkut rahasia negara---, adalah sistem yang sedemikian canggih yang dirancang sedemikian rupa oleh para ahli selevel ahli dari Pentagon, dengan password yang bisa diganti ganti oleh Presiden sendiri. Dan jikapun sampai tersadap yang terdengar cuma suara distorsi, sebab ada mesin pintar yang akan memecah dan menyatukan suara itu kembali. Jadi jangan samakan telepon Kepresidenan dengan telepon wartel. Apalagi Eyang Suharto sangat berhati hati dengan segala kerahasiaan. Di United States, yang di sadap adalah telepon Monica Lewinsky yang telepon biasa. Bukan telepon Kepresidenan. Juga telepon disana AMPS, bukan GSM. Jadi tepatnya---, telepon tersebut entah menyadapkan diri sendiri, atau sengaja disadapkan---, atau tersadap---- entahlah, yang jelas tujuannya adalah politik. Untuk apa, dan oleh siapa ---, nanti kita bahas di bawah ini. Jurus telepon Gaib ini adalah jurus hindaran tambal sulam dari Habibie atas kesalahan besarnya menolak tawaran Dialog 4 nya Gus Dur. Baca kembali tulisan Perwira Alengka soal Neo VOC dan Kentut Semar di penghujung 1998, yang membahas tentang dialog 4, dengan seluruh variant yang sudah di hitung bersama dengan matang oleh Perwira Alengka, Empu Supo, Alay Gray Span, Aurang Zeb dan Khalil Gibran. Di tulisan itu, dengan jelas Perwira Alengka mengatakan bahwa Habibie telah melakukan blunder besar dengan menolak dialog 4 tersebut. Seharusnya beliou ikut. Kalau tidak---, menang jadi arang---, kalah jadi abu. Seharusnya dia memilih jalan tengah yang di tawarkan Gus Dur---, demi keamanan dirinya sendiri, keamanan negara ini dan demi pemutihan masa lalunya yang juga kelam. Namun --- sayang sekali, beliou lebih percaya pada Ahmad Tirto Sudiro yang akhirnya malah menyulitkan Habibie dengan penolakannya. Dalam tulisan Neo VOC dan Kentut Semar tersebut telah di hitung bahwa Habibie akan kalah alias skak mat bila menolak. Hanya ---, ditulisan tersebut dinyatakan---- strateginya tidak bisa Perwira Alengka buka sekarang ( saat itu--- ) sebab bisa keenakan nanti Eyang merasa dibantu. Tepatnya--- anak anak Eyang yang dikhawatirkan nanti jadi besar GR lagi. Padahal kami Neo TDA hanya melindungi sang Eyang--- bukan anak anaknya yang cuma menyulitkan posisi sang Eyang dan atomatis menyulitkan posisi kami GM TDA dimata rakyat Alengka dengan segala ngawulo waduknya. Sekarang hitungan catur itu terbukti benar. Mereka blunder. Bukalah kembali kliping kliping pernyataan Ahmad Tirto Sudiro dan Habibie soal dialog 4 beberapa bulan lalu. Saat itu---, untuk menarik simpati rakyat---, Habibie berjanji bahwa pengadilan Eyang Suharto akan selesai paling lambat bulan Juni. Lalu Ahmad Tirto Sudiro bilang Gus Dur plin plan---, pasang killing ground, opportunist---, dan anti reformasi. Dan Habibie bukan antek antek Suharto. Bahkan Habibie akan membentuk warna sendiri. ICMI dan Islam berada dibelakang Habibie. Akan menggilas rezim Suharto. Dsb Dsb. Pokoknya indah sekali. Dan kasihan Gus Dur---, menjadi jelek sekali dan sangat kontroversial saat itu. Sampai kemudian---, Habibie baru menyadari langkah blundernya ---, dan terpaksa susun sandiwara babak baru lagi---, yaitu bikin telepon Gaib. Bersyukurlah Habibie dan para anteknya --- bahwa Arwah Perwira Alengka sudah di pesan oleh Malaikat Neraka agar jangan menghujad terlalu keras. Kalau tidak---, Kapten Haddock dari serial Tin Tin dengan sumpah serapah kebun binatangnya akan muncul di posting ini untuk antek antek Habibie, septick tank nya yang pinter keminter--- terutama Ahmad Tirto Sudiro yang malah ngejorokin Habibie ke lubang WC. Seharusnya, mereka mengerti dan wajar wajar sajalah. Habibie jadi orang yang jujurlah. Jadi orang yang setialah. Jangan ambisi sendiri. Susah--- senang sama dirasa. Kalau mau mati---, ya mati sama sama lah. Apalagi sudah jalan bersama puluhan tahun. Jangan mau main selamat sendiri dengan menjual badan majikan. Arwah Perwira Alengka sama sekali tidak bela Eyang Suharto. Tulisan ini Arwah Perwira Alengka tuliskan sebab Arwah Perwira Alengka paling benci dengan sikap pengecut, munafik, licik, mau selamat sendiri dan tidak setia. Masih mendingan Mahapatih Wir yang secara jantan----, berkata apa adanya--- dan jujur. Ketika jaman masih susah saja---, pada saat nasibnyapun belum jelas akan jadi apa--- Mahapatih Wir berani menjamin keselamatan mantan Capo. Berarti beliou orang jujur dan setia. Beliou berani tetap setia pada Eyang Suharto dan berbicara jujur pada rakyat Alengka bahwa Neo TDA akan menjaga keselamatan keluarga Eyang---, yang membuat citra kami GM TDA dan Neo TDA sempat babak belur----, sempat dianggap anti reformasi----!. Maka-melihat fenomena itu ---, kami --- GM TDA bisa meramalkan bahwa Mahapatih Wir juga pasti akan setia dan jujur pada kami anak buah nya ----!. Dan juga wajib jujur dan setia pada 200 juta rakyat Alengka ini. Jika tidak ----, seperti yang pernah Perwira Alengka sumpahkan--- maka Tidar akan meletus. ( Baca tulisan Perwira Alengka tentang Hauw dan Gie--- yaitu Budi dan Bakti --- tulisan bulan Juli 1998 ). Semula Arwah Perwira Alengka tidak mau ikut campur soal ini. Bahkan semula Arwah Perwira Alengka sempat juga salut pada Habibie, raja KKN ini. ( Kecil Kecil Nekad ). Orangnya kecil tapi nekadnya luar biasa---, berani beraninya lawan Eyang Suharto. Malahan dia berani main sulap tipuin rakyat--- bikin Arwah Perwira Alengka geleng kepala. Arwah Perwira Alengka makin kagum lagi waktu Habibie ini nekad menolak dialog 4, yang berarti perang dengan Eyang Suharto. Wah, memang KKN beneran---, kecil kecil nekad. Kenapa nggak nekad coba----, dengan segala hitungan mulai dari Hong Sui, Tasawuf sampai computer analisis yang dilakukan Arwah Perwira Alengka dan 4 tokoh tokoh diatas sudah melihat ---, Habibie akan skak mat. Apalagi setelah Rokade Blokir Mahapatih Wir. Tetapi dia tetap nekad. Jadi pantes juga di sebut raja KKN. Kecil kecil nekad. Sayangnya---, beliou ternyata tidak sehebat yang Arwah Perwira Alengka bayangkan. Sampai ketika keadaan pelan berobah--- sesuai hitungan Gus Dur yang terpaksa jadi Zatoici yang turun dengan jurus indahnya---, serta Ciganjuran yang serem serem itu mulai ketakutan malah mau masuk PKB segala---, dan Neo TDA mulai solid dengan telik sandinya----, ditambah ada doa tobat untuk Eyang dan lain lain, sementara partai serta kendaraan politik Habibie mulai gembos---, barulah Habibie ketakutan sendiri. Beliou menyesal---, sudah terlanjur omong besar akan adili Suharto dan akan selesai sebelum Juni 1999. Beliou menyesal---, sudah ngomong bahwa beliou bukan bayang bayang Suharto. Beliou menyesal---, sudah ngomong bahwa pokoknya beliou adalah species baru yang tidak kenal Suharto, sama seperti lagu Bimbi yang tak mau kenal lagi kampungnya---, Bimbi yang tak mau kenal lagi saudara. Sampai kemudian beliou sadar --- dengan situasi saat ini, beliou akan menjadi Bimbi yang memelas pucat pasi--- menanti di bui sepi----. Barulah beliou tersadar dan menyesal telah main khianat. ( Apalagi koboy wanita katanya mau datang dan bicara masing masing 4 mata dengan para tokoh Ciganjur---, kita lihat saja caturnya ) Tetapi formasi Lo Han Tin nya Gus Dur sudah terlanjur bergerak. Semua pembaca cerita silat tahu, jurus Lo Han Tin yang sudah di mulai---, tidak bisa dihentikan. Baru satu kali putaran ini jurus Lo Han Tin, beliou langsung sadar akan skak mat. Agar tidak langsung mat--- berbagai strategi cari selamat di coba dulu. Mula mula gunakan jurus memindah beban variant jurus Thi Ki Ie Beng. Dia mau sedot tenaga inti Mahapatih Wir dengan jual soal Timor Timur---, dimana jika Mahapatih Wir salah bicara satu kata saja----, misalnya menolak atau tidak setuju----, maka Mahapatih Wir akan tewas di hujad orang sedunia dan setelah tampias----, sekalian di jadikan alas kubur. Ternyata rencana liciknya gagal. Neo TDA selamat. Kami tidak terpancing. Gagal dengan jurus pertama--- beliou coba jurus kedua yaitu jual jasad Prabowo dengan harga murah. Tujuannya cipta kondisi lagi, bahwa seolah olah Mahapatih Wir yang bilang Prabowo akan kudeta----, ciptakan konflik intern TDA lengkap dengan cerita evakuasi helikopter segala. Sayangnya semua itu di bantah oleh Maha patih Wir dan Patih E Sutarto. Sehingga gagallah jurus jual jasad ini. ( Catatan : Patih E. Sutarto adalah seorang Patih yang sangat membela kejujuran kebenaran dan keadilan, sangat keras, sangat cerdas, apolitik, dan tidak neko neko. Beliou jadi Dan Paspampres karena profesionalisme dan atas azas meritokrasi ---, dipromosikan oleh Patih Sugiono. Beliou sama sekali bukan kerabat Cendana. Begitu angkernya beliou ini---, Perwira Alengka saja selalu berusaha menghindar kalau menatap mata beliou. Ilmunya tinggi ). Selanjutnya ----, bagimana yaaa----, jurus Lo Han Tin putaran pertama telah berjalan. Satu Jerman akan kalah dengan European Community, Lobby Jewish, Over Seas Chineses, Amerika serta Jepang. Jurus Lo Han Tin nya Gus Dur putaran pertama main ke Eropah sudah bikin pucat Habibie. Bagaimana putaran kedua. Maka beliou sadar, begitu putaran ke dua, si Koboy Cewek Allbrighgt datang ke Alengka --- posisinya akan semakin terjepeit. Bahwa skak mat itu tidak enak---, adalah jelas. Maka dipikirkanlah untuk main remis. Draw. Alias minta hidup. Bagaimana akal ?. Wah lumayan ini---, ada satu ide yang bisa di coba lagi, siapa tahu berhasil. Maka si Ghalib yang memang Gaib ini diakalin saja. Telepon saja si Ghalib, atur pembicaraan bahwa kalau Eyang Suharto---, jangan diperiksa lama lama dan jangan serius. Alihkan saja ke Arifin dan Sofyan Wanandi. Lalu pembicaraan tersebut direkam sendiri, dan pada waktu yang tepat akan diedarkan sendiri. Dan saat Gus Dur di luar negeri adalah saat yang paling tepat. Orang kritis nan ahli strategis sedang tidak ada di Alengka. Maka secara serentak, muncullah head line besar di Panji dan beberapa stasiun TV tentang telepon Gaib. Dan anehnya----, sementara Habibienya sendiri mengakui pembicaraan tersebut adalah pembicaraannya, malah Ghalib yang mencak mencak bilang suara itu palsu. Mana yang bener. Mereka tidak koordinasi. Akibatnya rakyat yang bingung. Jangankan rakyat---, Mahapatih Wir juga jadi bingung. Yaa memang bingung----, masa ada raja asli bicara sama Punggawa palsu. Kasihan Mahapatih Wir---, bingung terus. Makanya---, kayak Arwah Perwira Alengka ini---, rawe rawe rantas--- malang malang tebas. Hidup cuma sekali. Yang penting kejujuran---, kebenaran dan keadilan. Sementara menurut empu Supo, memang mahapatih Wir tidak perlu bingung. Strateginya mereka sangat mudah terbaca. Tujuannya multi target. Target pertama---, menjatuhkan citra Neo TDA bahwa Mahapatih Wir yang bertanggung jawab di bidang keamanan, telah melakukan penyadapan dengan alasan berambisi mencari kesalahan Habibie untuk mencapai posisi yang lebih tinggi lagi. Target ke dua---, mau gebuk Arifin yang getol danain demo anti Habibie sekaligus hajar Sofyan Wanandi yang sepulangnya dari Amerika dulu--- yang berani beraninya bilang para pengusaha Amerika mendukung Patih Sepuh Try Sutrisno sebagai calon Wakil Raja. Makanya si Cina Lantang itu di gebuk saja sekalian. ( Awas ---, ini bisa jadi blunder besar Kuda Troya untuk Habibie bila di kombinasikan dengan variant terbaru Nigeria 99, Olesegun Obasanjo. Analisis ini tidak akan di bahas di milis ini--- kecuali Habibie bayarnya gede he he he--- Emangnya Arwah Perwira Alengka bisa dibeli? ) Target ke tiga, ---, target paling utama----, mau baekan lagi dengan Eyang Suharto. Bahwa dalam takutnya dia pada bayang bayang tiwikrama Eyang Suharto---- Habibie ini lebih baik bikin kaset yang hebat dan heboh itu---, lalu edarkan---, dan lucunya ---- segera mengakui bahwa itu adalah suaranya---!. Semua ini sebagai tanda takut sekaligus budi bakti pada Eyang. Kalau boleh --- yaah sekalian mengurangi rasa salahnya. Artinya--- dia lebih takut pada Eyang Suharto dari pada sama rakyat. Dan lebih baik nipu rakyat--- dari pada di gebuk oleh Eyang Suharto. Maka---, mendingan bikin sandiwara sajalah. Bikin kaset nan heboh. Sekali tepuk tiga nyawa. Soal rakyat ketipu---, besok dengan bagi bagi sembako--- rakyat juga lupa lagi. Nanti setelah aman dan rakyat lupa---, kan bisa berkuasa lagi. Dan untuk memperkuat kesan ini---, maka sang juru bicara Dewi Fortuna mulai bicara tentang keprihatinan Habibie tentang Suharto sebagai orang tua. Pokoknya mau baekan dengan Suharto lah. Memang juru bicara yang ini mutunya lebih mendinglah dari si Yellow Ribbon, juru bicara HBB, seorang pelawak yang paling lucu di milis nya si John. Begitu juga Akbar Tanjung ikut ikutan bicara belain Habibie untuk baik baikan dengan Eyang. Ini Akbar juga mau cari selamat sebab ditengarai si Akbar inilah kompor pertama penghianat 14 mentri yang mengakibatkan Eyang mengundurkan diri. Dewi dan Akbar ini ini bicaranya sekarang enak betul---, bahwa Eyang harus di hargai sebagai orang tua. Pokoknya semua omongan Gus Dur dahulu----, di tiru ulang oleh mereka. Mendengarnya saja Arwah Perwira Alengka merasa lucu. Arwah Perwira Alengka tidak punya kepentingan apa apa dengan Habibie atau Akbar, atau Ahmad Tirto Sudiro. Tetapi--- demi negara dan bangsa ini---, mohon bersikap jujurlah. Jangan lagi menipu rakyat Alengka ini. Kasihanilah rakyat ini yang sudah sedemikian lama kelaparan dan menderita. Kasihanilah kami anak anak GM TDA yang harus berhujan berpanas di jalan jalan--- menjaga keamanan yang tak kunjung reda--- sambil dihinakan dan di nistakan---, hanya karena ulah tipu kaum elite provokator. Jika seorang Raja KKN saja jadi penipu begitu---, bagaimana punggawa punggawanya. Ingatlah kasus kasus sampai yang terakhir di Ambon ini, lihatlah diri anda masing masing---, tanya apa yang sudah bapak bapak lakukan---, tidakkah bapak bapak merasa berdosa ? Bapak bapk yang menipu---, lalu rakyat marah dan bikin keributan---, lagi lagi kami GM TDA yang di hujad---, di salahkan---- dan di bilang tidak mampu menjaga keamanan. Kaum elite politik yang menipu terus---, kami yang disalahkan terus. Kamu orang yang berbuat dosa terus---, kami yang di hujad terus. ( Terima kasih pada Bapak Hamzah Haz yang membantu kami----, yang menghimbau agar rakyat tidak menghujad kami lagi . OHIDA saja mendapat kesempatan hidup --- apalagi TDA --- iyaaa kan Pak ? ). Kami sudah muak dan bosan dengan kekerasan. Kami sudah bosan melindungi tukang tukang tipu. Bila kami pernah salah---, kami minta maaf. Dengan segala kerendahan hati----, kami sadar atas kesalahan kami. Dan kini kami berusaha memperbaikinya. Sudah cukuplah kami di hujad. Sudah cukuplah kami di nista. Begitu gencarnya propaganda itu, sampai sampai Malaikat Neraka pun jadi anti pati pada kami. Padahal---, banyak dari kami----, yang muda muda di GM TDA---, yang benar benar memegang teguh kejujuran, kebenaran dan keadilan. Kami tidak habis pikir kok tukang tipu tukang tipu elite ini masih berani berdiri di depan rakyat. Kami--- para komandan satuan tempur dari GM TDA--- merasa begitu terenyuh. Dimana wibawa, harkat dan harga diri mereka ?. Malu di beri ayam betina ? Chicken Shitt!!! Malu maluin TDA. Copot pangkat itu. Untuk Maha patih Wir---, jika Mahapatih terdesak---, bicaralah sejujurnya pada kami. Kami bisa menerima apapun keadaan Mahapatih---, bila itu dibicarakan sejujurnya pada kami. Kami akan mendukung Maha patih Wir sampai titik darah yang penghabisan. Dan kami ingatkan---, jangan coba copot atau pisahkan jabatan Mahapatih Wir kami---, apalagi jika itu atas perintah tukang tipu rakyat. Boleh copot, asal Patih Suboyou atau Patih Djamari yang naik. Makanya----, rakyat ----, tolonglah kami agar jangan pernah biarkan bedil ini menyalak lagi. Sudah terlalu banyak dosa kami. Menyelesaikan satu tukang tipu itu---, dengan bedil mudah sekali---, tetapi tetap adalah dosa. Kami tidak ingin menambah dosa kami lagi secara sengaja. Dia tukang tipu----, biarlah rakyat yang menilainya. Bila besok dia jadi raja lagi---, bedil bedil kami ini akan kami serahkan pada rakyat---!. Kami sudah tidak mau menanggung dosa perpecahan anak bangsa ini lagi. Kami ikut saja kemauan si Munir Kontras. Mungkin dia benar--- agar TDA tidak usah ikut ikutan. Biarkan satgas Banser dan Satgas PDI serta satgas satgas lainnya yang menyelesaikan para tukang tipu itu---, dengan bedil bedil kami ini. Biarkan jutaan nyawa melayang lagi seperti tahun 65 an. Munir itu kadang kadang jenius juga kok--- walau lebih sering imbisil. Untuk segenap rakyat Alengka----, ingatlah code sign saat ini : Nigeria 99. Olesegun Obasanjo. Hidup Neo Alengka yang penuh tukang tipu. Hidup Neo TDA yang mulai solid. Arwah Perwira Alengka Di Mayapada. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:52:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
