----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM Arwah Perwira Alengka.
Telepon Gaib dan Tukang Tipu.
5 Maret  1999 Jam 10. 00 WIBB.

Ketika kejujuran, kebenaran dan keadilan nyaris menjadi sebuah utopia,
hanya rasa kebangsaanlah sepertinya  satu satunya perekat yang  bisa
mempersatukan kita. Tanpa mengurangi ke imanan yang setinggi tingginya
kepada Sang Maha Pencipta---, untuk sementara--- sebaiknya kita lupakan
dulu soal surga atau neraka, --- tepatnya--- soal perbedaan agama---,
sebab ternyata data base komputer  Malaikat Pencabut Nyawa ----, juga
bisa hang dan kena virus. ( Baca Arwah Perwira Alengka di Pintu Neraka
). Begitu kuatnya propaganda anti TDA yang dilakukan civilian society,
sampai sampai  petugas front desk Pintu Kematian di Langit langsung saja
mengirim  Arwah Perwira Alengka yang sedang kesasar saat ingin kembali
ke dunia nyata---, ke seksi Neraka paling panas---, tanpa perlu lihat
indentitas pribadi lagi.  Pokoknya  asal TDA--- masuk neraka.  Untunglah
Malaikat Penjaga Pintu Neraka  heran ---, kok ada yang namanya Perwira
TDA kayak yang satu ini ---, imut imut, baby face, innocent--- nyaris
tanpa dosa lagi.  Apa tidak salah---?. Kan kabarnya kaum TDA itu serem
serem---lebih dari  yang Ciganjuran.  Untunglah Malaikat Neraka bisa
heran--- sehingga  beliou sempat membuka  buku buku penentuan kehidupan
dan kematian. Dan syukurlah nama Perwira Alengka tidak ada. Kalau
tidak---, kasus Sengkon dan Karta akan terulang  pada Arwah Perwira
Alengka---,  dimana tanpa pengadilan yang benar, Arwah Perwira Alengka
akan di masukkan begitu saja ke Neraka tingkat terdalam.

Karena itu---, atas segala rahmat dan karunia Nya----,  Yaaa Maha Besar
Tuhan----, Arwah Perwira Alengka mengucapkan terima kasih yang sedalam
dalamnya dan memasrahkan  segalanya pada Nya. Soal petugas front desk
Pintu Kematian yang  pernah salah----, lupakanlah. Arwah Perwira Alengka
tidak akan berani menuntut seorang Malaikat. Justru hal ini memberi
hikmah pada Arwah Perwira Alengka---, bahwa jika golongan Malaikat saja
bisa salah----, apalagi Eyang Suharto--- yang cuma seorang manusia.
Eyang Suharto masih jauh dari kategori Malaikat, walau mungkin dahulu
kekuasaannya pernah lebih dari seorang Malaikat. Karena itu-----,
cobalah kita berlaku arif. Apalagi bila beliou ingin tobat. Terlepas
apakah itu tobat politik atau bukan---, yang jelas beliou ingin tobat.
Biarlah  kita beri kesempatan.

Sebagai Young Turck, Arwah Perwira Alengka tidak berani menasehati
beliou. Bisa kualat nggak naik pangkat. Hanya pesan   Arwah Perwira
Alengka----, jika hanya demi menyelamatkan Eyang---, kami--- seluruh
warga Neo TDA dan GM TDA harus berkorban dan sampai babak belur begini.
Hilang citra ---, hilang nama---. Maka Arwah Perwira Alengka menghimbau
pada Eyang--- agar ingatlah segala pengorbanan kami. Kasihanilah kami GM
TDA dan  Neo TDA orang orang yang setia ini. Mohon kiranya  Eyang  mulai
berkenan menasehati  anak anak Eyang--- agar hidup lebih arif, wajar dan
bijaksana. Bahwa---, setelah Eyang nanti tidak ada lagi---, apa yang
terjadi pada mereka nantinya, semua tergantung pada amal perbuatan
mereka. Mungkin lebih baik Eyang mengingatkan pada mereka  akan
pentingnya arti kejujuran---, kebenaran dan keadilan, dari pada  ojo
ngoyo, ojo gumunan, ojo dumeh, dan ojo ojo lainnya yang telah mereka
terapkan dengan salah kaprah---, sehingga malah memporak porandakan
citra kultur Jawa.

Prolog ini  berkaitan dengan telepon nan Gaib, yang mirip cerita si Ajow
nan Heboh, saat Perwira Alengka masih kecil . Bahwa telepon di sadap---
sulit diterima akal. Sebagai seorang Perwira TDA yang tahu sistem sandi
dan security pemberitaan---, sistem hotline Kepresidenan--- apalagi yang
menyangkut rahasia negara---, adalah sistem yang sedemikian canggih yang
dirancang sedemikian rupa oleh para ahli selevel ahli dari Pentagon,
dengan password yang bisa diganti ganti oleh Presiden sendiri. Dan
jikapun sampai tersadap yang terdengar cuma suara distorsi, sebab ada
mesin pintar  yang akan memecah dan menyatukan suara itu kembali. Jadi
jangan samakan telepon Kepresidenan dengan telepon wartel.  Apalagi
Eyang Suharto sangat berhati hati dengan segala kerahasiaan. Di United
States, yang di sadap adalah telepon Monica Lewinsky yang telepon biasa.
Bukan telepon Kepresidenan. Juga telepon disana AMPS, bukan GSM. Jadi
tepatnya---, telepon tersebut entah menyadapkan diri sendiri,  atau
sengaja disadapkan---, atau tersadap---- entahlah, yang jelas tujuannya
adalah politik. Untuk apa, dan oleh siapa ---, nanti kita bahas di bawah
ini.

Jurus telepon Gaib ini  adalah jurus hindaran tambal sulam dari Habibie
atas kesalahan besarnya menolak tawaran  Dialog 4 nya Gus Dur. Baca
kembali tulisan Perwira Alengka soal Neo VOC dan Kentut Semar di
penghujung 1998, yang membahas tentang dialog 4,  dengan seluruh variant
yang sudah di hitung bersama dengan matang oleh  Perwira Alengka, Empu
Supo, Alay Gray Span, Aurang Zeb dan Khalil Gibran.  Di tulisan itu,
dengan jelas Perwira Alengka mengatakan bahwa  Habibie telah melakukan
blunder besar  dengan menolak dialog 4 tersebut. Seharusnya beliou ikut.
Kalau tidak---, menang jadi arang---, kalah jadi abu. Seharusnya  dia
memilih jalan tengah yang di tawarkan Gus Dur---, demi keamanan dirinya
sendiri, keamanan negara ini dan demi pemutihan masa lalunya yang juga
kelam. Namun --- sayang sekali,  beliou lebih  percaya pada  Ahmad Tirto
Sudiro yang akhirnya malah menyulitkan Habibie dengan penolakannya.

Dalam tulisan Neo VOC dan Kentut Semar tersebut telah di hitung bahwa
Habibie akan kalah alias skak mat bila menolak.  Hanya ---, ditulisan
tersebut dinyatakan---- strateginya  tidak bisa Perwira Alengka buka
sekarang ( saat itu--- ) sebab bisa keenakan nanti Eyang merasa dibantu.
Tepatnya--- anak anak Eyang  yang dikhawatirkan nanti jadi besar GR
lagi. Padahal kami Neo TDA hanya melindungi sang Eyang--- bukan anak
anaknya yang cuma menyulitkan posisi sang Eyang dan atomatis menyulitkan
posisi kami GM TDA dimata rakyat Alengka dengan segala ngawulo waduknya.

Sekarang  hitungan catur itu  terbukti benar. Mereka blunder.  Bukalah
kembali kliping kliping pernyataan Ahmad Tirto Sudiro dan Habibie soal
dialog 4 beberapa bulan lalu.  Saat itu---, untuk menarik simpati
rakyat---, Habibie berjanji bahwa  pengadilan Eyang Suharto akan selesai
paling lambat bulan Juni. Lalu Ahmad Tirto Sudiro bilang Gus Dur plin
plan---, pasang killing ground, opportunist---, dan anti reformasi. Dan
Habibie bukan antek antek Suharto. Bahkan Habibie akan membentuk warna
sendiri. ICMI dan Islam berada dibelakang Habibie. Akan menggilas rezim
Suharto. Dsb Dsb.  Pokoknya indah sekali.  Dan kasihan Gus Dur---,
menjadi jelek sekali dan sangat kontroversial saat itu.

Sampai kemudian---, Habibie baru menyadari langkah blundernya ---, dan
terpaksa susun sandiwara babak baru lagi---, yaitu bikin  telepon Gaib.
Bersyukurlah Habibie dan para anteknya --- bahwa Arwah Perwira Alengka
sudah di pesan oleh Malaikat Neraka agar jangan menghujad terlalu keras.
Kalau tidak---, Kapten Haddock dari serial Tin Tin dengan sumpah serapah
kebun binatangnya akan muncul di posting ini untuk antek antek Habibie,
septick tank nya yang pinter keminter--- terutama Ahmad Tirto Sudiro
yang malah ngejorokin Habibie ke lubang WC.

Seharusnya, mereka mengerti dan  wajar wajar sajalah. Habibie jadi orang
yang jujurlah. Jadi orang yang setialah. Jangan ambisi sendiri. Susah---
senang sama dirasa. Kalau mau mati---, ya mati sama sama lah. Apalagi
sudah jalan bersama puluhan tahun. Jangan mau main selamat sendiri
dengan menjual badan majikan. Arwah Perwira Alengka sama sekali tidak
bela Eyang Suharto.  Tulisan ini Arwah Perwira Alengka tuliskan sebab
Arwah Perwira Alengka paling benci dengan sikap pengecut, munafik,
licik, mau selamat sendiri dan tidak setia.

Masih mendingan Mahapatih Wir yang secara jantan----, berkata apa
adanya--- dan jujur.  Ketika jaman masih susah saja---, pada saat
nasibnyapun belum  jelas akan jadi apa--- Mahapatih Wir  berani menjamin
keselamatan  mantan Capo. Berarti beliou  orang jujur dan setia.  Beliou
berani  tetap setia pada Eyang Suharto dan berbicara jujur pada rakyat
Alengka bahwa Neo TDA akan menjaga keselamatan keluarga Eyang---, yang
membuat citra kami GM TDA dan  Neo TDA sempat babak belur----, sempat
dianggap anti reformasi----!. Maka-melihat fenomena itu ---, kami --- GM
TDA bisa meramalkan bahwa Mahapatih Wir  juga pasti akan setia dan
jujur pada kami anak buah nya ----!. Dan juga wajib jujur dan setia pada
200 juta rakyat Alengka ini. Jika tidak ----, seperti yang pernah
Perwira Alengka sumpahkan--- maka Tidar akan meletus. ( Baca tulisan
Perwira Alengka  tentang  Hauw dan Gie--- yaitu Budi dan Bakti ---
tulisan  bulan Juli 1998 ).

Semula Arwah Perwira Alengka tidak mau ikut campur soal ini. Bahkan
semula Arwah Perwira Alengka sempat juga salut pada  Habibie, raja KKN
ini. ( Kecil Kecil Nekad ). Orangnya kecil tapi nekadnya luar biasa---,
berani beraninya lawan Eyang Suharto. Malahan  dia berani  main sulap
tipuin rakyat--- bikin Arwah Perwira Alengka geleng kepala. Arwah
Perwira Alengka makin kagum lagi waktu Habibie ini nekad menolak dialog
4, yang berarti perang dengan Eyang Suharto. Wah, memang KKN beneran---,
kecil kecil nekad. Kenapa nggak nekad coba----, dengan segala hitungan
mulai dari Hong Sui, Tasawuf sampai computer analisis yang dilakukan
Arwah Perwira Alengka dan 4 tokoh tokoh diatas  sudah melihat ---,
Habibie  akan skak mat. Apalagi  setelah Rokade Blokir Mahapatih Wir.
Tetapi dia tetap nekad. Jadi pantes juga di sebut raja KKN. Kecil kecil
nekad.

Sayangnya---, beliou ternyata tidak sehebat yang Arwah Perwira Alengka
bayangkan. Sampai ketika keadaan pelan berobah--- sesuai hitungan Gus
Dur yang terpaksa jadi  Zatoici yang turun  dengan jurus indahnya---,
serta Ciganjuran yang serem serem itu mulai ketakutan malah mau masuk
PKB segala---, dan Neo TDA mulai solid dengan telik sandinya----,
ditambah  ada doa tobat untuk Eyang dan lain lain,  sementara  partai
serta kendaraan politik Habibie mulai gembos---, barulah Habibie
ketakutan sendiri. Beliou menyesal---, sudah terlanjur omong besar akan
adili Suharto dan akan selesai sebelum Juni 1999. Beliou menyesal---,
sudah ngomong  bahwa beliou bukan bayang bayang Suharto. Beliou
menyesal---, sudah ngomong bahwa pokoknya beliou  adalah species baru
yang tidak kenal Suharto, sama seperti lagu Bimbi yang tak mau kenal
lagi kampungnya---, Bimbi yang tak mau kenal lagi saudara.  Sampai
kemudian beliou sadar --- dengan situasi saat ini, beliou akan menjadi
Bimbi yang  memelas pucat pasi--- menanti di bui sepi----. Barulah
beliou tersadar dan menyesal telah main khianat.  ( Apalagi koboy wanita
katanya mau datang dan bicara masing masing 4 mata dengan para tokoh
Ciganjur---, kita lihat saja caturnya )

Tetapi formasi Lo Han Tin nya Gus Dur sudah terlanjur bergerak. Semua
pembaca cerita silat tahu, jurus Lo Han Tin  yang sudah di mulai---,
tidak bisa dihentikan. Baru satu kali putaran ini jurus Lo Han Tin,
beliou langsung sadar akan skak mat.  Agar tidak langsung mat---
berbagai strategi cari selamat di coba dulu.  Mula mula gunakan jurus
memindah beban variant jurus Thi Ki Ie Beng. Dia mau sedot tenaga inti
Mahapatih Wir dengan jual soal Timor Timur---, dimana jika Mahapatih Wir
salah bicara satu kata saja----, misalnya menolak atau tidak setuju----,
maka Mahapatih Wir akan tewas di hujad orang sedunia dan setelah
tampias----, sekalian di jadikan alas kubur.  Ternyata rencana liciknya
gagal. Neo TDA selamat.  Kami tidak terpancing.

Gagal dengan jurus pertama--- beliou coba jurus kedua yaitu jual jasad
Prabowo dengan harga murah. Tujuannya cipta kondisi lagi, bahwa seolah
olah Mahapatih Wir yang bilang Prabowo akan kudeta----, ciptakan konflik
intern TDA lengkap dengan cerita evakuasi helikopter segala. Sayangnya
semua itu di bantah  oleh Maha patih Wir dan Patih E Sutarto. Sehingga
gagallah jurus jual jasad ini. ( Catatan : Patih E. Sutarto adalah
seorang  Patih yang sangat membela kejujuran kebenaran dan keadilan,
sangat keras, sangat cerdas, apolitik, dan tidak neko neko. Beliou jadi
Dan Paspampres karena profesionalisme dan atas azas meritokrasi ---,
dipromosikan oleh Patih Sugiono.  Beliou sama sekali bukan kerabat
Cendana. Begitu angkernya beliou ini---, Perwira Alengka saja selalu
berusaha menghindar kalau menatap mata  beliou. Ilmunya tinggi ).

Selanjutnya ----, bagimana yaaa----, jurus Lo Han Tin putaran pertama
telah  berjalan. Satu Jerman akan kalah dengan European Community, Lobby
Jewish, Over Seas Chineses, Amerika serta Jepang. Jurus Lo Han Tin nya
Gus Dur putaran pertama main ke Eropah sudah bikin pucat Habibie.
Bagaimana putaran kedua. Maka beliou sadar, begitu putaran ke dua, si
Koboy Cewek Allbrighgt datang ke Alengka --- posisinya akan semakin
terjepeit.  Bahwa  skak mat itu tidak enak---, adalah  jelas.  Maka
dipikirkanlah untuk main remis. Draw. Alias minta hidup. Bagaimana akal
?. Wah lumayan ini---, ada satu ide yang bisa di coba lagi, siapa tahu
berhasil. Maka si Ghalib yang memang Gaib ini diakalin saja. Telepon
saja si Ghalib, atur pembicaraan bahwa kalau Eyang Suharto---, jangan
diperiksa lama lama dan jangan serius. Alihkan saja ke Arifin dan Sofyan
Wanandi. Lalu  pembicaraan tersebut direkam sendiri, dan pada waktu yang
tepat akan diedarkan sendiri. Dan saat Gus Dur di luar negeri adalah
saat yang paling tepat. Orang kritis nan ahli strategis sedang tidak ada
di Alengka. Maka secara serentak,  muncullah head line besar di Panji
dan beberapa stasiun TV tentang telepon Gaib.  Dan anehnya----,
sementara Habibienya sendiri mengakui pembicaraan tersebut adalah
pembicaraannya, malah  Ghalib yang mencak mencak bilang suara itu palsu.
Mana yang bener. Mereka tidak koordinasi. Akibatnya rakyat yang
bingung. Jangankan rakyat---, Mahapatih Wir juga  jadi bingung.  Yaa
memang bingung----, masa ada raja asli bicara sama Punggawa palsu.
Kasihan Mahapatih Wir---, bingung terus. Makanya---, kayak Arwah Perwira
Alengka ini---, rawe rawe rantas--- malang malang tebas. Hidup cuma
sekali. Yang penting kejujuran---, kebenaran dan keadilan.

Sementara menurut empu Supo, memang mahapatih Wir tidak perlu bingung.
Strateginya mereka sangat mudah terbaca. Tujuannya multi target.  Target
pertama---, menjatuhkan citra Neo TDA bahwa Mahapatih Wir yang
bertanggung jawab di bidang keamanan, telah melakukan penyadapan dengan
alasan berambisi mencari kesalahan Habibie untuk mencapai posisi yang
lebih tinggi lagi.

Target ke dua---, mau gebuk Arifin yang getol danain demo anti Habibie
sekaligus hajar  Sofyan Wanandi yang sepulangnya dari Amerika dulu---
yang berani beraninya bilang  para pengusaha Amerika mendukung  Patih
Sepuh Try Sutrisno sebagai calon Wakil Raja.   Makanya si Cina Lantang
itu di gebuk saja sekalian.  ( Awas ---, ini bisa jadi blunder besar
Kuda Troya untuk Habibie bila di kombinasikan dengan variant terbaru
Nigeria 99, Olesegun Obasanjo. Analisis ini  tidak akan di bahas di
milis ini--- kecuali Habibie bayarnya gede he he he--- Emangnya Arwah
Perwira Alengka bisa dibeli?  )

Target ke tiga, ---, target paling utama----, mau baekan lagi dengan
Eyang Suharto. Bahwa dalam takutnya dia pada bayang bayang tiwikrama
Eyang Suharto---- Habibie ini  lebih baik bikin kaset yang hebat dan
heboh itu---, lalu edarkan---, dan lucunya ---- segera mengakui bahwa
itu adalah suaranya---!. Semua ini sebagai tanda takut sekaligus budi
bakti pada Eyang. Kalau boleh --- yaah sekalian  mengurangi rasa
salahnya. Artinya--- dia lebih takut pada Eyang Suharto dari pada sama
rakyat. Dan lebih baik nipu  rakyat--- dari pada di gebuk oleh Eyang
Suharto. Maka---, mendingan bikin  sandiwara sajalah. Bikin kaset nan
heboh. Sekali tepuk tiga nyawa. Soal rakyat ketipu---, besok dengan bagi
bagi sembako--- rakyat juga lupa lagi. Nanti setelah aman dan rakyat
lupa---, kan bisa berkuasa lagi.

Dan untuk  memperkuat kesan ini---, maka sang juru bicara Dewi Fortuna
mulai bicara tentang keprihatinan Habibie tentang Suharto sebagai orang
tua. Pokoknya mau baekan dengan Suharto lah. Memang juru bicara yang ini
mutunya lebih  mendinglah dari si Yellow Ribbon, juru bicara HBB,
seorang  pelawak yang paling lucu di milis nya si John. Begitu juga
Akbar Tanjung ikut ikutan bicara belain Habibie untuk baik baikan dengan
Eyang. Ini Akbar juga mau cari selamat sebab ditengarai si  Akbar inilah
kompor pertama penghianat 14 mentri yang mengakibatkan Eyang
mengundurkan diri.  Dewi dan Akbar ini ini bicaranya sekarang enak
betul---, bahwa Eyang harus di hargai sebagai orang tua. Pokoknya semua
omongan Gus Dur dahulu----, di tiru ulang oleh  mereka. Mendengarnya
saja Arwah Perwira Alengka merasa lucu.

Arwah Perwira Alengka tidak punya kepentingan apa apa dengan Habibie
atau Akbar, atau Ahmad Tirto Sudiro. Tetapi--- demi negara dan bangsa
ini---, mohon bersikap jujurlah. Jangan lagi menipu rakyat Alengka ini.
Kasihanilah rakyat ini yang sudah sedemikian lama kelaparan dan
menderita. Kasihanilah kami anak anak GM TDA yang harus berhujan
berpanas di jalan jalan--- menjaga keamanan yang tak kunjung reda---
sambil dihinakan dan di nistakan---, hanya karena ulah tipu  kaum elite
provokator. Jika seorang Raja KKN saja jadi penipu begitu---, bagaimana
punggawa punggawanya.  Ingatlah kasus kasus sampai yang terakhir di
Ambon ini, lihatlah diri anda masing masing---, tanya apa yang sudah
bapak bapak  lakukan---, tidakkah bapak bapak merasa berdosa ? Bapak
bapk  yang menipu---, lalu rakyat marah dan bikin keributan---, lagi
lagi kami GM TDA yang di hujad---, di salahkan---- dan di bilang tidak
mampu menjaga keamanan.  Kaum elite politik yang menipu terus---, kami
yang disalahkan terus. Kamu orang yang berbuat dosa terus---, kami yang
di hujad terus. ( Terima kasih pada Bapak Hamzah Haz yang membantu
kami----, yang menghimbau agar  rakyat tidak menghujad kami lagi .
OHIDA saja mendapat kesempatan hidup --- apalagi TDA --- iyaaa kan Pak ?
).

Kami sudah muak dan bosan dengan kekerasan. Kami sudah bosan melindungi
tukang tukang tipu. Bila kami pernah salah---, kami minta maaf. Dengan
segala kerendahan hati----, kami sadar atas kesalahan kami. Dan kini
kami berusaha memperbaikinya.   Sudah cukuplah kami di hujad. Sudah
cukuplah kami di nista. Begitu gencarnya propaganda itu,  sampai sampai
Malaikat Neraka pun jadi anti pati pada kami.  Padahal---, banyak dari
kami----, yang muda muda di GM TDA---, yang benar benar memegang teguh
kejujuran, kebenaran dan keadilan.

Kami tidak habis pikir kok  tukang tipu tukang tipu elite ini masih
berani berdiri di depan rakyat.  Kami--- para komandan satuan tempur
dari  GM TDA--- merasa begitu terenyuh.  Dimana wibawa, harkat dan harga
diri mereka ?.  Malu di beri ayam betina ? Chicken Shitt!!!   Malu
maluin TDA.  Copot pangkat itu.

Untuk Maha patih Wir---, jika Mahapatih terdesak---, bicaralah
sejujurnya pada kami. Kami bisa menerima apapun keadaan  Mahapatih---,
bila itu dibicarakan sejujurnya pada kami. Kami akan mendukung Maha
patih Wir sampai titik darah yang penghabisan.

Dan kami ingatkan---, jangan coba copot atau pisahkan jabatan Mahapatih
Wir kami---, apalagi jika itu atas perintah tukang tipu rakyat.  Boleh
copot, asal Patih Suboyou atau Patih Djamari yang naik. Makanya----,
rakyat ----, tolonglah kami agar  jangan pernah biarkan bedil ini
menyalak lagi. Sudah terlalu banyak dosa kami.  Menyelesaikan satu
tukang tipu itu---, dengan bedil mudah sekali---, tetapi tetap adalah
dosa.  Kami tidak ingin menambah dosa kami lagi secara sengaja.  Dia
tukang tipu----, biarlah rakyat yang menilainya.  Bila besok dia jadi
raja lagi---, bedil bedil kami ini  akan kami serahkan pada rakyat---!.
Kami sudah tidak mau menanggung dosa perpecahan anak bangsa ini lagi.
Kami ikut saja kemauan si  Munir Kontras. Mungkin dia benar--- agar  TDA
tidak usah ikut ikutan. Biarkan satgas Banser dan Satgas PDI serta
satgas satgas lainnya yang  menyelesaikan para tukang tipu itu---,
dengan bedil bedil kami ini. Biarkan jutaan nyawa melayang lagi seperti
tahun 65 an.  Munir itu kadang kadang jenius juga kok--- walau lebih
sering imbisil.  Untuk segenap rakyat Alengka----, ingatlah code sign
saat ini : Nigeria 99.  Olesegun Obasanjo.

Hidup Neo Alengka yang penuh tukang tipu.
Hidup Neo TDA yang mulai solid.

Arwah Perwira Alengka
Di
Mayapada.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:52:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke