---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Menjadi orang Indonesia jaman sekarang memang terkadang bikin gerah, apalagi menjadi orang awam macam kita yang tidak punya pengaruh di pemerintahan dan mempunyai kemampuan untuk merubah sebuah keadaan. Menjadi rakyat di Indonesia jaman selepas jajahan orde baru I yang transisi ke orde baru II seperti sekarang memang mengenaskan, apalagi menjelang pemilu, karena selama ini rakyat hanyalah menjadi pelengkap objek penderita dari kalimat kalimat slogan para badut pengindap ajaran Golkarisme, Panca Silaisme, PPPisme dan PDIisme. Kita adalah rakyat, dan rakyat adalah penonton. Menyaksikan pertarungan antara badut loyalis pro suhartois dan badut reforman calon status Quo maker lainnya yang tidak punya pendirian seperti Mega, Amin dan Dur amat menyedihkan. Sepertinya apapun hasilnya pemilu nanti Indonesia tetap memiliki masa depan kelam. Pilihan untuk rakyat kita ternyata sungguh tidak banyak, Kalau tidak kembali di jajah rejim golkar, Indonesia akan berada di bawah pemerintahan keratonis atau neo Jawais yang jelas jelas tidak akan sanggup membawa negara ini ke sebuah masa depan yang lebih baik. Pemilu di depan kita adalah sebuah penipuan. Karena semua yang bermain dalam pentas srimulat akbar itu adalah konco konco yang saling kenal dan punya peran ganda. Pemilu adalah wayang orang yang tidak berguna, karena pertarungan para orang orangan ini adalah pertarungan antara tokoh tokoh yang sebenarnya berdekatan dan tidak berwatak yang masing masing ingin mendahului sifat rakusnya terhadap kekuasaan dari kepentingan Umat. Anda bisa lihat bahwa benang benang halus yang berkaitan antara tokoh tokoh yang kelihatannya saling bertarung di panggung politik Indonesia. Habibie seorang status quo sejati berteman dengan Amien Rais yang menggugat Suharto. Amin Rais adalah sahabat dekat Prabowo menantu Suharto yang bertanggung jawab dengan pencuilkan aktifis mahasiswa. Selain dengan Fuad Bawazir yang sangat kental pro anak anak Suharto. Gus Dur yang sok aneh dan sok mewakili Islam dan selalu membela siapapun orang yang menghina Islam, sekarang mulai berdekatan dengan Suharto.Dan Mega yang kebanyakan tidur siang sekarang memang nampak sebagai diktatur baru dengan partainya tanpa ada calon tandingan di partai germo nya itu. Sekarang dia dengan seenaknya nampak menekan tokoh PDI sempalan bikinan pemerintah tanpa cemas karena merasa mewakili "demokrasi" fantasi orang orang kecil. Baiklah anda mencoba memilih jagoan anda dalam pemilu. anda misalnya memilih PKB karena anda ingin seorang tuna netra menjadi Presiden ke 4. Atau anda memilih PPP karena anda yakin PPP akan mencalonkan misalnya Marie Muhammad. Tapi bung, begitu partai pemilu selesai, ketika suara di hitung, partai yang anda pilih ternyata tidak bisa memenangkan suara mayoritas. Apa yang terjadi? Koalisi . Ya Koalisi adalah pelacuran dan penghinatan. Sebab suara berjuta juta orang, amanat dan keinginanan orang banyak dipermainkan dengan gampangnya oleh partai partai yang kita pilih. Koalisi adalah per caboan nasional yang harus diamati secara hati hati, karena tidak msutahil misalnya bagi anda yang tidak menyukai Habibie, tapi memuja Amin Rais akan kecewa berat setelah mengetahui bahwa suara anda untuk PAN, di sia siakan oleh si Amien ini melalui koalisi ( dari pada tidak menang sama sekali begitu menurut jidat berminyaknya ) dengan Golkar, dia bisa bargain, biar Habibie tetap menadi Presiden, tapi gue jadi wakilnya, atau dengan Akbar tanjung atau dengan Wiranto. Koalisi adalah cara cara kramat tunggak yang menipu coomon sense orang banyak. Jadi tidak aneh dengan koalisi ini akan terjadi pasangan Presiden Indonesia mendatang yang sebelumnya mustahil seperti pasangan Presiden dan wakil Presiden: Megawati/ Wiranto Megawati/Akbar Tanjung Habibie/ Gus Dur Habibie/Amien Rais Wiranto/Gus Dur Wiranto/Amien Rais Akbar Tanjung/Amien Rais Habibie/Megawati Megawati/Habibie Wiranto/Hamengkubuwono Habibie/Hamengkubuwono Jadi anda bisa lihat betapa bejadnya Koalisi ini sebenarnya. Permainan ala srimulat atau wayang wayangan ini memang cara cara jawa yang tidak perlu ditiru ( bargain bargain , tawar menawar dan silaturahmi kekuasaan ) Sayang sekali ketika kekuasan Suharto sang Kratonis jawa yang jatuh, yang akan antri di barisan reformasi juga manusia manusia keraton jawa yang tidak merakyat dan tidak punya watak. Tidak salah bila saya katakan bahwa apa yang didengungkan para reforman dan pro staus quo tentang koalisi adalah Prostitutes Manisfesto, kesepakatan pelacur,kebulatan tekat para tuna susila dalam ber politik yang menjijikan. Sayang sekali, kita sebagai rakyat setelah di gobloki ratusan tahun leh Belanda, Puluhan Tahun oleh Sukarno dan Suharto, sekali lagi nanti di pemilu akan menjadi objek politik, bukan sebagai subjek. Setelah di pikir pikir, Rasanya kita tidak perlu merayakan 17 Agustusan. Karena rasanya kok Indonesia memang tidak pernah merdeka... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Mar 1999 jam 10:10:55 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
