----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PERNYATAAN SIKAP

Kedaulatan rakyat tidak akan pernah terwujud selama ABRI masih ada di
DPR dan ikut dalam mengambil keputusan. ABRI yang semestinya mempunyai
peran sebagai kekuatan pertahanan negara ternyata telah menyelewengkan
perannya kepada sebuah kepentingan sosial-politik-ekonomi yang itu semua
jauh dari prinsip demokrasi.

Bila sebuah partai harus berjuang mendapatkan 600.000 suara untuk bisa
merebut satu suara,ABRI dengan seenaknya bisa memetik 38 kursi !ABRI
memang nggak usah repot-repot bikin partai, kampanye dan tetek bengek
lainnya. ABRI bisa begitu saja duduk dalam lembaga tersebut. Hal seperti
demikian ini jelas-jelas tidak sejalan dengan semangat reformasi total
yang terus akan kita perjuangkan.

Masih duduknya ABRI di jabatan-jabatan politik seperti di MPR/DPR itu
mengartikan bahwa ABRI masih ingin mengulang kesalahannya ! Keinginan
ABRI untuk duduk di MPR/DPR yang merupakan jabatan politik harus
secepatnya dihentikan ! ABRI dengan hak istimewa harus mudur dari
gelanggang politik Indonesia !  Hak istimewa ABRI harus dihapuskan dalam
waktu singkat, tidak ada golongan yang boleh dianak emaskan. Dalam
sistem Demokrasi yang menganut kedaulatan rakyat, ruang aspirasi politik
rakyat sipil harus dominan dan menjadi penentu, maka sangatlah tepat
apabila ABRI melepaskan jatah kursinya.

Kita harus menuntut dijalankannya pemilu yang LUBER dan JURDIL untuk
dapat dipilihnya wakil rakyat yang representatif dan diakui oleh rakyat
,karena pemilu hanya sebagai Formalitas semata bagi penguasa untuk dapat
memperpanjang kekuasaannya.

Selain itu UU POLITIK yang baru hanyalah sebuah hasil rekayasa dari
rezim Orde Baru yang masih tersisa,UU Politik tersebut sama sekali jauh
dari dari prinsip-prinsip Demokrasi.UU Politik yang baru jelas-jelas
sangat menguntungkan kelompok Status Quo,dimana masih memungkinkan
munculnya diskriminasi politik.Proses pelaksanaan Pemilu itu sendiri
masih didominasi oleh kelompok status quo. Maka dari itu, kami dari
Aliansi Aksi Rakyat Menggugat (ALARM) menuntut:

BUBARKAN ABRI DI MPR/DPR!
ADILI SOEHARTO DAN KRONI-KRONINYA!
LAKSANAKAN PEMILU DENGAN JURDIL DAN DEMOKRATIS!
BERSATU SEHATI MENUNTUT REFORMASI

Jakarta 1 Maret 1999

ALARM
Jl. Batu I Gg Arab Blok E. 9
Ph. (021) 794 8541

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Mar 1999 jam 09:19:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke