----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Monday 08 March 1999 16:10 UTC



** USUL TENTANG OTONOMI TIMOR TIMUR SELESAI BULAN DEPAN

** AMBON DILANDA KERUSUHAN LAGI

** MENTERI KEHAKIMAN JEPANG MENGUNDURKAN DIRI

** BIHAR TIDAK JADI DITEMPATKAN DI BAWAH PEMERINTAH PUSAT INDIA

** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH WIRANTO AKAN SEGERA DIGANTI?

** TOPIK FOKUS AWAL PEKAN: XANANA GUSMAO BERHARAP, TIMOR LORO SAE
MERDEKA TAHUN 2003




* USUL TENTANG OTONOMI TIMOR TIMUR SELESAI BULAN DEPAN
Bulan depan dijadwalkan Indonesia sudah akan selesai menyiapkan usulan
otonomi Timor Timur. Demikian diegaskan oleh Menteri Luar Negeri Ali
Alatas sebelum bertolak ke New York, untuk mengadakan pembicaraan dengan
sejawatnya dari Portugal, Jaime Gama. Semula Alatas diduga sudah akan
menyampaikan usul Indonesia pada pertemuan di New York ini. Pihak
Indonesia tidak menyetujui rencana pemimpin perlawanan Timor Timur
Xanana Gusmao untuk mengadakan referendum tentang kemerdekaan. Menteri
Luar Negeri Ali Alatas juga akan mengadakan pembicaraan dengan Sekjen
PBB, Kofi Annan.


* AMBON DILANDA KERUSUHAN LAGI
Di Ambon kembali terjadi kerusuhan yang menewaskan dua orang warga dan
mengakibatkan enam orang cedera. Di kota Ambon terjadi tiga ledakan bom,
sementara di desa Batu Gantung beberapa rumah penduduk dibakar. Akibat
kerusuhan antara muslim dan kristen ini, ribuan warga mengungsi dari
Ambon. Di Bandung, sebuah toko yang juga digunakan sebagai gereja
dibakar. Dan sebuah gereja lain beserta sebuah sekolah dilempari batu.
Sementara itu di Aceh, mahasiswa mengawali kampanye untuk mengadakan
referendum tentang hak untuk menentukan nasib sendiri. Tahun lalu DPR RI
memutuskan bahwa Aceh tidak boleh mengadakan referendum tentang itu.
Pada tahun tujuh puluhan Gerakan Aceh Merdeka mengawali perjuangan untuk
kemerdekaan kawasan.


* MENTERI KEHAKIMAN JEPANG MENGUNDURKAN DIRI
Menteri kehakiman Jepang Shozaburo Nakamura mengundurkan diri sehubungan
dengan berita-berita tentang penyalahgunaan kekuasaan. Nakamura sudah
lama disoroti, antara lain karena ia konon mengeluarkan perintah untuk
menyelidiki rencana pembangunan pusat rekreasi di sebuah lokasi tidak
jauh dari hotel miliknya. Namun, penyebab langsung pengunduran diri
Nakamura ini sebenarnya adalah kasus kunjungan bintang film Amerika
Arnold Schwarzenegger ke Jepang beberapa saat silam. Karena paspornya
hilang, aktor Amerika keturunan Austria tersebut minta izin masuk Jepang
tanpa memperlihatkan kartu jati diri. Namun surat permohonan
Schwarzenegger itu tidak digarap, malah disimpan oleh Nakamura sebagai
kenangan, karena ia penggemarnya.


* BIHAR TIDAK JADI DITEMPATKAN DI BAWAH PEMERINTAHAN PUSAT INDIA
Pemerintah India membatalkan keputusan untuk menempatkan negara bagian
Bihar langsung di bawah wewenang pemerintah pusat. Kabinet pimpinan
Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee bulan lalu memutuskan untuk
membubarkan pemerintahan negara bagian Bihar setelah terjadi kerusuhan
yang menewaskan puluhan warga. Keputusan pembatalan tersebut sudah
didukung oleh Majelis Rendah India, tetapi mungkin akan ditolak oleh
Majelis Tinggi. Kabinet Vajpayee tidak memiliki mayoritas di Majelis
Tinggi India.


* UCK AKAN TENTUKAN SIKAP TENTANG RENCANA PERDAMAIAN DI KOSOVO
Tentara Pembebasan Kosovo UCK hari ini mungkin akan menentukan sikap
mengenai rencana perdamaian sementara bagi Kosovo. Para pemimpin militer
semestinya sudah membahas masalah ini kemarin, tetapi perundingan itu
ditunda, tanpa diketahui alasannya. Rencana perdamaian pada prinsipnya
sudah disetujui oleh delegasi Albania pada perundingan di Rambouillet,
Perancis, bulan lalu. Sementara itu para diplomat internasional tetap
giat membujuk pihak-pihak yang bersengketa agar menerima rencana
perdamaian. Menteri Luar Negeri Jerman Joschka Fischer akan mengadakan
pembicaraan dengan Presiden Slobodan Milosevic di Beograd. Fischer
didampingi oleh Komisaris Luar Negeri Eropa Hans van den Broek. Utusan
Amerika untuk Kosovo, Christopher Hill, berada di Pristina untuk mencari
tahu sikap UCK.


* SEMUA WARGA SERBIA BOSNIA MUNDUR DARI BADAN-BADAN FEDERAL
Parlemen Serbia Bosnia meloloskan resolusi yang memerintahkan semua
warga Serbia Bosnia supaya mundur dari badan-badan pemerintahan federal
Bosnia. Imbauan itu muncul menyusul tindakan komisi arbitrase
internasional untuk menjadikan kota Brcko sebagai kawasan netral, jadi
bukan lagi sebagai kawasan milik Serbia Bosnia saja. Seusai rapat
darurat parlemen, Perdana Menteri demisioner Milorad Dodik mengatakan
bahwa ia mungkin tidak jadi mengundurkan diri. Jumat lalu Dodik
mengumumkan akan mengundurkan diri sehubungan dengan keputusan dunia
internasional tentang Brcko tadi. Parlemen Serbia Bosnia juga menolak
tindakan koordinator dunia internasional bagi Bosnia, Carlos Westendorp,
memecat presiden ultra nasionalis Nikola Poplasen tersebut. Poplasen
sendiri pernah menyatakan tidak akan menerima pemecatan tersebut.


* FRANCISCO  FLORES  MENANG DALAM PEMILU EL SALVADOR
Pemilihan presiden di El Salvador dimenangkan oleh calon dari ARENA yang
beraliran kanan, Francisco Flores. Menurut hasil penghitungan suara yang
pertama, Flores berhasil meraih lebih sedikit dari separo suara. Dengan
demikian putaran kedua pemilu bulan April tidak perlu diadakan lagi.
Yang jelas Flores sudah mengalahkan lawan utamanya, Facunda Guardado,
calon dari FMLN yang beraliran kiri. Presiden baru El Salvador akan
menggantikan Armando Carderon, yang masa jabatannya berakhir bulan Juni
nanti. Persentasi elektorat yang mencoblos, rendah, sekitar 30%. Semula
diduga persentase elektorat yang menggunakan hak suara sekitar 50%.


* WTO ADAKAN RAPAT DARURAT MEMBAHAS KONFLIK PISANG
Hari ini Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengadakan rapat darurat
untuk mencari penyelesaian mengenai apa yang disebut konflik pisang
antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa. Konflik ini bertambah parah
karena Amerika mengancam akan mengenakan cukai seratus persen terhadap
sejumlah komoditi Eropa. Dengan demikian Washington memprotes kebijakan
Uni Eropa yang menguntungkan ekspor pisang dari negara-negara bekas
jajahannya. Minggu lalu, WTO semestinya sudah mengeluarkan keputusan
tentang ancaman Amerika tersebut, tetapi ternyata memerlukan lebih waktu
banyak untuk mengambil keputusan.


* FARC BANTAH TERLIBAT MEMBUNUH WARGA AMERIKA
Pemberontak Kolombia FARC menyangkal total keterlibatan dalam kasus
pembunuhan tiga warga Amerika, yang jenazahnya ditemukan di Venezuela
baru-baru ini. Gerakan Marxistis ini malah menuduh milisi ekstrim kanan
bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Selain itu FARC juga akan
membicarakan masalah ini dengan presiden Kolombia, Andres Pastrana,
dalam waktu dekat ini. Presiden Pastrana memang sudah mengecam kasus
pembunuhan, tanpa menuduh pihak pemberontak, yang kini dengan alot
sedang mengadakan perundingan dengan pihak pemerintah. Pembunuhan tiga
warga Amerika itu memperburuk hubungan antara Amerika dan Kolombia.
Pemerintah Amerika menuntut agar Kolombia melacak pelaku pembunuhan dan
mengekstradisi mereka ke Amerika.


* BENARKAH WIRANTO AKAN SEGERA DIGANTI?
Intro: Berita-berita yang sedang beredar di Jakarta bahwa
Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto akan diganti dalam waktu dekat ini,
semakin santer saja. Sementara itu keamanan di Ambon belum sepenuhnya
pulih dan aksi-aksi demonstrasi mengecam kelambanan kalangan militer di
Maluku semakin marak. Laporan rekan Syahrir dari Jakarta:

Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah benarkah terdapat perwira ABRI
pro-status quo yang sengaja menciptakan suasana disintegrasi di
Indonesia sebagaimana dikatakan kalangan NU? Mungkinkah Wiranto dan
stafnya memang kurang berpengelaman menghadapi keadaan chaos seperti
sekarang yang disebabkan gejolak politik, kerusuhan, kemerosotan
ekonomi, dan munculnya bibit-bibit disintegrasi bangsa? 'Praktis sejak
menjabat Pangab, Jenderal Wiranto tidak pernah mendapat kesempatan untuk
menikmati posisinya sebagai orang nomor satu dalam Angkatan Bersenjata
karena perubahan situasi politik yang terus menerus bergejolak sejak
saat-saat sebelum Soeharto lengser', ujar seorang perwira.

Sementara itu, sejak kemarin tim 19 perwira tinggi asal Maluku yang
dikirim Wiranto ke Ambon sudah mulai bekerja. Namun, meski masyarakat
Ambon sudah jenuh dengan kekerasan dan pembunuhan, keamanan di Ambon
belum juga pulih. ABRI memperkirakan suasana law and order baru dapat
dimantapkan dalam satu bulan. Saat itu Gus Dur dan tim Ciganjur baru
bisa berangkat ke Ambon, kata mereka. Harian Suara Pembaruan kemarin
masih memberitakan bagaimana pasukan Kostrad berpihak pada warga Benteng
bawah dan bersama warga kampung itu menembaki warga Benteng atas
sehingga pasukan Marinir dan Brimob terpaksa datang untuk menengahi
sambil menembak-nembak ke atas.

Dari Bandung Selatan dilaporkan bagaimana sebuah gereja ruko dirusak dan
50 rumah toko serta satu sekolah dijarah. Yang membuat orang bertanya-
tanya ialah kehadiran sepasukan Brimob di sekitar gereja itu Minggu
pagi. Mereka berjaga-jaga sampai jam sembilan pagi. Lalu datang sebuah
truk sarat bermuatan batu. Polisi segera menghilang dan tiba-tiba datang
massa yang mengambil batu-batuan itu untuk melempari gereja. Seorang
pendeta di Bandung berpendapat, polisi tampaknya sudah mengetahui bahwa
gereja itu akan diserang. Maka tidaklah mengherankan jika masyarakat
Kristen maupun Islam kini mulai mencurigai pihak ABRI yang diduga
sengaja mau mengadudomba para penganut agama.

Tetapi para petinggi militer tetap membantah adanya niat seperti itu.
Menhamkam Pangab Jenderal Wiranto baru-baru ini menceriterakan
bagaimana, pada bulan Mei tahun lalu, ia sebenarnya punya kesempatan
untuk mengambil alih kekuasaan ketika Soeharto lengser, tetapi ia tidak
mau melakukannya. Seorang perwira tinggi lain juga mengemukakan bahwa
sebagian besar perwira senior Mabes ABRI sebenarnya ingin menerapkan
cara revolusioner a la Tien An Men untuk mengatasi kerusuhan-kerusuhan
tetapi Wiranto menentang keinginan itu. Padahal para perwira senior itu
sudah menunjuk bahwa RRC akhirnya dirangkul juga oleh Amerika meski
telah membantai para mahasiswa di Tien An Men. 'Jenderal Wiranto tetap
ingin melihat korban-korban ditekan seminimal mungkin', ujar seorang
perwira lain.


Maka bingunglah para pemimpin ABRI yang tiba-tiba secara terpaksa harus
menampung keruntuhan Orde Baru bersama Habibie yang juga merupakan
peninggalan Orde Baru. Mereka ternyata tidak sanggup. Dalam suasana
tidak otoriter lagi, ABRI masih tetap tidak sanggup membedakan antara
kepentingan negara dan kepentingan pemerintah. ABRI tetap tidak mampu
mengoreksi pemerintah. Seorang perwira komando dengan bangga menjelaskan
kepada seorang mantan Kassospol bahwa pasukan yang dipimpinnya itu
sekarang hanya taat pada pemerintah. Tetapi mantan Kassospol itu
menegornya dengan mengatakan bahwa pemerintah dipimpin oleh partai
mayoritas.

Maka jelas bahwa ABRI akan memperjuangkan kepentingan partai mayoritas
tersebut. Dan ini tidak selamanya sesuai dengan kepentingan bangsa dan
negara. Tetapi ini tentu tidak berarti bahwa ABRI melakukan suatu
operasi tertutup bagi kepentingan Habibie, yang makin jelas tetap ingin
mepertahankan kursinya dengan cara apapun.


* XANANA GUSMAO BERHARAP, TIMOR LORO SAE AKAN MERDEKA TAHUN 2003
INTRO: Pemimpin Dewan Perlawanan Timor Timur CNRT, Jose Alejandro
Gusmao, atau dalam nama perangnya, Kay Rala Xanana, mengharapkan Timor
Timur dapat memproklamasikan kemerdekaannya kira kira tahun 2003.
Demikian dikemukakannya dalam wawancara khusus melalui telpon dengan
Radio Nederland. Sebelumnya, perlu suatu periode transisi agar Timor
Timur dapat membuktikan mampu berdiri sendiri. Namun, demikian jelasnya,
setelah wakil wakil rakyat TimTim menolak otonomi, pertama-tama, perlu
perlucutan senjata semua pihak dan kedatangan polisi PBB.

Xanana juga menyerukan rekonsiliasi kepada semua pihak. Pertama-tama
Xanana menjelaskan usulannya untuk mengetahui pendapat rakyat Tim-Tim.
Usulan kompromi ini telah disampaikannya kepada PBB, dan Jumat pekan
lalu dijelaskannya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine
Albright, dan hari Selasa ini dan Rabu esok akan dibicarakan dalam
perundingan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Menteri Luar Negeri
Portugal dan wakil Sekjen PBB di New York. Berikut penjelasan Xanana
Gusmao:

Xanana Gusmao [XG]: Saya menyampaikan bahwa karena referendum pemerintah
Indonesia menolak, kami sedang mencari satu mekanis yang demokratis
untuk bisa menyetahui keinginan rakyat Timor Timur dan kami berharap
masyarakat internasional dan pemerintah Indonesia sendiri bisa menerima
pemilihan untuk satu dewan konsultatif bisa terjadi. Karena kalau One
Man One Vote itu referendum kan. Dan kita sedang mencari jalan keluar
tanpa memilih referendum.

Radio Nederland [RN]: Jadi berapa besar anggota dewan itu?

XG: Itu akan keluar dari keputusan antara tripartit kan.

RN: Jadi tripartit akan membicarakan usul anda untuk melakukan pemilihan
umum lalu memilih dewan? Kemudian dewan ini akan mengadakan voting
tentang otonomi?

XG: Itu secara teoretis kita bisa bilang bahwa mereka akan berdebat dan
akan mengambil satu keputusan apakah itu voting apakah itu
ya....mekanismenya nanti akan didiskusikan.

RN: Kapan ini harus terjadi menurut anda?

XG: Kalau kita lihat dari segi waktu, lebih baik itu setelah pemilu di
Indonesia.

RN: Lalu saudara Xanana Gusmao bagaimana ini keadaan di Timor Timur,
banyak sekali milisi-milisi bersenjata. Usul anda apa untuk
menyelesaikan soal kekerasan ini?

XG: Kita sedang berusaha keras untuk bicara dengan pihak-pihak lain,
supaya kita semua orang Timor Timur lebih memikirkan tentang perkara
kecil daripada di lapangan membuat rakyat kecil menderita. Kalau semua
orang Timor Timur menyadari bahwa lebih baik kita berdiskusi daripada
mengintimidasi orang dan membunuh orang. Saya kira tidak akan dapat
menyelesaikan masalah kekerasan di sana.

RN: Usul anda apa untuk menyelesaikan soal kekerasan ini?

XG: Menurut saya yang pertama harus dilakukan milisi-milisi itu harus
dibubarkan dengan kompromi dari pihak kami bahwa nggak akan ada balas
dendam terhadap mereka. Dan tahap kedua, dari PBB satu police force
harus ke sana segera...

RN: Kapan?

XG: Ya sesegera mungkin, kan itu semua tergantung pada pemilihan di
Indonesia. Kita nggak punya wewenang untuk mendikte pemerintah
Indonesia. Pemerintah Indonesia punya wewenang untuk menerima atau
menolak. Dan kalau saja, satu police force dari PBB ke sana, ide kita
itu supaya ada satu proses dan kemudian ada proses selanjutnya di mana
dari kedua pihak, kalau juga orang Timor Timur yang berada di ABRI
dengan para militer lain bisa melucuti senjata.

Dari kedua pihak itu juga police force itu dari PBB itu akan melatih,
akan mendidik satu organisasi polisi dari orang Timor timur untuk bisa
dikirim ke semua wilayah.

RN: Sebelum polisi PBB itu datang apakah anda bermaksud bertemu dengan
Pangab Jenderal Wiranto untuk mengadakan gencatan senjata?

XG: Saya kira lebih baik di depan satu body netral, kalau nggak kan
hanya mereka berdua, lalu bagaimana kita bisa membuktikan bahwa satu
nggak melarang (yang lain, Red.)

RN: Ya, tapi berarti polisi PBB harus mengundang juga pimpinan ABRI dan
pimpinan FALINTIL, yaitu, Anda, dan pihak-pihak yang pro integrasi harus
bertemu bukan di bawah pengawasan PBB?

XN: Iya, saya kira begitu. Saya kira begitu dan dari pihak ABRI ya,
perwira-perwira tinggi bisa juga menjadi bagian dari expertise itu atau
kontingen kecil-kecil untuk bisa membantu polisi perdamaian, polisi-
polisi itu. Nggak tertutup kemungkinan keterlibatannya personil ABRI
gitu.

RN: Apakah anda juga bermaksud bertemu dengan pejabat tinggi ABRI dalam
waktu dekat?

XN: Kita kan narapidana kan, kalau bapak-bapak yang terhormat memikirkan
tentang kesediaan rekonsiliasi ya, (kita bisa, Red.) diterima gitu.

RN: Saudara Xanana Gusmao bangsa Timor Timur menghadapi problim yang
sulit, dalam periode pendek harus menyiapkan suatu kemerdekaan. Ini
problimnya banyak sekali. Bagaimana anda akan membangun suatu
rekonsiliasi pada periode transisi ini. Apa yang anda lakukan kalau anda
diperbolehkan menuju Timor Timur?

XN: Saya kira sampai waktu kemerdekaan yang masih agak lama sedikit,
kita sedang berusaha kan menurut saya kalau semua orang Timor Timur bisa
menyadari bahwa nggak akan ada solusi apapun tanpa kami berkonsiliasi,
tanpa kami menghapus saling mencurigai itu atau feeling-feeling balas
dendam. Itu tahap pertama untuk kami bisa melanjutkan ke periode
konsultasi itu.

Oleh karena itu inilah tantangan-tantangan besar untuk kami orang Timor
Timur, atau masih mau perang di mana bukan kami yang bisa bilang atau
bisa dipanggil elit-elit politik ini, yang menderita, (melainkan, Red.)
rakyat kecil. Kalau kami menyadari bahwa cukup sudah perang di Timor
Timur dan kami bisa saling menemui dan saling mendiskusikan tentang
masalah opsi ini, saya kira untuk langkah selanjutnya nggak akan terjadi
masalah konflik-konflik yang kita sudah mengalami.

RN: Anda cukup optimis?

XN: Saya optimis, karena saya percaya bahwa lama atau tidak semua orang
menyadari bahwa perang itu bukan satu permainan bola di mana hari ini
kalah, besok bisa menang tapi jiwa orang jiwa manusia yang sedang
dipertarungkan.

RN: Jadi kapan Timor Timur merdeka menurut harapan anda?

XN: Menurut harapan dan keinginan, saya setelah Timor Timur menolak opsi
otonomi, di bawah naungan PBB dan dengan bantuan dari masyarakat
internasional kami ya bisa menjalani dua tiga empat tahun, (paling,
Red.) lama lima tahun, saya kira kami akan membuktikan bahwa kami bisa
selama dua tiga empat tahun itu bisa mulai berdiri di atas kaki sendiri.

RN: Di dalam Timor Timur yang merdeka nanti bagaimana nasib para
pendatang Indonesia menurut anda?

XN: Kami punya pendapat begini. Ada tiga level orang Indonesia di sana.
Ada umpamanya orang luar negeri itu kan orang luar negri Indonesia dan
Indonesia nanti akan melihat bagaimana nasib mereka kan, karena itu
orang luar negeri Indonesia. Kalau (bagi, Red.) pendatang, kemerdekaan
kami itu bukan satu kemerdekaan tertutup, kami tahu bahwa Indonesia
tetangga yang paling dekat dan paling bergabung dengan kami. Kami akan
membuka pintu untuk semua orang. Sekarang juga ada eksodus, tetapi saya
kira eksodus yang direkayasa sedikit oleh orang-orang yang mau membuat
suasana di sana dilihat seperti sudah chaotik.

Kami sedang berusaha untuk bilang kepada semua orang Indonesia yang di
sana bahwa dari kami, kami sudah comitted tidak akan usir siapa saja.
Kami akan assure mereka. Hanya satu soal sensitivity yang kami harus
terus terang. Itu bukan lagi masalah kita tidak mau murah hati, tapi
kita harus terus terang, tentang transmigran. Itu kan rencana
pemerintah.

Menteri (Transmigrasi, Red.) Hendro Priyono pun sudah bilang bahwa kalau
merdeka nanti menteri yang akan melihat bagaimana rencana kelompok-
kelompok yang sudah dibawa ke sana itu dikembalikan. Kami terus terang
bahwa itu satu masalah sensitif sekali karena masalah tanah, masalah itu
semua kan?

RN:   Ya,  jadi  menurut  anda  mereka  harus  kembali  ke  Indonesia?

XN: Ya (sesuai, Red.) dengan rencana pemerintah untuk mereka kembali.
Kami nggak akan usir siapapun, nggak menyangsang mereka, nggak akan
berbuat apa-apa terhadap mereka.

RN: Saudara Xanana Gusmao Timor Timur sekarang dalam keadaan gawat dalam
keadaan menghadapi tantangan, apakah anda mempunyai pesan bagi rakyat
anda, bagi bangsa Timor Timur?

XN: Ya terima kasih banyak. (Xanana lalu berbicara dalam bahasa Tetum)

RN: Jadi bagaimana dalam bahasa Indonesianya secara singkat?

XN: Secara singkat saya meminta kepada rakyat Timor Loro Sae untuk
mengendalikan diri, untuk jangan terpancing provokasi macam-macam dan
untuk mengerti bahwa sekarang ini kita di depan kita ada banyak
kesulitan, banyak tantangan dan oleh karena itu kita semua harus
memikirkan bahwa adalah tanggungjawab kita untuk bisa mencari teman-
teman lain, kawan-kawan lain saudara-saudara lain untuk mulai bisa.

Ya untuk mendapat suatu persepsi yang lebih mulia terhadap situasi. Dan
saya juga menghimbau, meminta, memohon kepada semua orang Timor timur
yang pro integrasi bahwa sudah saatnya untuk kami bisa memikirkan
tentang kepentingan rakyat kecil dan kami yang bisa dibilang elit
politik lebih bertanggungjawab dan bisa lebih menerima prinsip
demokratis bahwa dari kami, kami akan menghormati keinginan mereka dan
itu juga yang kami meminta mereka menghormati keinginan kami, tetapi
kami bisa duduk bersama untuk melihat bagaimana (supaya) nggak terjadi
lagi penderitaan pada rakyat.

RN: Ya terima kasih saudara Xanana Gusmao. A luta continua ya!

XN: A luta continua. Patria ou morte. Obrigado!


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Mar 1999 jam 17:17:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke