---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Monday 08 March 1999 16:10 UTC ** USUL TENTANG OTONOMI TIMOR TIMUR SELESAI BULAN DEPAN ** AMBON DILANDA KERUSUHAN LAGI ** MENTERI KEHAKIMAN JEPANG MENGUNDURKAN DIRI ** BIHAR TIDAK JADI DITEMPATKAN DI BAWAH PEMERINTAH PUSAT INDIA ** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH WIRANTO AKAN SEGERA DIGANTI? ** TOPIK FOKUS AWAL PEKAN: XANANA GUSMAO BERHARAP, TIMOR LORO SAE MERDEKA TAHUN 2003 * USUL TENTANG OTONOMI TIMOR TIMUR SELESAI BULAN DEPAN Bulan depan dijadwalkan Indonesia sudah akan selesai menyiapkan usulan otonomi Timor Timur. Demikian diegaskan oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas sebelum bertolak ke New York, untuk mengadakan pembicaraan dengan sejawatnya dari Portugal, Jaime Gama. Semula Alatas diduga sudah akan menyampaikan usul Indonesia pada pertemuan di New York ini. Pihak Indonesia tidak menyetujui rencana pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao untuk mengadakan referendum tentang kemerdekaan. Menteri Luar Negeri Ali Alatas juga akan mengadakan pembicaraan dengan Sekjen PBB, Kofi Annan. * AMBON DILANDA KERUSUHAN LAGI Di Ambon kembali terjadi kerusuhan yang menewaskan dua orang warga dan mengakibatkan enam orang cedera. Di kota Ambon terjadi tiga ledakan bom, sementara di desa Batu Gantung beberapa rumah penduduk dibakar. Akibat kerusuhan antara muslim dan kristen ini, ribuan warga mengungsi dari Ambon. Di Bandung, sebuah toko yang juga digunakan sebagai gereja dibakar. Dan sebuah gereja lain beserta sebuah sekolah dilempari batu. Sementara itu di Aceh, mahasiswa mengawali kampanye untuk mengadakan referendum tentang hak untuk menentukan nasib sendiri. Tahun lalu DPR RI memutuskan bahwa Aceh tidak boleh mengadakan referendum tentang itu. Pada tahun tujuh puluhan Gerakan Aceh Merdeka mengawali perjuangan untuk kemerdekaan kawasan. * MENTERI KEHAKIMAN JEPANG MENGUNDURKAN DIRI Menteri kehakiman Jepang Shozaburo Nakamura mengundurkan diri sehubungan dengan berita-berita tentang penyalahgunaan kekuasaan. Nakamura sudah lama disoroti, antara lain karena ia konon mengeluarkan perintah untuk menyelidiki rencana pembangunan pusat rekreasi di sebuah lokasi tidak jauh dari hotel miliknya. Namun, penyebab langsung pengunduran diri Nakamura ini sebenarnya adalah kasus kunjungan bintang film Amerika Arnold Schwarzenegger ke Jepang beberapa saat silam. Karena paspornya hilang, aktor Amerika keturunan Austria tersebut minta izin masuk Jepang tanpa memperlihatkan kartu jati diri. Namun surat permohonan Schwarzenegger itu tidak digarap, malah disimpan oleh Nakamura sebagai kenangan, karena ia penggemarnya. * BIHAR TIDAK JADI DITEMPATKAN DI BAWAH PEMERINTAHAN PUSAT INDIA Pemerintah India membatalkan keputusan untuk menempatkan negara bagian Bihar langsung di bawah wewenang pemerintah pusat. Kabinet pimpinan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee bulan lalu memutuskan untuk membubarkan pemerintahan negara bagian Bihar setelah terjadi kerusuhan yang menewaskan puluhan warga. Keputusan pembatalan tersebut sudah didukung oleh Majelis Rendah India, tetapi mungkin akan ditolak oleh Majelis Tinggi. Kabinet Vajpayee tidak memiliki mayoritas di Majelis Tinggi India. * UCK AKAN TENTUKAN SIKAP TENTANG RENCANA PERDAMAIAN DI KOSOVO Tentara Pembebasan Kosovo UCK hari ini mungkin akan menentukan sikap mengenai rencana perdamaian sementara bagi Kosovo. Para pemimpin militer semestinya sudah membahas masalah ini kemarin, tetapi perundingan itu ditunda, tanpa diketahui alasannya. Rencana perdamaian pada prinsipnya sudah disetujui oleh delegasi Albania pada perundingan di Rambouillet, Perancis, bulan lalu. Sementara itu para diplomat internasional tetap giat membujuk pihak-pihak yang bersengketa agar menerima rencana perdamaian. Menteri Luar Negeri Jerman Joschka Fischer akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Slobodan Milosevic di Beograd. Fischer didampingi oleh Komisaris Luar Negeri Eropa Hans van den Broek. Utusan Amerika untuk Kosovo, Christopher Hill, berada di Pristina untuk mencari tahu sikap UCK. * SEMUA WARGA SERBIA BOSNIA MUNDUR DARI BADAN-BADAN FEDERAL Parlemen Serbia Bosnia meloloskan resolusi yang memerintahkan semua warga Serbia Bosnia supaya mundur dari badan-badan pemerintahan federal Bosnia. Imbauan itu muncul menyusul tindakan komisi arbitrase internasional untuk menjadikan kota Brcko sebagai kawasan netral, jadi bukan lagi sebagai kawasan milik Serbia Bosnia saja. Seusai rapat darurat parlemen, Perdana Menteri demisioner Milorad Dodik mengatakan bahwa ia mungkin tidak jadi mengundurkan diri. Jumat lalu Dodik mengumumkan akan mengundurkan diri sehubungan dengan keputusan dunia internasional tentang Brcko tadi. Parlemen Serbia Bosnia juga menolak tindakan koordinator dunia internasional bagi Bosnia, Carlos Westendorp, memecat presiden ultra nasionalis Nikola Poplasen tersebut. Poplasen sendiri pernah menyatakan tidak akan menerima pemecatan tersebut. * FRANCISCO FLORES MENANG DALAM PEMILU EL SALVADOR Pemilihan presiden di El Salvador dimenangkan oleh calon dari ARENA yang beraliran kanan, Francisco Flores. Menurut hasil penghitungan suara yang pertama, Flores berhasil meraih lebih sedikit dari separo suara. Dengan demikian putaran kedua pemilu bulan April tidak perlu diadakan lagi. Yang jelas Flores sudah mengalahkan lawan utamanya, Facunda Guardado, calon dari FMLN yang beraliran kiri. Presiden baru El Salvador akan menggantikan Armando Carderon, yang masa jabatannya berakhir bulan Juni nanti. Persentasi elektorat yang mencoblos, rendah, sekitar 30%. Semula diduga persentase elektorat yang menggunakan hak suara sekitar 50%. * WTO ADAKAN RAPAT DARURAT MEMBAHAS KONFLIK PISANG Hari ini Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengadakan rapat darurat untuk mencari penyelesaian mengenai apa yang disebut konflik pisang antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa. Konflik ini bertambah parah karena Amerika mengancam akan mengenakan cukai seratus persen terhadap sejumlah komoditi Eropa. Dengan demikian Washington memprotes kebijakan Uni Eropa yang menguntungkan ekspor pisang dari negara-negara bekas jajahannya. Minggu lalu, WTO semestinya sudah mengeluarkan keputusan tentang ancaman Amerika tersebut, tetapi ternyata memerlukan lebih waktu banyak untuk mengambil keputusan. * FARC BANTAH TERLIBAT MEMBUNUH WARGA AMERIKA Pemberontak Kolombia FARC menyangkal total keterlibatan dalam kasus pembunuhan tiga warga Amerika, yang jenazahnya ditemukan di Venezuela baru-baru ini. Gerakan Marxistis ini malah menuduh milisi ekstrim kanan bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Selain itu FARC juga akan membicarakan masalah ini dengan presiden Kolombia, Andres Pastrana, dalam waktu dekat ini. Presiden Pastrana memang sudah mengecam kasus pembunuhan, tanpa menuduh pihak pemberontak, yang kini dengan alot sedang mengadakan perundingan dengan pihak pemerintah. Pembunuhan tiga warga Amerika itu memperburuk hubungan antara Amerika dan Kolombia. Pemerintah Amerika menuntut agar Kolombia melacak pelaku pembunuhan dan mengekstradisi mereka ke Amerika. * BENARKAH WIRANTO AKAN SEGERA DIGANTI? Intro: Berita-berita yang sedang beredar di Jakarta bahwa Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto akan diganti dalam waktu dekat ini, semakin santer saja. Sementara itu keamanan di Ambon belum sepenuhnya pulih dan aksi-aksi demonstrasi mengecam kelambanan kalangan militer di Maluku semakin marak. Laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah benarkah terdapat perwira ABRI pro-status quo yang sengaja menciptakan suasana disintegrasi di Indonesia sebagaimana dikatakan kalangan NU? Mungkinkah Wiranto dan stafnya memang kurang berpengelaman menghadapi keadaan chaos seperti sekarang yang disebabkan gejolak politik, kerusuhan, kemerosotan ekonomi, dan munculnya bibit-bibit disintegrasi bangsa? 'Praktis sejak menjabat Pangab, Jenderal Wiranto tidak pernah mendapat kesempatan untuk menikmati posisinya sebagai orang nomor satu dalam Angkatan Bersenjata karena perubahan situasi politik yang terus menerus bergejolak sejak saat-saat sebelum Soeharto lengser', ujar seorang perwira. Sementara itu, sejak kemarin tim 19 perwira tinggi asal Maluku yang dikirim Wiranto ke Ambon sudah mulai bekerja. Namun, meski masyarakat Ambon sudah jenuh dengan kekerasan dan pembunuhan, keamanan di Ambon belum juga pulih. ABRI memperkirakan suasana law and order baru dapat dimantapkan dalam satu bulan. Saat itu Gus Dur dan tim Ciganjur baru bisa berangkat ke Ambon, kata mereka. Harian Suara Pembaruan kemarin masih memberitakan bagaimana pasukan Kostrad berpihak pada warga Benteng bawah dan bersama warga kampung itu menembaki warga Benteng atas sehingga pasukan Marinir dan Brimob terpaksa datang untuk menengahi sambil menembak-nembak ke atas. Dari Bandung Selatan dilaporkan bagaimana sebuah gereja ruko dirusak dan 50 rumah toko serta satu sekolah dijarah. Yang membuat orang bertanya- tanya ialah kehadiran sepasukan Brimob di sekitar gereja itu Minggu pagi. Mereka berjaga-jaga sampai jam sembilan pagi. Lalu datang sebuah truk sarat bermuatan batu. Polisi segera menghilang dan tiba-tiba datang massa yang mengambil batu-batuan itu untuk melempari gereja. Seorang pendeta di Bandung berpendapat, polisi tampaknya sudah mengetahui bahwa gereja itu akan diserang. Maka tidaklah mengherankan jika masyarakat Kristen maupun Islam kini mulai mencurigai pihak ABRI yang diduga sengaja mau mengadudomba para penganut agama. Tetapi para petinggi militer tetap membantah adanya niat seperti itu. Menhamkam Pangab Jenderal Wiranto baru-baru ini menceriterakan bagaimana, pada bulan Mei tahun lalu, ia sebenarnya punya kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan ketika Soeharto lengser, tetapi ia tidak mau melakukannya. Seorang perwira tinggi lain juga mengemukakan bahwa sebagian besar perwira senior Mabes ABRI sebenarnya ingin menerapkan cara revolusioner a la Tien An Men untuk mengatasi kerusuhan-kerusuhan tetapi Wiranto menentang keinginan itu. Padahal para perwira senior itu sudah menunjuk bahwa RRC akhirnya dirangkul juga oleh Amerika meski telah membantai para mahasiswa di Tien An Men. 'Jenderal Wiranto tetap ingin melihat korban-korban ditekan seminimal mungkin', ujar seorang perwira lain. Maka bingunglah para pemimpin ABRI yang tiba-tiba secara terpaksa harus menampung keruntuhan Orde Baru bersama Habibie yang juga merupakan peninggalan Orde Baru. Mereka ternyata tidak sanggup. Dalam suasana tidak otoriter lagi, ABRI masih tetap tidak sanggup membedakan antara kepentingan negara dan kepentingan pemerintah. ABRI tetap tidak mampu mengoreksi pemerintah. Seorang perwira komando dengan bangga menjelaskan kepada seorang mantan Kassospol bahwa pasukan yang dipimpinnya itu sekarang hanya taat pada pemerintah. Tetapi mantan Kassospol itu menegornya dengan mengatakan bahwa pemerintah dipimpin oleh partai mayoritas. Maka jelas bahwa ABRI akan memperjuangkan kepentingan partai mayoritas tersebut. Dan ini tidak selamanya sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara. Tetapi ini tentu tidak berarti bahwa ABRI melakukan suatu operasi tertutup bagi kepentingan Habibie, yang makin jelas tetap ingin mepertahankan kursinya dengan cara apapun. * XANANA GUSMAO BERHARAP, TIMOR LORO SAE AKAN MERDEKA TAHUN 2003 INTRO: Pemimpin Dewan Perlawanan Timor Timur CNRT, Jose Alejandro Gusmao, atau dalam nama perangnya, Kay Rala Xanana, mengharapkan Timor Timur dapat memproklamasikan kemerdekaannya kira kira tahun 2003. Demikian dikemukakannya dalam wawancara khusus melalui telpon dengan Radio Nederland. Sebelumnya, perlu suatu periode transisi agar Timor Timur dapat membuktikan mampu berdiri sendiri. Namun, demikian jelasnya, setelah wakil wakil rakyat TimTim menolak otonomi, pertama-tama, perlu perlucutan senjata semua pihak dan kedatangan polisi PBB. Xanana juga menyerukan rekonsiliasi kepada semua pihak. Pertama-tama Xanana menjelaskan usulannya untuk mengetahui pendapat rakyat Tim-Tim. Usulan kompromi ini telah disampaikannya kepada PBB, dan Jumat pekan lalu dijelaskannya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright, dan hari Selasa ini dan Rabu esok akan dibicarakan dalam perundingan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Menteri Luar Negeri Portugal dan wakil Sekjen PBB di New York. Berikut penjelasan Xanana Gusmao: Xanana Gusmao [XG]: Saya menyampaikan bahwa karena referendum pemerintah Indonesia menolak, kami sedang mencari satu mekanis yang demokratis untuk bisa menyetahui keinginan rakyat Timor Timur dan kami berharap masyarakat internasional dan pemerintah Indonesia sendiri bisa menerima pemilihan untuk satu dewan konsultatif bisa terjadi. Karena kalau One Man One Vote itu referendum kan. Dan kita sedang mencari jalan keluar tanpa memilih referendum. Radio Nederland [RN]: Jadi berapa besar anggota dewan itu? XG: Itu akan keluar dari keputusan antara tripartit kan. RN: Jadi tripartit akan membicarakan usul anda untuk melakukan pemilihan umum lalu memilih dewan? Kemudian dewan ini akan mengadakan voting tentang otonomi? XG: Itu secara teoretis kita bisa bilang bahwa mereka akan berdebat dan akan mengambil satu keputusan apakah itu voting apakah itu ya....mekanismenya nanti akan didiskusikan. RN: Kapan ini harus terjadi menurut anda? XG: Kalau kita lihat dari segi waktu, lebih baik itu setelah pemilu di Indonesia. RN: Lalu saudara Xanana Gusmao bagaimana ini keadaan di Timor Timur, banyak sekali milisi-milisi bersenjata. Usul anda apa untuk menyelesaikan soal kekerasan ini? XG: Kita sedang berusaha keras untuk bicara dengan pihak-pihak lain, supaya kita semua orang Timor Timur lebih memikirkan tentang perkara kecil daripada di lapangan membuat rakyat kecil menderita. Kalau semua orang Timor Timur menyadari bahwa lebih baik kita berdiskusi daripada mengintimidasi orang dan membunuh orang. Saya kira tidak akan dapat menyelesaikan masalah kekerasan di sana. RN: Usul anda apa untuk menyelesaikan soal kekerasan ini? XG: Menurut saya yang pertama harus dilakukan milisi-milisi itu harus dibubarkan dengan kompromi dari pihak kami bahwa nggak akan ada balas dendam terhadap mereka. Dan tahap kedua, dari PBB satu police force harus ke sana segera... RN: Kapan? XG: Ya sesegera mungkin, kan itu semua tergantung pada pemilihan di Indonesia. Kita nggak punya wewenang untuk mendikte pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia punya wewenang untuk menerima atau menolak. Dan kalau saja, satu police force dari PBB ke sana, ide kita itu supaya ada satu proses dan kemudian ada proses selanjutnya di mana dari kedua pihak, kalau juga orang Timor Timur yang berada di ABRI dengan para militer lain bisa melucuti senjata. Dari kedua pihak itu juga police force itu dari PBB itu akan melatih, akan mendidik satu organisasi polisi dari orang Timor timur untuk bisa dikirim ke semua wilayah. RN: Sebelum polisi PBB itu datang apakah anda bermaksud bertemu dengan Pangab Jenderal Wiranto untuk mengadakan gencatan senjata? XG: Saya kira lebih baik di depan satu body netral, kalau nggak kan hanya mereka berdua, lalu bagaimana kita bisa membuktikan bahwa satu nggak melarang (yang lain, Red.) RN: Ya, tapi berarti polisi PBB harus mengundang juga pimpinan ABRI dan pimpinan FALINTIL, yaitu, Anda, dan pihak-pihak yang pro integrasi harus bertemu bukan di bawah pengawasan PBB? XN: Iya, saya kira begitu. Saya kira begitu dan dari pihak ABRI ya, perwira-perwira tinggi bisa juga menjadi bagian dari expertise itu atau kontingen kecil-kecil untuk bisa membantu polisi perdamaian, polisi- polisi itu. Nggak tertutup kemungkinan keterlibatannya personil ABRI gitu. RN: Apakah anda juga bermaksud bertemu dengan pejabat tinggi ABRI dalam waktu dekat? XN: Kita kan narapidana kan, kalau bapak-bapak yang terhormat memikirkan tentang kesediaan rekonsiliasi ya, (kita bisa, Red.) diterima gitu. RN: Saudara Xanana Gusmao bangsa Timor Timur menghadapi problim yang sulit, dalam periode pendek harus menyiapkan suatu kemerdekaan. Ini problimnya banyak sekali. Bagaimana anda akan membangun suatu rekonsiliasi pada periode transisi ini. Apa yang anda lakukan kalau anda diperbolehkan menuju Timor Timur? XN: Saya kira sampai waktu kemerdekaan yang masih agak lama sedikit, kita sedang berusaha kan menurut saya kalau semua orang Timor Timur bisa menyadari bahwa nggak akan ada solusi apapun tanpa kami berkonsiliasi, tanpa kami menghapus saling mencurigai itu atau feeling-feeling balas dendam. Itu tahap pertama untuk kami bisa melanjutkan ke periode konsultasi itu. Oleh karena itu inilah tantangan-tantangan besar untuk kami orang Timor Timur, atau masih mau perang di mana bukan kami yang bisa bilang atau bisa dipanggil elit-elit politik ini, yang menderita, (melainkan, Red.) rakyat kecil. Kalau kami menyadari bahwa cukup sudah perang di Timor Timur dan kami bisa saling menemui dan saling mendiskusikan tentang masalah opsi ini, saya kira untuk langkah selanjutnya nggak akan terjadi masalah konflik-konflik yang kita sudah mengalami. RN: Anda cukup optimis? XN: Saya optimis, karena saya percaya bahwa lama atau tidak semua orang menyadari bahwa perang itu bukan satu permainan bola di mana hari ini kalah, besok bisa menang tapi jiwa orang jiwa manusia yang sedang dipertarungkan. RN: Jadi kapan Timor Timur merdeka menurut harapan anda? XN: Menurut harapan dan keinginan, saya setelah Timor Timur menolak opsi otonomi, di bawah naungan PBB dan dengan bantuan dari masyarakat internasional kami ya bisa menjalani dua tiga empat tahun, (paling, Red.) lama lima tahun, saya kira kami akan membuktikan bahwa kami bisa selama dua tiga empat tahun itu bisa mulai berdiri di atas kaki sendiri. RN: Di dalam Timor Timur yang merdeka nanti bagaimana nasib para pendatang Indonesia menurut anda? XN: Kami punya pendapat begini. Ada tiga level orang Indonesia di sana. Ada umpamanya orang luar negeri itu kan orang luar negri Indonesia dan Indonesia nanti akan melihat bagaimana nasib mereka kan, karena itu orang luar negeri Indonesia. Kalau (bagi, Red.) pendatang, kemerdekaan kami itu bukan satu kemerdekaan tertutup, kami tahu bahwa Indonesia tetangga yang paling dekat dan paling bergabung dengan kami. Kami akan membuka pintu untuk semua orang. Sekarang juga ada eksodus, tetapi saya kira eksodus yang direkayasa sedikit oleh orang-orang yang mau membuat suasana di sana dilihat seperti sudah chaotik. Kami sedang berusaha untuk bilang kepada semua orang Indonesia yang di sana bahwa dari kami, kami sudah comitted tidak akan usir siapa saja. Kami akan assure mereka. Hanya satu soal sensitivity yang kami harus terus terang. Itu bukan lagi masalah kita tidak mau murah hati, tapi kita harus terus terang, tentang transmigran. Itu kan rencana pemerintah. Menteri (Transmigrasi, Red.) Hendro Priyono pun sudah bilang bahwa kalau merdeka nanti menteri yang akan melihat bagaimana rencana kelompok- kelompok yang sudah dibawa ke sana itu dikembalikan. Kami terus terang bahwa itu satu masalah sensitif sekali karena masalah tanah, masalah itu semua kan? RN: Ya, jadi menurut anda mereka harus kembali ke Indonesia? XN: Ya (sesuai, Red.) dengan rencana pemerintah untuk mereka kembali. Kami nggak akan usir siapapun, nggak menyangsang mereka, nggak akan berbuat apa-apa terhadap mereka. RN: Saudara Xanana Gusmao Timor Timur sekarang dalam keadaan gawat dalam keadaan menghadapi tantangan, apakah anda mempunyai pesan bagi rakyat anda, bagi bangsa Timor Timur? XN: Ya terima kasih banyak. (Xanana lalu berbicara dalam bahasa Tetum) RN: Jadi bagaimana dalam bahasa Indonesianya secara singkat? XN: Secara singkat saya meminta kepada rakyat Timor Loro Sae untuk mengendalikan diri, untuk jangan terpancing provokasi macam-macam dan untuk mengerti bahwa sekarang ini kita di depan kita ada banyak kesulitan, banyak tantangan dan oleh karena itu kita semua harus memikirkan bahwa adalah tanggungjawab kita untuk bisa mencari teman- teman lain, kawan-kawan lain saudara-saudara lain untuk mulai bisa. Ya untuk mendapat suatu persepsi yang lebih mulia terhadap situasi. Dan saya juga menghimbau, meminta, memohon kepada semua orang Timor timur yang pro integrasi bahwa sudah saatnya untuk kami bisa memikirkan tentang kepentingan rakyat kecil dan kami yang bisa dibilang elit politik lebih bertanggungjawab dan bisa lebih menerima prinsip demokratis bahwa dari kami, kami akan menghormati keinginan mereka dan itu juga yang kami meminta mereka menghormati keinginan kami, tetapi kami bisa duduk bersama untuk melihat bagaimana (supaya) nggak terjadi lagi penderitaan pada rakyat. RN: Ya terima kasih saudara Xanana Gusmao. A luta continua ya! XN: A luta continua. Patria ou morte. Obrigado! ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Mar 1999 jam 17:17:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
