---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk AHMAD SUMARGONO POJOKKAN HABIBIE DAN BELA ABRI JAKARTA (SiaR, 9/3/99), Ketua Pelaksana Harian Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) terus memojokkan Presiden BJ Habibie dengan berbagai pernyataannya di berbagai media massa. Seusai long-march sekitar 5.000 massa KISDI dan HAMMAS, Minggu (7/3) kemarin, Ahmad Sumargono menuding Presiden BJ Habibie sebagai tak serius dalam menyelesaikan kasus Ambon. Seakan tak puas dengan berbagai serangannya itu, Sumargono kembali menyerang Habibie melalui Kompas, Selasa (9/3) ini atas kebijakan pemerintah menyangkut Timor Timur dan Xanana Gusmao, serta PRD dan Budiman Sudjatmiko, serta sepak terjang LSM-LSM. Perlakuan Habibie terhadap Xanana Gusmao, menurut Sumargono, menyebabkan tokoh Fretelin tersebut menjadi seperti pahlawan. "Tapi yang lebih menyakitkan, Habibie menghidupkan PRD yang marxis itu�," katanya . Seperti ditulis SiaR beberapa waktu lalu, "kongsi" Habibie- KISDI memang telah pecah sehubungan tudingan Habibie terhadap tindakan Prabowo ketika pasukannya menempati posisi-posisi strategis di sekitar kediaman Habibie sesaat setelah Soeharto lengser pada Mei 1998 lalu. Meski banyak mencela Habibie, PRD, dan gerakan kemerdekaan Timor Timur, tapi kebalikannya Sumargono alias Gogon ini dikenal konsisten atas sikapnya untuk tak peduli terhadap kebrutalan militer di berbagai wilayah di tanah air. Gogon menganggap LSM-LSM yang selama ini menyoroti perilaku ABRI Sebagai melanggar HAM, dianggap sebagai "biang keladi" yang menyebabkan ABRI saat ini menjadi ragu-ragu dalam menyelesaikan berbagai kerusuhan di tanah air, termasuk juga dalam kerusuhan Ambon. Dalam demonstrasi Minggu (7/3) kemarin itu, beberapa spanduk secara jelas mensejajarkan atau mensetarakan kasus-kasus DOM di Aceh, Timor Timur dan Irian, atau kasus semacam Lampung dan Tanjung Priok, dengan kasus-kasus kerusuhan di Ketapang, serta Ambon. Seorang pengamat politik UI yang enggan disebutkan namanya, menyatakan KISDI sengaja menciptakan distorsi informasi seolah-olah ada konflik horisontal antar agama dalam berbagai kasus-kasus itu, padahal persoalan sebenarnya adalah tidak demikian. "Lihat konteksnya. Di Aceh, Timor Timur, Irian, Lampung, dan Tanjung Priok, itu jelas pembantaian militer terhadap warga sipil. Demikian pula kerusuhan-kerusuhan itu, teori yang berkembang adalah sebagai bagian dari upaya pihak-pihak pendukung status quo untuk tetap berkuasa. Tapi sentimen agama dijadikan alat mereka untuk menciptakan kerusuhan-kerusuhan tersebut," katanya. Seperti dalam catatan SiaR, KISDI nyaris tak pernah mendemo ABRI dalam kasus-kasus kekerasan militer terhadap warga sipil. Sebaliknya dengan mudah, KISDI selalu menghubung-hubungkan berbagai kerusuhan yang ada sebagai konflik antara agama Islam dan Kristen. Ahmad Sumargono memang dikenal dekat dan memiliki jalur khusus dengan Prabowo Subianto. Menurut seorang sumber SiaR di kalangan ormas Islam, Sumargono secara teratur menerima imbalan materi dari mantu Pak Harto itu untuk berbagai kegiatannya yang selalu menjuruskan negara dalam pertentangan antar agama. "Ironinya. Ia pandai mengemas kegiatannya itu dengan cara mempolitisasi agama. Islam dijadikan komoditi untuk mengobarkan kebencian umat terhadap umat agama lain. Sementara Sumargono menerima uang banyak, di lain pihak pengikutnya hanya tahu seolah-olah mereka sudah berbuat yang benar menurut Islam," ucapnya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Mar 1999 jam 14:52:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
